Sabtu, 03 Oktober 2026
06:39 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri
Dawas

Dawas

Bagikan:
250px-Ruby_Hirose_at_the_William_S._Merrell_Laboratories.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ruby Hirose meneliti serum dan antitoksin
250px-Diphtheria_is_Deadly_Art.IWMPST14182.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Poster yang dirilis oleh Dewan Pusat Pendidikan Kesehatan, menyebarkan kesadaran tentang Difteri.
250px-US_Navy_110827-N-KA543-005_Hospital_Corpsman_2nd_Class_Chris_Dunbar%2C_assigned_to_Naval_Medical_Center_San_Diego%2C_gives_a_patient_a_tetanus%2C_diphthe.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Vaksin tetanus sedang diberikan di Pusat Medis Angkatan Laut San Diego

Dawas[1] atau toksoid adalah racun yang dinonaktifkan (biasanya eksotoksin) yang keberacunannya telah ditekan baik melalui tindakan kimia (formalin) atau pemanasan, sementara sifat-sifat lainnya, seperti imunogenisitas, tetap dipertahankan. Racun disekresikan oleh bakteri, sedangkan dawas merupakan bentuk racun yang telah diubah; dawas tidak disekresikan oleh bakteri. Dengan demikian, bila digunakan selama vaksinasi, respons imun meningkat dan memori imunologi terbentuk terhadap penanda molekuler dawas tanpa mengakibatkan penyakit akibat racun. Persiapan semacam itu juga dikenal sebagai anatoksin. Terdapat dawas untuk pencegahan difteri, tetanus dan botulisme.[2]

Dawas digunakan sebagai vaksin karena ia menginduksi respons imun terhadap racun asli atau meningkatkan tanggapan terhadap antigen lain karena penanda dawas dan penanda racun dipertahankan. Misalnya, dawas tetanus berasal dari tetanospasmin yang diproduksi oleh Clostridium tetani.[3] Yang terakhir menyebabkan tetanus dan divaksinasi dengan vaksin DTaP. Walaupun pasien kadang-kadang mengeluhkan adanya efek samping setelah vaksinasi, hal ini terkait dengan proses peningkatan respons imun dan pembersihan dawas, bukan efek langsung dari dawas. Dawas tidak mempunyai virulensi seperti toksin sebelum inaktivasi.

Dawas juga berguna dalam produksi antitoksin manusia. Banyak pusat plasma di Amerika Serikat yang menggunakan beberapa dosis dawas tetanus untuk mengembangkan orang yang memiliki kekebalan tinggi untuk memproduksi imunoglobulin anti-tetanus manusia (imunoglobulin tetanus (TIG), HyperTet (c)),[4] yang telah menggantikan antitoksin tetanus tipe serum kuda di sebagian besar negara maju.

Dawaa juga digunakan dalam produksi vaksin konjugat. Dawas yang sangat antigenik membantu menarik perhatian terhadap antigen yang lebih lemah seperti polisakarida yang ditemukan dalam kapsul bakteri.[5]

Referensi

  1. ↑ "Arti kata dawas - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring". kbbi.kemendikdasmen.go.id. Diakses tanggal 2021-2-11.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  2. ↑ Moloney, P. J. (1926). "The Preparation and Testing of Diphtheria Toxoid (Anatoxine-Ramon)". American Journal of Public Health (PDF). 16 (12): 1208–1210. doi:10.2105/AJPH.16.12.1208. PMC 1321494. PMID 18012024.
  3. ↑ "Diphtheria and Tetanus Toxoids Adsorbed" (PDF). fda.gov. Diakses tanggal 21 Oktober 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Tetanus Immune Globulin (Human)" (PDF). September 2012. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 4 Maret 2016. Diakses tanggal 2010-05-29.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Vaccine design : innovative approaches and novel strategies. Rappuoli, Rino., Bagnoli, Fabio. Norfolk, UK: Caister Academic. 2011. ISBN 9781904455745. OCLC 630453151.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan