Selasa, 27 Oktober 2026
15:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Moa raksasa pulau selatan

Moa raksasa pulau selatan

Bagikan:
Moa raksasa pulau selatan
Rentang waktu: Holosen Akhir
250px-Dinornis_robustus%2C_South_Island_Giant_Moa_-_three_quarter_view_on_black_YORYM_2004_20.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kerangka, kemungkinan dari dewasa jantan
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Infrakelas: Palaeognathae
Ordo: †Dinornithiformes
Genus: †Dinornis
Spesies:
†D. robustus
Nama binomial
†Dinornis robustus
Owen, 1846[1]
Sinonim
List
  • Dinornis ingens var. robustus Owen, 1846
  • Palapteryx robustus (Owen, 1846) Owen, 1851
  • Dinornis maximus Haast, 1869
  • Dinornis altus Owen, 1879
  • Dinornis validus Hutton, 1891
  • Dinornis potens Hutton, 1891
  • Dinornis strenuus Hutton, 1893
  • Dinornis torosus Hutton, 1891
  • Palapteryx plenus Hutton, 1891

Moa raksasa pulau selatan (Dinornis robustus) adalah sebuah spesies moa punah dalam genus Dinornis, dikenal dalam bahasa Māori dengan nama moa nunui.[2] Moa pulau selatan menjadi salah satu burung tertinggi yang pernah berjalan di Bumi, terberat setelah burung gajah yang lebih pendek di Madagaskar (juga punah).[butuh rujukan]

Referensi

  1. ↑ Gill, B.J.; Bell, B.D.; Chambers, G.K.; Medway, D.G.; Palma, R.L.; Scofield, R.P.; et al. (2010). Checklist of the Birds of New Zealand, Norfolk and Macquarie Islands, and the Ross Dependency, Antarctica (PDF) (Laporan) (Edisi 4th). Ornithological Society of New Zealand / Te Papa Press. Diakses tanggal 30 Oktober 2022 – via nzbirdsonline.org.nz.
  2. ↑ Doyle, Trent (15 November 2023). "Scientists reveal fossilised moa footprints in Otago are at least 3.6 million years old". Newshub. Diakses tanggal 23 Februari 2024.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan