Rabu, 28 Oktober 2026
07:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Gurju Khatun

Gurju Khatun

Bagikan:
Gurju Khatun
250px-Obverse_of_Kaykhusraw_II%27s_silver_dirhem.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Koin Sultan Kaykhusraw II. Matahari dianggap mewakili Gurju Khatun dan singa sebagai sultan. (lihat juga Singa dan Matahari)
Permaisuri Kesultanan Rum
Periode1237–1246
LahirTamar
sekitar 1220
Kerajaan Georgia
Meninggalsekitar 1286 (berusia 65-66 tahun)
AyahGhias ad-Din
IbuRusudan dari Georgia
PasanganKaykhusraw II
Pervâne
KeturunanKayqubad II
Nama lengkap
Tamar Bagrationi
DinastiDinasti Bagrationi
AgamaGereja Ortodoks Georgia, kemudian Islam

Tamar Gurju Khatun (bahasa Georgia: გურჯი-ხათუნი; juga Gürgü Hatun, lahir 1237-1286) adalah seorang putri kerajaan Georgia dari dinasti Bagrationi dan permaisuri utama Kesultanan Rum yang menikah setelah kematian Muhammad II dari Khwarazm di Setelah kematiannya pada tahun 1246,[1][2] ia menikah dengan orang kuat Anatolia Mu'in al-Din Parwana. Dia adalah ibunda Sultan Kayqubad II dan pelindung Rumi.

Gelarnya Gurju Khatun berarti "Wanita Georgia" dalam bahasa Turkiye.

Kehidupan

Ia terlahir sebagai Tamar (bahasa Georgia: თამარი, Tamari) dan memiliki nama alkitabiah yang populer di Kerajaan Georgia dan dinamai sesuai dengan nama neneknya, Tamar yang Agung.[3]

Gurju Khatun adalah putri dari Ratu Rusudan dari Georgia dan pangeran Seljuk Ghias ad-Din, cucu dari Kilij Arslan II.

Dia adalah saudara perempuan Raja David VI dari Georgia.

Seperti kebanyakan orang Georgia, Tamar awalnya adalah seorang Kristen Ortodoks Timur, namun kemudian diketahui pindah agama ke Islam, setelah tuduhan yang tidak terbukti (oleh ibunya sendiri) mengenai perselingkuhan rahasia antara dirinya dan sepupunya, David Ulu, yang mengakhiri hubungan yang tadinya harmonis dengan suaminya. Dia dilaporkan dipukuli oleh suaminya dan diperintahkan untuk meninggalkan keyakinannya yang lama. Dia hanya membiarkannya memilih denominasi Islam mana yang ingin dia masuki. Gurju Khatun memilih Sufisme. Dikatakan bahwa matahari pada koin Seljuk pada masa itu melambangkan Tamar, sementara singa melambangkan sultan sendiri. Lambang ini, yang dikenal sebagai shir-u hurshid (Singa dan Matahari), kemudian menyebar luas di dunia Islam (meskipun asal-usulnya sudah ada sejak zaman dahulu). Setelah kematian Kaykhusraw pada tahun 1246, pemerintahan kesultanan diambil alih oleh Mu'in al-Din Parwana yang menikahi Gurju Khatun.

Dia dikenal sebagai seorang yang mendukung ilmu pengetahuan dan seni, dan bersahabat dengan penyair sufi terkenal Rumi. Dia juga mensponsori pembangunan makam penyair tersebut di Konya.[4]

Referensi

  1. ↑ Georgia and the Anatolian Turks in the 12th and 13th Centuries by A.C.S. Peacock, Anatolian Studies, Vol. 56 (2006), hlm. 127-146
  2. ↑ Cosmopolitanism and the Middle Ages, John M. Ganim, 51
  3. ↑ ჯაველიძე ე., ქართული საბჭოთა ენციკლოპედია, ტ. 4, გვ. 579-580, თბ., 1979 წელი.
  4. ↑ H. Crane "Notes on Saldjūq Architectural Patronage in Thirteenth Century Anatolia," Journal of the Economic and Social History of the Orient, vol. 36, no. 1 (1993), hlm. 18.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan