Rabu, 28 Oktober 2026
18:41 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Rusudani

Rusudani

Bagikan:
Rusudani
რუსუდანი
250px-Coin_of_Queen_Rusudan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Koin Rusudani, 1230
Ratu Georgia
Berkuasa1223–1245
PendahuluGiorgi IV
PenerusDavit VI
Lahir1194
Meninggal1245 (usia 51)
Tbilisi
Pemakaman
AyahDavit Soslan
IbuTamar dari Georgia
PasanganGhias ad-Din
KeturunanDavit VI
Gürcü Hatun
DynastyBagrationi
AgamaOrtodoks Georgia

Rusudani (bahasa Georgia:რუსუდანი) (skt. 1194-1245), merupakan seorang anggota wangsa Bagrationi, ia bertakhta sebagai Maharani Georgia pada tahun 1223-1245.

Kehidupan

Rusudani adalah putri Ratu Tamar dari Georgia dan Davit Soslan, dia menggantikan saudaranya, Giorgi IV dari Georgia pada tanggal 18 Januari 1223. Kematian Giorgi yang tak terduga menandai awal dari berakhirnya Zaman Keemasan Georgia. Rusudani tidak dapat mempertahankan apa pun yang diperoleh ibu dan saudaranya. Dia dikenal sebagai wanita cantik yang berbakti pada kesenangan, yang tangannya dicari oleh tetangga Muslimnya. Dalam sumber-sumber Muslim, seperti Ata-Malik Juvayni, Rusudani dikenal sebagai Qiz-Malik, dari turki qiz, "gadis", dan bahasa arab malik, "raja".[1]

Pada musim gugur tahun 1225, Georgia diserang oleh Khwarezmia shah Jelal ad-Din Mingburnu, dikejar oleh bangsa Mongol. Georgia mengalami kekalahan pahit di Pertempuran Garni, dan istana kerajaan dengan Ratu Rusudani pindah ke Kutaisi, ketika ibu kota Georgia, Tbilisi dikepung oleh Khwarezmia. Setahun kemudian Jelal ad-Din mengambil Tbilisi pada tanggal 9 Maret 1226. Warga bertempur dengan gagah berani dan lebih dari 100.000 orang kehilangan nyawanya ketika kota itu jatuh ke tangan Khwarezmia. Bangsa Georgia yang kalah diperintahkan untuk mengubah agama mereka dan menjadi Muslim, tetapi menolak dan hampir seluruh penduduk Tbilisi dibantai. Pada bulan Februari 1227, bangsa Georgia mengambil keuntungan dari kegagalan Jelal ad-Din di Armenia, dan merebut kembali Tbilisi, tetapi segera dipaksa untuk meninggalkan kota - yang mereka sendiri telah dinyalakan dalam pertempuran mereka dengan pasukan pendudukan. Rusudani beraliansi dengan para penguasa Seljuk tetangga Rüm dan Ahlat, tetapi bangsa Georgia itu diserang oleh Khwarezmia di Bolnisi, sebelum sekutu bisa tiba (1228).

Khwarezmia digantikan oleh Mongol. Mereka maju ke Georgia pada tahun 1235. Diporak-porandakan dan dijarah oleh serangan Jelal ad-Din, Georgia menyerah tanpa perlawanan yang serius. Pada tahun 1240 semua negara berada di bawah kuk Mongol. Dipaksa untuk menerima kedaulatan Mongol Khan pada 1242, Rusudani harus membayar upeti tahunan 50.000 keping emas dan mendukung pasukan Mongol dengan tentara Georgia.

Khawatir bahwa keponakannya Davit VII dari Georgia akan mengincar takhtanya, Rusudani menahannya di istana menantunya, sultan Kaykhusraw II, dan mengirim putranya, Davit VI dari Georgia ke istana Mongol untuk mendapatkan pengakuan resmi sebagai pewaris. Dia meninggal pada tahun 1245, masih menunggu putranya untuk kembali.

Pernikahan dan keturunan

Dia menikah pada tahun 1224 dengan pangeran Seljuk, Ghias ad-Din, cucu Kilij Arslan II yang masuk Kristen pada pernikahannya. Mereka adalah orang tua Davit VI dari Georgia dan seorang putri bernama Tamar, yang menikahi sepupunya, sultan Kaykhusraw II, dan setelah kematiannya pada tahun 1246, Mu'in al-Din Sulaiman Parwana sebagai salah satu prasyarat dari penyelesaian damai.

Lihat pula

Keluarga dan kehidupan personal

pada tahun 1224, Rusudan menikahi seorang pangeran Seljuk, Ghias ad-Din, cucu dari Kilij Arslan II, yang memeluk agama Kristen setelah menikah. Mereka memiliki dua anak:

  • David VI (1225-1293), Raja Georgia dengan sepupunya Daud VII dari 1246 sampai 1256. Kemudian, dari tahun 1259 sampai kematiannya pada tahun 1293, ia memerintah Kerajaan Georgia Barat, dengan nama David I.
  • Tamar Gurju Khatun, yang menikahi sepupunya, Sultan Kaykhusraw II. Setelah kematiannya pada tahun 1246, dia menikahi Mu'in al-Din Parwana sebagai bagian dari prasyarat untuk penyelesaian perdamaian.

posisi Ghias ad-Din's pada pengadilan Georgia sangat lemah dan Hubungan suami istri menjadi tegang karena ketidakpercayaan Rusudan. Dalam kisah perselingkuhan dan gaya hidupnya yang penuh skandal, Ibn al-Athir menceritakan bahwa pada suatu kesempatan Rusudan dikejutkan oleh suaminya yang sedang tidur dalam pelukan seorang budak ("mamluk"). Karena Ghias ad-Din menolak untuk membenarkan fakta ini, Ibn al-Athir melanjutkan bahwa, Rusudan memindahkannya ke "kota lain" di bawah pengawasan ketat.[2] Namanya tidak muncul pada koin yang diterbitkan atas nama Rusudan.[3]

Referensi

  1. ↑ Minorsky, Vladimir, "Tiflis", in: M. Th. Houtsma, E. van Donzel (1993), E. J. Brill's First Encyclopaedia of Islam, 1913-1936, p. 756. Brill, ISBN90-04-08265-4
  2. ↑ Ibn Al-Athir, in Richards 2010 harvnb error: tanpa target: CITEREFRichards2010 (bantuan)
  3. ↑ Djaparidze 1995, hlm. 181–182. sfn error: tanpa target: CITEREFDjaparidze1995 (bantuan)
Rusudani
Didahului oleh:
Giorgi IV
Maharani Georgia
1223–1245
Diteruskan oleh:
Davit VI
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Rusudan of Georgia.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan