Jumat, 25 September 2026
15:35 WIB
TERKINI
Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara
Difalia

Difalia

Difalia
250px-Diphallia_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Difalia, penis ganda, difalis terata, atau difalasparatus adalah kondisi medis langka yang ditandai dengan adanya dua penis pada bayi laki-laki. Kasus pertama difalia dilaporkan oleh Johannes Jacob Wecker pada tahun 1609.[1][2] Di Amerika Serikat, kondisi medis ini dialami oleh 1 dari 5,5 juta laki-laki.[3]

Difalia biasanya disertai kelainan ginjal, tulang belakang, epigaster, anorektal, atau kelainan bawaan lainnya. Selain itu, penderita juga berisiko tinggi mengalami spina bifida.[2] Bayi yang lahir dengan difalia dan kondisi yang menyertainya memiliki risiko kematian tinggi dari berbagai infeksi yang berkaitan dengan sistem urin atau pencernaannya.

Difalia diperkirakan terjadi saat janin berusia antara 23 hingga 25 hari dalam kandungan bila ada cedera, tekanan kimiawi, atau malafungsi gen homeobox. Hal itu akan menghambat fungsi asali massa sel tulang ekor di mesodermis janin ketika sinus urogenital memisahkan diri dari akar genital dan rektum untuk membentuk penis.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Sharma K.K., Jain R., Jain S.K., Purohit A. (2000). "Concealed Diphallus: A Case Report and Review of the Literature". Journal of Indian Association of Pediatric Surgeons. 5 (1): 18–21. Diarsipkan dari versi asli pada 2014-02-20. Diakses tanggal 2014-01-03.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. 1 2 Mirshemirani, AR; Sadeghyian, N; Mohajerzadeh, L; Molayee, H; Ghaffari, P (2010). "Diphallus: Report on Six Cases and Review of the Literature". Iranian Journal of Pediatrics. 20 (3): 353–7. PMC 3446048. PMID 23056729.
  3. ↑ "Indian Man Wants Op to Remove Extra Organ". Reuters. 19 Agustus 2006. Diarsipkan dari asli tanggal 22 Januari 2007. Diakses tanggal 18 Agustus 2006.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan