Sabtu, 24 Oktober 2026
04:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Cotylorhynchus

Cotylorhynchus

Bagikan:
Cotylorhynchus
Rentang waktu: Kungurian - Roadian, 279.5–270 jtyl
330px-Cotylorhynchus_romeria_from_Norman%2C_Oklahoma.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tengkorak C. romeri yang dipajang di Sam Noble Oklahoma Museum of Natural History.
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Klad: Synapsida
Klad: †Caseasauria
Famili: †Caseidae
Genus: †Cotylorhynchus
Stovall, 1937
Spesies tipe
†Cotylorhynchus romeri
Stovall, 1937
Spesies
  • †C. romeri Stovall, 1937
  • †C. hancocki Olson & Beerbower, 1953
  • †C. bransoni Olson & Barghusen, 1962
Artikel takson sembarang
250px-Cotylorhynchus_NT_small.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Restorasi seniman untuk C. romeri

Cotylorhynchus adalah sebuah genus synapsida caseid punah yang hidup pada periode Perem Awal (Kungurium) dan kemungkinan pada Perem Tengah (Roadium) di wilayah yang sekarang menjadi Texas dan Oklahoma. Banyaknya jumlah spesimen genus ini yang telah ditemukan menjadikannya sebagai jenis caseid yang paling banyak dipelajari. Seperti semua caseid herbivor lainnya, Cotylorhynchus memiliki moncong pendek yang miring ke depan dan lubang hidung yang sangat besar. Kepalanya sangat kecil dibandingkan dengan ukuran tubuhnya, yang sangat besar, berbentuk seperti gentong dan berekor panjang. Anggota geraknya pendek dan kekar. Tangan dan kakinya berujung pada jari-jari yang pendek dan lebar, dengan cakar yang kuat. Bentuk tubuhnya yang demikian diyakini menyandang usus yang besar, menyiratkan bahwa hewan ini harus memakan banyak sekali tumbuhan dengan kadar gizi yang rendah. Hewan-hewan caseid umumnya dianggap sebagai hewan terestrial,[1] meski statusnya sebagai hewan semi-akuatik telah diusulkan oleh beberapa ahli.[2] Genus ini diwakili oleh tiga spesies, dengan yang paling besar dapat mencapai panjang lebih dari 6 meter. Namun, sebuah studi tahun 2022 menyarankan bahwa genus ini kemungkinan parafiletik, dengan dua dari tiga spesiesnya kemungkinan tergolong ke genera lainnya.[3]

Referensi

  1. ↑ Olson, E.C. (1968). "The family Caseidae". Fieldiana: Geology. 17: 225–349.
  2. ↑ Lambertz, M.; Shelton, C.D.; Spindler, F.; Perry, S.F. (2016). "A caseian point for the evolution of a diaphragm homologue among the earliest synapsids". Annals of the New York Academy of Sciences. 1385 (1): 1–18. Bibcode:2016NYASA1385....3L. doi:10.1111/nyas.13264. PMID 27859325. S2CID 24680688.
  3. ↑ Werneburg, R.; Spindler, F.; Falconnet, J.; Steyer, J.-S.; Vianey-Liaud, M.; Schneider, J.W. (2022). "A new caseid synapsid from the Permian (Guadalupian) of the Lodève basin (Occitanie, France)" (PDF). Palaeovertebrata. 45 (45(2)-e2): e2. doi:10.18563/pv.45.2.e2. S2CID 253542331.
Tetrapodomorpha
Tetrapoda
Synapsida
    • lihat di bawah↓
†Caseasauria
Eothyrididae
Caseidae
†Varanopidae?
Mycterosaurinae
Varanodontinae
Metopophora
†Ophiacodontidae
Haptodontiformes
    • lihat di bawah↓
Ennatosaurus tecton Varanosaurus acutirostris
†Edaphosauridae
†Palaeohatteriidae
Sphenacodontoidea
†Sphenacodontidae
Sphenacodontinae
Therapsida
Gordodon kraineri Secodontosaurus obtusidens
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan