Sabtu, 03 Oktober 2026
20:45 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Moa

Moa

bangsa burung yang telah punah

Bagikan:
Moa
Rentang waktu: Miosen – Holosen,
17–0.0006 jtyl
250px-Giant_Haasts_eagle_attacking_New_Zealand_moa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Infrakelas: Palaeognathae
Klad: Notopalaeognathae
Ordo: †Dinornithiformes
Bonaparte
Diversitas
6 genera, 9 spesies
Sinonim[1]
  • Dinornithes Gadow, 1893
  • Immanes Newton, 1884
Artikel takson sembarang

Moa adalah burung asli Selandia Baru yang tidak dapat terbang. Mereka unik karena tidak memiliki sayap, bahkan tidak memiliki sayap kecil. Limabelas spesies pada besar yang bervariasi, dengan yang terbesar, moa raksasa (Dinornis robustus dan Dinornis novaezelandiae), mencapai tinggi sekitar 3.6 m dan berat 250 kg. Mereka adalah hewan herbivora di ekosistem hutan Selandia Baru. Daun, ranting dan buah memainkan peran penting untuk makanan mereka.

Moa diburu oleh elang Haast, elang terbesar di dunia yang juga telah punah. Kepunahan moa diakibatkan oleh perburuan dan pembersihan hutan oleh suku Māori. Semua Moa diperkirakan tewas pada tahun 1500.

Ini adalah daftar spesies burung dari keluarga Dinornithidae.[2]

Pachyornis

Euryapteryx

Emeus

Anomalopteryx

Dinornis

Megalapteryx

Referensi

  1. ↑ Brodkob, Pierce (1963). "Catalogue of fossil birds 1. Archaeopterygiformes through Ardeiformes". Biological Sciences, Bulletin of the Florida State Museum. 7 (4): 180–293. Diakses tanggal 30 Desember 2015.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Davies, S. J. J. F. (2003)
  3. ↑ Stephenson, Brent (01/05/09)
  • Davies, S. J. J. F. (2003). "Moas (Dinornithidae)". Dalam Hutchins, Michael; Jackson, Jerome A.; Bock, Walter J.; Olendorf, Donna (ed.). Grzimek's Animal Life Encyclopedia. Vol. 8 Birds I Tinamous and Ratites to Hoatzins. Joseph E. Trumpey, Chief Scientific Illustrator (Edisi 2nd). Farmington Hills, MI: Gale Group. hlm. 95–102. ISBN 0-7876-5784-0.
  • Stephenson, Brent (2009-01-05). "New Zealand Recognised Bird Names (NZRBN) database". New Zealand: Ornithological Society of New Zealand. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-25. Diakses tanggal 2010-05-10.
  • Baker, Allan J.; Huynen, Leon J.; Haddrath, Oliver; Millar, Craig D. & Lambert, David M. (2005): Reconstructing the tempo and mode of evolution in an extinct clade of birds with ancient DNA: The giant moas of New Zealand. PNAS 102(23): 8257-8262. DOI:10.1073/pnas.0409435102 PDF fulltext Diarsipkan 2007-10-14 di Wayback Machine. Supporting Information Diarsipkan 2007-10-14 di Wayback Machine.
  • Bunce, Michael; Worthy, Trevor H.; Ford, Tom; Hoppitt, Will; Willerslev, Eske; Drummond, Alexei & Cooper, Alan (2003): Extreme reversed sexual size dimorphism in the extinct New Zealand moa Dinornis. Nature 425(6954): 172-175. DOI:10.1038/nature01871 HTML abstract Supplementary information
  • Dieffenbach, E. (1843): Travels in New Zealand. Two volumes. John Murray:London, Vol. II, p. 195.
  • Hill, H, 1913. "The Moa - Legendary, Historical and Geographical - Why and When the Moa disappeared". Transactions and Proceedings of the Royal Society of New Zealand, Volume 46, 1913, p.330. Diakses tanggal 2007-06-18.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  • Huynen, Leon J.; Millar, Craig D.; Scofield, R. P. & Lambert, David M. (2003): Nuclear DNA sequences detect species limits in ancient moa. Nature 425(6954): 175-178. DOI:10.1038/nature01838 HTML abstract Supplementary information
  • Millener, P. R. (1982): And then there were twelve: the taxonomic status of Anomalopteryx oweni (Aves: Dinornithidae). Notornis 29: 165-170.
  • Polack, J. S. (1838): New Zealand: Being a Narrative of Travels and Adventures During a Residence in that Country Between the Years 1831 and 1837. Two volumes. Richard Bentley:London, Vol. I, p. 303, 307.
  • Turvey, Samuel T.; Green, Owen R. & Holdaway, Richard N. (2005): Cortical growth marks reveal extended juvenile development in New Zealand moa. Nature 435(7044): 940-943. DOI:10.1038/nature03635 HTML abstract

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik burung ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan