Selasa, 03 November 2026
08:30 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Daftar Penguasa Georgia

Daftar Penguasa Georgia

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Monarki Georgia
Bekas Kerajaan
250px-Bagrationi_dynasty_Coat_of_Arms.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang Royal
120px-George_XII_of_Georgia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
George XII
Penguasa pertama Guaram I
Penguasa terakhir George XII
Kediaman resmi Armazi
Mtskheta
Artanuji
Kutaisi
Tbilisi
Gremi
Telavi
Pendirian 575
Pembubaran 1801
Penuntut takhta Nugzar Bagrationi
David Bagrationi

Beirkut ini merupakan Daftar Raja dan Ratu dari berbagai kerajaan di Georgia sampai pencaplokan Rusia pada tahun 1801.

Untuk Kerajaan Georgia bersatu (abad ke-10 sampai ke-15), yang dipimpin oleh Wangsa Bagrationi, lihat Daftar penguasa Georgia dari Bagrationi.

Iberia Kuno

Iberia merupakan nama Yunani-Romawi kerajaan kuno Kartli di lokasi yang sekarang Georgia Timur yang dimulai pada sekitar tahun 302 SM dan jatuh ke tangan Bizantium dan Persia pada tahun 580. Daftar penguasa Iberia awal berdasarkan catatan awal abad pertengahan Georgia dicampur dengan legenda dan kenyataan. Dimulai dengan Artag (Abad ke-1 SM), banyak dari mereka juga terbukti kebenarannya dari sumber-sumber Romawi/Bizantium, Armenia dan Persia. Terdapat juga beberapa kekurangan konsisten tentang waktu pemerintahan mereka. Kronologi dibawah ini diberikan seperti yang diuraikan oleh Javakhishvili, Toumanoff dan para sarjana lainnya.

Pharnavazid

Artaxiad

Nimrodid

Arsacid

Wangsa Chosroid

Masa Peralihan Pemerintahan

Penaklukan Persia dan Bizantium menghancurkan pemerintahan dan menggantikan raja turun temurun dengan pangeran turun temurun yang melanjutkan pertempuran sampai mereka mendapatkan kekuasaan dengan jatuhnya Arab pada abad ke-7. Berikut ini adalah daftar pangeran tersebut:

Pangeran Iberia

Pemenang yang sebenarnya di Georgia adalah Wangsa Bagrationi, yang mengaku keturunan dari wangsa sebelumnya meskipun asal-usul mereka diperdebatkan. Keluarga ini akan memerintah Georgia dan tiga kerajaan yang terpecah sampai Rusia mencaplok seluruh Georgia pada awal abad ke-19.

Wangsa Bagrationi

Pangeran dan Raja Kartli

Raja Seluruh Georgia

Penaklukan Mongolia 1292-1310

Raja Kartli

Raja Georgia menahan porsi terbesar dari kerajaan yang terbagi yang kembali ke nama kunonya Kartli. Kerajaan Imereti dan Kakheti muncul seperti kerajaan-kerajaan Bagrationi lainnya yang diciptakan dari divisi tersebut.

Dicaplok ke Kakheti 1630-1634

Dicaplok ke Kakheti 1668-1691

  • George XI (1691–1695)

Dicaplok ke Kakheti 1695-1703

  • George XI (1703–1709)
  • Kaikhusro (1709–1711)

Interregnum 1711-1714

Raja Kartli dan Kakheti

Setelah kematian Jesse dan dengan bantuan orang-orang Persia, kedua negara tetangga kerajaan Kartli dan Kakheti bersatu sekali lagi. Imereti tetap independen sampai dengan pencaplokannya oleh Rusia pada tahun 1810.

Pencaplokan Kakheti dan Kartli ke Rusia oleh Tsar Paul I sebelum koronasi, 1801.

Penguasa Georgia setelah tahun 1801

Setelah pencaplokan Rusia Kartli-Kakheti pada tahun 1801 dan tetangganya Imereti pada tahun 1810 berbagai cabang dari Dinasti Bagrationi raja-raja Georgia bertahan di Georgia dibawah pendudukan Rusia. Namun, banyak anggota terpaksa melarikan diri dan tinggal di pengasingan setelah Faksi Pasukan Merah mengambil alih kontrol Demokratik Republik Georgia yang singkat pada tahun 1921 dan mendirikan Faksi Komunis Georgia. Sejak Republik Georgia mendapatkan kebebasan pada tahun 1990 bekas-bekas anggota kerajaan telah menaikkan pamor mereka dan pada tahun 2008 kedua saingan dinasti tersebut bersatu di dalam pernikahan (lihat gambar).

Untuk informasi lebih lanjut mengenai keluarga kerajaan sekarang lihat: Wangsa Bagrationi

(Daftar-daftar yang terlampir di halaman ini terutama berasal dari,[1] The Royal Ark.)

Galeri Para Penguasa Georgia

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Dreamwater Free Web Space
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan