Rabu, 28 Oktober 2026
23:44 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Sinus urogenitalis

Sinus urogenitalis

Bagikan:
Sinus urogenital
330px-Gray1109.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sinus urogenital pada embrio manusia perempuan berumur delapan setengah hingga sembilan minggu. (Sinus urogenital ditandai di bagian bawah.)
330px-Development_of_external_sexual_organs_in_the_male_and_female_Gray1119.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tahapan perkembangan organ seksual eksternal pada laki-laki dan perempuan. ("Bukaan sinus urogenital" ditandai pada diagram D.)
Rincian
Tahapan Carnegie15
PendahuluKloaka
Bentuk lanjutanUretra, kandung kemih, vagina, vestibula vulva, kelenjar Bartholin, kelenjar Skene, prostat, kelenjar bulbouretra
Pengidentifikasi
Bahasa Latinsinus urogenitalis definitivus
TEurogenitalis_by_E5.7.3.1.0.0.1 E5.7.3.1.0.0.1
Daftar istilah anatomi

Sinus urogenital adalah bagian tubuh manusia atau hewan berplasenta lain yang hanya ada pada masa perkembangan sistem urinaria dan organ reproduksi. Sinus ini merupakan bagian ventral dari kloaka, yang terbentuk setelah kloaka terpisah dari saluran anus selama minggu keempat hingga ketujuh masa perkembangan.[1]

Pada laki-laki, sinus urogenital terbagi menjadi tiga regio: bagian atas, bagian pelvis, dan bagian falik. Bagian atas berkembang menjadi kandung kemih, sedangkan bagian pelvis berkembang menjadi bagian prostatik dan membranosa dari uretra,[1] prostat, serta kelenjar bulbouretra (kelenjar Cowper). Bagian falik kemudian berkembang menjadi uretra bagian spons (bulbar) dan kelenjar uretra (kelenjar Littré).

Pada perempuan, bagian pelvis dari sinus urogenital berkembang menjadi bulbus sinovaginal, struktur yang pada akhirnya akan membentuk dua pertiga bagian inferior vagina. Proses ini bermula ketika ujung bawah duktus paramesonefros—struktur yang nantinya membentuk uterus dan forniks vagina—bersentuhan dengan sinus urogenital. Tak lama kemudian, bulbus sinovaginal terbentuk sebagai dua evaginasi padat dari sinus urogenital. Sel-sel di dalam bulbus ini membelah untuk membentuk lempeng vagina yang padat, yang kemudian memanjang dan mengalami kanalisasi (menjadi berongga) untuk membentuk bagian inferior vagina.[2] Sinus urogenital perempuan juga berkembang menjadi uretra, vestibula, kelenjar Skene, dan kelenjar Bartholin.

Referensi

  1. 1 2 Sadler & Langman 2010, hlm. 243–244.
  2. ↑ Sadler & Langman 2010, hlm. 253.

Sumber

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan