Minggu, 11 Oktober 2026
06:14 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober

Tetrateukh

Bagikan:

Tetrateukh berarti empat kitab hukum. Tetrateukh adalah komposisi dari empat kitab pertama Perjanjian Lama, yaitu Kejadian, Keluaran, Imamat dan Bilangan, yang merupakan bagian pertama dari Pentateukh dan Eneateukh.

Penyusunan

Teori proses terjadinya Tetrateukh dapat dilihat dalam skema berikut ini:

Lihat Bagan: Tetrateukh.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled

Sebuah komposisi pertama atau disebut juga Redaktor Yahwis-Elohis (RYE = Redaktor YE), diperkirakan terjadi pada sekitar tahun 722 SM, merupakan sebuah komposisi dari beberapa cerita yang awal-mulanya beredar dalam tradisi oral di wilayah kerajaan Israel Selatan (tradisi Yahwis, lihat juga artikel "Yahwist" dalam Wiki English disingkat “tradisi Y”) dan di wilayah kerajaan Israel Utara (tradisi Elohis, lihat juga artikel "Elohist" dalam Wiki English disingkat “tradisi E”). Komposisi ini, yang oleh Wellhausen disebut dengan “jehowistisches Geschichtswerk” (“Karya Sejarah Yehowistis”) atau lebih tepat disebut “Karya Sejarah Yerusalem” (disingkat “YG”, yang berasal dari “Jerusalemer Geschichtswerk”), merupakan sebuah kompromi pertama yang menyatukan dua tradisi yang saling berlawanan (tradisi Israel Selatan [Y] dan tradisi Israel Utara [E]).

Pada sekitar tahun 520 SM muncul teks yang berasal dari tradisi keimaman (atau disingkat “tradisi P”) yang merupakan refleksi dari sebuah reformasi teologis yang dilakukan oleh para imam pada waktu zaman pembuangan. Terdapat dua teks yang berasal dari tradisi ini, yaitu “teks dasar P” atau disingkat PG (Priesterliche Grundschrift) yang digunakan untuk mengkomposisi Tetrateukh dan “kitab hukum kesucian” (Im 17 – 26). Oleh redaktor P (RP) pada sekitar tahun 450 sM yang hidup pada zaman setelah pembuangan di Yerusalem, kedua teks dari tradisi keimaman tersebut digunakan untuk mengkomposisi Tetrateukh. Kedua teks tersebut digabungkan bersama dengan “Karya Sejarah Yerusalem” dari RYE, sehingga muncul kompromi kedua. Dari kompromi tersebut muncul Tetrateukh (Kejadian - Bilangan).

Lihat pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan