Rabu, 04 November 2026
05:14 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Amazasp II

Bagikan:

Amazasp II (bahasa Georgia:ამაზასპი, kadang-kadang dilatinkan sebagai Amazaspus) adalah raja Iberia (Kartli, Georgia) tengah dan timur modern dan yang terakhir dari garis keturunan P’arnavaziani menurut tarikh Georgia abad pertengahan. Sebagai putra dan penerus P’arsman III, ia dianggap memerintah pada kuartal kedua abad kedua, dari 185 hingga 189 menurut Kiril Toumanoff.

Nama Amazasp berasal dari Persia Tengah *Hamazāsp, akhirnya dari Persia kuno Hamāzāspa. Meskipun etimologi yang tepat dari *Hamazāsp/Hamāzāspa masih belum terselesaikan, ini dapat dijelaskan melalui Avesta *hamāza-, "bertabrakan/berbenturan" + aspa-, "kuda" yaitu "orang yang memiliki kuda perang".[1][2]

Tarikh Georgia menggambarkan, secara rinci, kemenangan Amazasp atas Suku Alan yang menyerang dan serangan balasannya ke wilayah Alan. Pemerintahannya selama empat tahun dilaporkan telah berakhir dalam pemberontakan para bangsawannya yang didukung oleh Armenia dan Alan. Amazasp terbunuh dalam pertempuran dan digantikan oleh keponakan pemberontaknya, Rev I.[3][4]

Pada 1996, sebuah prasasti Yunani yang tidak lengkap menyebutkan "Amazaspos, raja besar Iberia" ditemukan di Bagineti di Mtskheta, ibu kota kuno Iberia. Menurut rekonstruksi teks yang rusak oleh Tinatin Kaukhchishvili, Amazasp tampaknya telah menikah dengan putri Vologases, raja Armenia. Ini bisa berupa Amazasp II atau raja Iberia sebelumnya Amazasp I, sedangka Vologases adalah Vologases I (bertakhta 117–138/140) atau Vologases II (bertakhta skt. 180–191).[5] Prasasti Yunani terkait lainnya yang ditemukan di Bagineti menyebutkan Ratu Drakontis, yang diidentifikasi oleh David Braund dengan ratu yang disebutkan dalam prasasti pertama.[6] Prasasti-prasasti ini juga mengungkap seorang penggawa tinggi Amazaspus, "pengasuh" atau "ayah angkat" (τροφεύς) Anagranes.[6]

Referensi

  1. ↑ Rapp, Stephen H. (2009). "The Iranian Heritage of Georgia: Breathing New Life into the Pre-Bagratid Historiographical Tradition". Iranica Antiqua. 44: 660. doi:10.2143/IA.44.0.2034389.
  2. ↑ Rapp, Stephen H., Jr (2014). The Sasanian World through Georgian Eyes: Caucasia and the Iranian Commonwealth in Late Antique Georgian Literature. Routledge. hlm. 164, 224. ISBN 978-1472425522.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  3. ↑ Rapp, Stephen H. (2003), Studies In Medieval Georgian Historiography: Early Texts And Eurasian Contexts, pp. 291-292. Peeters Publishers, ISBN90-429-1318-5.
  4. ↑ Toumanoff, Cyril (1969), Chronology of the Early Kings of Iberia. Traditio 25: p. 17.
  5. ↑ T'amila Mgaloblishvili and Stephen H. Rapp Jr. (2011), "Manichaeism in Late Antique Georgia?," pp. 272–274, in In Search of Truth: Manichaica, Augustiniana & Varia Gnostica, Jacob Albert van den Berg ed. Leiden—Boston: Brill, ISBN9004189971.
  6. 1 2 Braund, David (2002). "Anagranes the τροφεύς: the court of Caucasian Iberia in the second-third centuries AD". Dalam Kacharava, Daredjan (ed.). Autour de la mer Noire: hommage à Otar Lordkipanidzé. Besançon: Presses Universitaires Franc-Comtoises. hlm. 23–34. ISBN 2-913322-89-1.
Didahului oleh:
P’arsman III
Raja Iberia
185–189
Diteruskan oleh:
Rev I
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan