Kamis, 08 Oktober 2026
03:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Deuteronomis

Deuteronomis

Bagikan:
250px-Diagram_of_the_Supplementary_Hypothesis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram hipotesis suplementer, sebuah model populer dari komposisi Taurat. Deuteronomis ditampilkan dengan huruf D.

Deuteronomis (bahasa Inggris:Deuteronomist; disingkat Dtr[1] atau D) dalam artian sempit merujuk kepada dokumen sumber yang menekankan pasal-pasal inti (12-26) dari Kitab Ulangan (bahasa Inggris:Book of Deuteronomy). Sedangkan dalam artian luas, deuteronomis merujuk pada kelompok yang lebih luas yang di dalamnya termasuk Kitab Ulangan dan Sejarah Deuteronomistis, yaitu Kitab Yosua, Kitab Hakim-hakim, kedua kitab Samuel dan kedua kitab Raja-raja, dan kadang termasuk Kitab Yeremia.[2] Selain itu, istilah "Deuteronomik" (Deuteronomic) dan "Deuteronomistis" (Deuteronomistic) juga digunakan untuk merujuk pada hal yang berhubungan dengan Deuteronomis. Jika ada perbedaan di antara keduanya, Deuteronomik terkadang merujuk pada pasal intinya dan Deuteronomistis pada keseluruhan kitab Ulangan dan Sejarah Deuteronomistis.[3][4]

Sejarah Deuteronomistis

Sejarah Deuteronomistis atau Riwayat Deuteronomistis merupakan sebutan yang diberikan oleh pakar kritik Alkitab bagi kitab-kitab hukum setelah Tetrateukh (Kitab Kejadian hingga Bilangan), yaitu Kitab Ulangan, Kitab Yosua, Kitab Hakim-hakim, 1 dan 2 Samuel serta 1 dan 2 Raja-raja (dan juga terkadang Kitab Yeremia). Menurut pendapat beberapa pakar, kitab-kitab tersebut diduga disusun pada sekitar tahun 400 SM.

Eneateukh.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled

Menurut beberapa pakar, Tetrateukh sebagai hasil komposisi yang dilakukan oleh Redaktor P kembali diredaksi, dan ke dalamnya disisipkan "Kitab Perjanjian" (Keluaran 20:22 – 23:33). Tetrateukh kemudian diperluas dengan ditambahkannya beberapa kitab, yaitu dari kitab Ulangan sampai Kitab 2 Raja-raja. Hasil peredaksian yang dilakukan oleh para redaktor Dtr tersebut adalah Eneateukh yang merupakan karya sejarah yang sangat besar yang disebut dengan "Sejarah Deuteronomistis" (DtrG). Sejak saat itulah proses kanonisasi Kitab Kejadian – Kitab 2 Raja-raja telah selesai. Belakangan, kitab Eneateukh kembali dipecah menjadi dua bagian besar, yaitu Taurat atau Pentateukh (Kitab Kejadian sampai Ulangan) dan Kitab Nabi-Nabi Awal (Kitab Yosua sampai Raja-raja).

Pada kenyataannya, orang Yahudi percaya bahwa kitab-kitab Pentateukh sudah lengkap pada zaman Yosua yaitu saat bangsa Israel memasuki tanah Kanaan setelah keluar dari Mesir pada abad ke-15 SM. Ketika Bait Suci Pertama didirikan, Pentateukh ditempatkan secara khusus di dalam Tabut Perjanjian di dalam ruang Mahakudus. Salinan kitab ini dibawa ke dalam Pembuangan ke Babel dan dibawa kembali ke Tanah Israel oleh Ezra pada [[abad ke-6 SM. Hal ini didukung oleh catatan sejarah kuno Yahudi, antara lain Talmud, maupun para sejarawan, misalnya Flavius Yosefus (37-100 M).[5]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ See, e.g., Knoppers, Gary N.; Greer, Jonathan S. (2010). "Deuteronomistic History". doi:10.1093/OBO/9780195393361-0028.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  2. ↑ Albertz 2000, hlm. 2–4.
  3. ↑ Spieckermann 2001, hlm. 338.
  4. ↑ Van Seters 2015, hlm. 79–82, "Scholars generally designate these strata as 'deuteronomic' (dt) for the material belonging to the core document of the Josiah reform and 'Deuteronomistic' (dtr) for one or more subsequent strata that belong to later redactions and to the larger Deuteronomic History..." sfn error: tanpa target: CITEREFVan_Seters2015 (bantuan)
  5. ↑ Flavius Yosefus, "Sejarah Kuno Orang Yahudi", tahun 93 M]].

Daftar pustaka

Tanggapan

Umum

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan