Selasa, 03 November 2026
03:23 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Ding (wadah)

Ding (wadah)

Bagikan:
Ding (wadah)

330px-Liu_Ding.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Sebuah ding yang berasal dari zaman Dinasti Shang.
Hanzi: 鼎
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: dǐng
- Wade-Giles: ting3
Min Nan
- Romanisasi POJ: Templat:Zhwb
Yue (Kantonis)
- Romanisasi Yale: díng
- Jyutping: ding2
250px-HouMuWuDingFullView.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ding Houmuwu yang dibuat pada akhir Dinasti Shang merupakan karya perunggu terbesar yang berhasil ditemukan dari dunia kuno sejauh ini, setelah dilakukan penggalian arkeologi di Anyang, Henan, Tiongkok.

Ding (鼎) adalah wadah atau kaldron dari zaman prasejarah dan Tiongkok kuno yang berdiri tegak di atas kaki penyangganya dilengkapi dengan penutup dan dua pegangan yang berhadapan. Ding merupakan salah satu objek perunggu paling penting yang digunakan dalam ritual Tiongkok pada masa kuno. Biasanya dibuat dalam dua bentuk: bundar dengan tiga kaki dan empat persegi panjang dengan empat kaki yang dinamakan "fangding". Ding digunakan untuk memasak, wadah penyimpanan dan persembahan ritual untuk para dewa atau leluhur.

Temuan paling awal adalah ding keramik pada masa pra-Shang di situs Erlitou,[1] tetapi ding lebih dikenal berasal dari Zaman Perunggu, khususnya setelah Dinasti Zhou tidak terlalu menggunakan anggur merah Tiongkok dalam ritual seperti yang sering dilakukan oleh raja-raja Shang.[2] Pada zaman Zhou, ding mendapat tempat istimewa dan dianggap sebagai simbol otoriatas dalam acara ritual.[3] Jumlah ding yang diizinkan untuk dimiliki para bangsawan Tiongkok bervariasi sesuai dengan peringkat gelarnya masing-masing, misalnya Sembilan Ding yang dimiliki oleh raja-raja Zhou merupakan simbol dari kekuasaan mereka atas seluruh Tiongkok tetapi ding tersebut hilang pada zaman kaisar pertama Shi Huangdi akhir abad ke-3 SM.[4] Setelah itu otoritas kekaisaran diwakili oleh Segel Kekaisaran yang diukir dari Heshibi (cakram giok dengan lubang di tengahnya) tetapi segel yang sakral itu juga hilang pada masa Lima Dinasti setelah runtuhnya Dinasti Tang.

250px-Bronze_square_ding_%28cauldron%29_with_human_faces_02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ding berbentuk kotak dengan dekorasi yang sangat tidak biasa berupa wajah manusia.
250px-HK_LeiChengUkHanTombMuseum_PotteryDingTripod.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ding keramik dengan tripod, Dinasti Han.
250px-Vessel_%28fangding%29%2C_China%2C_Shang_dynasty%2C_bronze%2C_Honolulu_Academy_of_Arts.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
"Fangding" dengan taotie, Dinasti Shang.
250px-Ding_%28cooking_vessel%29%2C_China%2C_Shang_dynasty%2C_1300-1046_BC%2C_bronze_-_Royal_Ontario_Museum_-_DSC03993.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dinasti Shang 1300-1046 SM.

Referensi

  1. ↑ Fong 1980, hlm. 2. sfn error: tanpa target: CITEREFFong1980 (bantuan)
  2. ↑ Chen, Jianming; Jay Xu; Fu Juliang (2011). Along the Yangzi River: Regional Culture of the Bronze Age from Hunan. New York: Art Media Resources, Ltd. hlm. 23–24. ISBN 978-0-9774054-6-6.
  3. ↑ Lawton, Thomas (1982). Chinese Art of the Warring States Period: Change and Continuity 480-222 B.C. Washington, D.C.: Smithsonian Institution Press. hlm. 23. ISBN 978-0-934686-39-6.
  4. ↑ Food for Thought: Archeological Findings Point to Chinese Dietary Culture Diarsipkan 2007-02-04 di Wayback Machine


40px-Flag-map_of_the_Greater_People%27s_Republic_of_China.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Tiongkok ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan