Cui Tiankai | |
|---|---|
崔天凯 | |
Cui in 2018 | |
| Ambassador of China to the United States | |
| Masa jabatan April 15, 2013 –June 23, 2021 | |
| Pendahulu | Zhang Yesui |
| Pengganti | Qin Gang |
| Chinese Ambassador to Japan | |
| Masa jabatan October 9, 2007 –January 26, 2009 | |
| Pendahulu | Wang Yi |
| Pengganti | Cheng Yonghua |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | Oktober 1952 (umur 73) |
| Partai politik | Chinese Communist Party |
| Almamater |
|
Cui Tiankai (Hanzi:崔天凯; Pinyin:Cuī Tiānkǎi; lahir Oktober 1952) adalah seorang diplomat Tiongkok. Ia merupakan duta besar Tiongkok untuk Amerika Serikat terlama, dimana ia mulai menjabat dari April 2013[1] sampai Juni 2021.
Kehidupan awal
Cui Tiankai lahir di Shanghai pada 1952. Ia asli berasal dari Ningbo, Zhejiang.[2]
Cui bersekolah di Sekolah Bahasa Asing Shanghai dan lulus dari Fakultas Bahasa Asing Universitas Normal Tiongkok Timur. Setelah lulus dari Universitas Normal Tiongkok Timur, Cui belajar penerjemahan di Universitas Studi Asing Beijing.
Karir
Setelah menyelesaikan studinya di Beijing, Cui melakukan perjalanan bersama delegasi Tiongkok ke Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk bekerja sebagai penerjemah di Majelis Umum. Setelah bekerja di PBB selama lima tahun, Cui kembali ke dunia akademis untuk mengejar gelar pascasarjana dari Sekolah Studi Internasional Lanjutan Paul H. Nitze Universitas Johns Hopkins di Washington, D.C., Amerika Serikat.[3]
Setelah menyelesaikan kuliah di Universitas Johns Hopkins, ia bergabung ke Kementerian Luar Negeri Tiongkok, pertama sebagai direktur Departemen Organisasi Internasional dan Konferensi, kemudian sebagai juru bicara Departemen Informasi. Pada tahun 1997, Cui diangkat sebagai Menteri Penasihat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, sebuah posisi yang dipegangnya hingga tahun 1999. Cui terus bekerja dengan Kementerian tersebut sepanjang dekade berikutnya dan memegang posisi penting seperti Direktur Jenderal Departemen Urusan Asia, asisten menteri Kementerian Luar Negeri, dan Duta Besar untuk Jepang.[4][5] Pada 2013, Cui diangkat menjadi anggota Kongres Rakyat Nasional ke-12, kemudian diangkat oleh Xi Jinping untuk menjadi Duta Besar untuk Amerika Serikat, sesuai dengan keputusan Kongres Rakyat Nasional.[6] Pada 22 Juni 2021, setelah delapan tahun mengabdi, Cui mengumumkan bahwa ia akan meninggalkan jabatan tersebut.[7][8]
Pandangan
Pada 2012, kasus aktivis buta Chen Guangcheng menyebabkan sengketa diplomasi antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Chen diizinkan untuk belajar hukum di Tiongkok daratan sebelum pergi ke AS untuk studi lebih lanjut. Ketika Cui melihat daftar universitas yang direkomendasikan oleh orang Amerika, dia berseru: "Tidak mungkin dia akan kuliah di East China Normal, aku tidak akan satu almamater dengan orang itu!"[9]
Pada 6 Maret 2013, Cui diwawancara oleh jurnalis dari China Youth Daily saat menghadiri sesi Kongres Rakyat Nasional. "Akar dari seluruh permasalahan hubungan Tiongkok-Jepang adalah apakah Jepang bersedia sejajar dengan Tiongkok yang kuat dan maju", Cui berkata sebelum menambahkan jika Jepang bisa menerima fakta tersebut maka hubungan Tiongkok dan Jepang tidak akan menghadapi banyak masalah.[10]
Pada 8 Oktober 2013, Cui memberikan kuliah umum di Sekolah Diplomasi Lanjutan Universitas Johns Hopkins. Ia berkata bahwa sebagian orang Jepang percaya bahwa "Saat Perang Dunia II, Jepang hanya dikalahkan oleh Amerika Serikat dan bom atomnya. Sehingga, mereka hanya perlu berhubungan baik dengan Amerika Serikat saja dan menghiraukan bangsa lain." Ia menegaskan pandangan tersebut sebagai keliru dan menjelaskan, "Jepang dikalahkan oleh mereka yang mencintai perdamaian, termasuk bangsa Tionghoa dan Amerika. Akan ada konsekuensi yang buruk jika Jepang disesatkan oleh pandangan sejarah yang tidak benar."[11]
Pada 12 Juli 2016, Cui berbicara di Center for Strategic and International Studies (CSIS) setelah Tiongkok menolak hasil arbitrase pengadilan internasional yang diajukan oleh Filipina. Ia menyatakan bahwa hasil dari pengadilan internasional tersebut merupakan hasil yang ilegal karena pihak Tiongkok tidak diberikan kesempatan untuk konsultasi. Cui mengharapkan adanya solusi diplomatis untuk menyelesaikan sengketa wilayah di Laut Tiongkok Selatan dan juga menyampaikan harapan untuk pengembangan dan kegiatan bersama yang lebih sukses dengan negara-negara lain di masa mendatang.[12]
Cui memandang solusi perdamaian Perang Rusia–Ukraina yang dicetuskan oleh Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto saat acara Dialog Shangri La di Singapura pada 2023 sebagai salah satu solusi yang baik untuk meredakan konflik. Ia mengapresiasi upaya Prabowo dan mengkritik pihak Barat karena salah mengelola situasi keamanan mereka sendiri.[13]
Referensi
- ↑ "China's ambassador to the US to leave after eight years". theguardian.com. 22 Juni 2021. Diakses tanggal Juni 22, 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Cui Tiankai 崔天凯". chinavitae.com. Diakses tanggal 15 April 2019.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Biography of the Ambassador — Embassy of the People's Republic of China in the United States of America". www.china-embassy.org. Diakses tanggal 2016-04-04.
- ↑ "旅日侨胞热烈欢迎崔天凯大使履新" [A warm welcome to overseas Chinese in Japan, Ambassador Cui Tiankai took office]. www.china-embassy.or.jp (dalam bahasa Simplified Chinese). 2007-10-09. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-04-15. Diakses tanggal 2016-04-05.
- ↑ "中国驻日本大使崔天凯举行离任招待会" [Chinese Ambassador to Japan Cui Tiankai held Farewell Reception]. www.china-embassy.or.jp (dalam bahasa Simplified Chinese). 2009-01-26. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-04-15. Diakses tanggal 2016-04-05.
- ↑ "Xi appoints Cui Tiankai as new ambassador to US". usa.chinadaily.com.cn. Diakses tanggal 2016-04-05.
- ↑ "中國駐美大使崔天凱宣布離任 傳外交部副部長秦剛接任". liberty times net.com. 22 Juni 2021. Diakses tanggal Juni 22, 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "China's man in Washington Cui Tiankai heads for home after eight years". South China Morning Post (dalam bahasa Inggris). 2021-06-22. Diakses tanggal 22 Juni 2021.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Week in China (2014-06-20). "Hillary's China syndrome". Hong Kong. Diakses tanggal 2014-07-09.
- ↑ People's Daily (2013-03-06). "Discussions with Vice Minister of Foreign Affairs" (dalam bahasa Chinese). Beijing. Diakses tanggal 2013-10-09.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) - ↑ China News (2013-10-09). "Cui Tiankai: Hope Some Japanese Drop Incorrect Viewpoints on History" (dalam bahasa Chinese). Beijing. Diakses tanggal 2013-10-09.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) - ↑ Centre for Strategic and International Studies (2016-07-12). "China's Response to the South China Sea Arbitration Ruling". Washington, D.C. Diakses tanggal 2016-07-09.
- ↑ Ruehl, Mercedes; Hille, Kathrin (3 Juni 2023). "Indonesia floats Ukraine peace plan, triggering sharp western criticism". Financial Times. Diakses tanggal 16 Februari 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
| Jabatan diplomatik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Wang Yi |
Duta Besar Tiongkok untuk Jepang 2007–2010 |
Diteruskan oleh: Cheng Yonghua |
| Didahului oleh: Zhang Yesui |
Duta Besar Tiongkok untuk Amerika Serikat 2013–2021 |
Diteruskan oleh: Qin Gang |
| Menteri Qing untuk AS 1875–1912 |
|
|---|---|
| Duta ROC untuk A.S. 1912–35 |
|
| Duta besar ROC untuk A.S. 1935–79 |
|
| Ketua Kantor Liaison RRC di AS 1973–79 |
|
| Duta besar RRC untuk AS 1979–sekarang |
|