Rabu, 14 Oktober 2026
21:06 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Bahasa Melayu Medan

Bahasa Melayu Medan

bagian dari rumpun bahasa Austronesia

Bagikan:
Bahasa Melayu Medan
cakap Melayu Medan
چاكڤ ملايو ميدن
Dituturkan diIndonesia
Wilayah
EtnisPenduduk Medan (terutama Melayu Deli)
Penutur
2.500.000 (2023)[a]
Tampilkan klasifikasi manual
    • Melayu Medan
Tampilkan klasifikasi otomatis
Kode bahasa
ISO 639-3–
GlottologTidak ada
Informasi penggunaan templat turunan
Sampel
Sampel teks
Pasal 1 Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia dalam bahasa Melayu Medan.  Silang merah (Apa ini?)
Semua orang dilahirkan merdeka dan punyak martabat juga ha'-ha' yang samak. Mereka dikasih pikiran dan hati nurani dan henda'nya begaol satu samak lain dalam semangat persodaraan.
Terjemahan: ⓘ
Semua orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Mereka dikaruniai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam semangat persaudaraan.
Sampel teks lainnya
Lokasi penuturan
Peta ini menggunakan properti koordinat yang mewajibkan Anda untuk mengaktifkan JavaScript maupun Scribunto eksternal. Titik mungkin saja tidak tertampil di peramban Anda maupun saat Anda menekan gambar ini.
Kisaran lokasi Melayu Medan dituturkan
Kisaran lokasi Melayu Medan dituturkan
Lokasi penuturan
Tampilkan peta Sumatra Utara
Kisaran lokasi Melayu Medan dituturkan
Kisaran lokasi Melayu Medan dituturkan
Lokasi penuturan
Tampilkan peta Sumatra
Kisaran lokasi Melayu Medan dituturkan
Kisaran lokasi Melayu Medan dituturkan
Lokasi penuturan
Tampilkan peta Indonesia
osm-intl,10,a,a,323x400.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Melayu_Medan&revid=28745149&groups=_95bced0b7b44281463bb172166fc40bea273f812&parser=parsoidTampilkan peta yang diperbesar
osm-intl,3,a,a,323x400.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Melayu_Medan&revid=28745149&groups=_95bced0b7b44281463bb172166fc40bea273f812&parser=parsoidTampilkan peta yang diperkecil
Perkiraan persebaran penuturan bahasa ini.
Koordinat: 3°35′22″N 98°40′26″E / 3.58944°N 98.67389°E / 3.58944; 98.67389 Sunting di Wikidata
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Tentang artikel
Pemberitahuan
Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.
Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.

{{PW Bahasa|importance=|class=}}

Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

09.58, Rabu, 14 Oktober, 2026 (UTC) • Sebanyak 1.635 artikel belum dinilai
Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Melayu Medan (disebut sebagai cakap Melayu Medan oleh penuturnya) adalah sebuah dialek bahasa Melayu yang digunakan oleh masyarakat Kota Medan yang multietnis, khususnya suku Melayu Deli. Dialek ini merupakan turunan dari bahasa Melayu Deli. Aspek ini didasarkan pada banyaknya kemiripan tata bahasa dan kosakata dengan bahasa Melayu Deli.[2][3]

Sejarah

Kota Medan adalah kota multietnis dengan 14 suku bangsa yang tercatat mendiami Kota Medan. Kota ini dibangun oleh tokoh dari suku Karo, yakni Guru Patimpus. Namun dalam sejarahnya, bahasa Karo tidak pernah dijadikan bahasa utama di Kota Medan. Kota ini berdiri di wilayah kekuasaan Kesultanan Melayu Deli. Saat ini, penduduk Kota Medan mayoritas adalah suku Jawa. Selain itu, terdapat juga orang Batak yang dikenal dengan misnomernya, yakni orang Medan (meskipun orang Batak tersebut tidak berasal dari Kota Medan, masyarakat awam tetap mengenalnya sebagai orang Medan).

Masing-masing suku bangsa yang tinggal di Kota Medan hingga saat ini tetap mempertahankan bahasa ibu mereka dan masih menggunakannya untuk berkomunikasi di antara mereka saja. Hal itu terjadi karena migrasi berskala besar pada zaman kolonial Belanda. Mereka umumnya berasal dari etnis Jawa, Tionghoa, Pakistan, Tamil, Banjar, Arab, dan Minangkabau.

Bahasa Indonesia yang menjadi bahasa pengantar utama bagi masyarakat heterogen ini kemudian dalam perkembangannya mendapatkan banyak serapan kosakata dari Bahasa-bahasa tersebut yang kemudian digunakan secara umum di antara penduduk Kota Medan dan dikenal sebagai bahasa Melayu Medan.[4][5]

Contoh penggunaan

Kata "apa" dalam dialek Medan banyak digunakan dengan makna yang beragam. Tentu saja pemaknaannya sangat bergantung kepada konteksnya.[6] Sebagai contoh, pada kalimat:

"Eh, apa! cok ko apakan dulu apanya itu, biar apa sikit. Tapi jangan apa kali, nanti apa pulak dia."

Bisa jadi kasusnya adalah, seorang ibu meminta tolong kepada anaknya yang sudah besar untuk mengurangi level putaran kipas angin yang sedang mengarah kepada adiknya agar tidak membuat adiknya masuk angin.

"Eh, apa! (si ibu lupa nama anaknya yang besar, atau hanya ada anak yang besar itu saja di deket si ibu) cok ko (kamu) apakan (kecilkan) dulu apanya itu (kipas angin – karena kipas angin sedang berputar terlalu kecang), biar apa (berkurang kecepatannya) sikit (sedikit). Tapi jangan apa (kecil) kali, nanti apa (terbangun) pulak dia."

Contoh:

"Apanya kemana ne?"

Bisa jadi situasinya adalah seorang ayah bertanya kepada anggota keluarganya dengan memegang botol saus tanpa tutup, "Apanya kemana ne?"

Contoh:

"Cok apakan dulu apa ini."

Bisa jadi situasinya adalah, seorang ibu meminta tolong kepada anaknya sambil menunjukkan kaleng sarden dan pembuka kalengnya, "Cok apakah dulu apa ini."

Pengucapan

Berikut ini cara pengucapan dalam bahasa Melayu Medan yang terbagi dengan beberapa kondisi berbeda.[5]

Pengucapan beberapa kata berakhiran vokal juga ditambah huruf [k] mati.[5]

  • beli diucapkan belik
  • bunyi diucapkan bunyik
  • cari diucapkan carik
  • coba diucapkan cobak
  • mama diucapkan mamak
  • nasi diucapkan nasik

Huruf [k] dihilangkan di tengah kata tanpa huruf vokal setelahnya.[5]

  • sukses diucapkan su'ses
  • bakti diucapkan ba'ti
  • bakso diucapkan ba'so
  • takdir diucapkan ta'dir

Kata yang terdapat huruf [a] dan [i] berdekatan, huruf [i]-nya bisa diganti jadi huruf [e], atau [a] dan [i]-nya diubah jadi [e].[5]

  • baik menjadi baek
  • balik menjadi balek
  • naik menjadi naek
  • kedai menjadi kede
  • sungai menjadi sunge
  • cabai menjadi cabe

Kata yang terdapat huruf [a] dan [u] berdekatan bisa dihilangkan atau diganti dengan huruf [o].

  • bangau menjadi bango
  • atau menjadi ato
  • danau menjadi dano
  • merantau menjadi meranto
  • hijau menjadi ijo
  • kau menjadi ko
  • kerbau menjadi kerbo
  • mau menjadi mo
  • kemarau menjadi kemaro

Catatan

  1. ↑ Jumlah penuturnya disesuaikan dengan jumlah penduduk di Kota Medan pada tahun 2023.[1]

Referensi

  1. ↑ "Kota Medan Dalam Angka 2023" (pdf). BPS Medan. 28 Februari 2023. hlm. 56. Diakses tanggal 15 April 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Kata-kata 'aneh' ini cuma orang Medan yang tahu artinya". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-09-30.
  3. ↑ nefan (2020-07-01). "Bahasa Medan Bukan Batak, Ini Contohnya". Minews ID. Diakses tanggal 2020-09-30.[pranala nonaktif permanen]
  4. ↑ SeMedan.com (2016-02-10). "Kamus Istilah Bahasa Medan, Lengkap Terbaru Unik Lucu (1)". SeMedan.com. Diakses tanggal 2020-09-30.
  5. 1 2 3 4 5 Purba, Amran (Desember 2007). "DIALEK MEDAN: KOSAKATA DAN LAFALNYA". www.badanbahasa.kemendikbud.go.id. Diakses tanggal 2 Oktober 2020.
  6. ↑ Molana, Datuk Haris. "Kenapa Orang Medan Suka Cakap 'Apa-Biar Gak Itu Kali'? Ini Penjelasannya". detiknews. Diakses tanggal 2020-10-02.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan