Kamis, 22 Oktober 2026
16:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Cokelat susu

Cokelat susu

Jenis cokelat

Bagikan:
Cokelat susu
Sebatang cokelat susu
Cokelat susu batangan
JenisMakanan manis
Tempat asal Swiss
Dibuat olehDaniel Peter
Diciptakan tahun1875
Bahan utama

Cokelat susu adalah cokelat padat yang mengandung kakao, gula, dan susu. Cokelat susu awalnya dijual dan dikonsumsi sebagai minuman pada zaman pra-Kolumbus, dan setelah diperkenalkan ke Eropa Barat. Produsen utama cokelat susu diantaranya Ferrero, Hershey, Mondelēz, Mars, dan Nestlé. Produsen-produsen ini menguasai pasar dengan lebih dari 50% cokelat susu yang dijual di seluruh dunia. Meskipun 4/5 dari semua cokelat susu dijual di Amerika Serikat dan Eropa, jumlah produksi yang semakin besar berada di Tiongkok dan Amerika Latin. Sementara rasa dan tekstur menjadi kunci keberhasilannya, cokelat susu juga secara historis dipromosikan sebagai makanan sehat, terutama untuk anak-anak. Bukti terbaru menunjukkan bahwa cokelat tersebut dapat memberikan manfaat kesehatan antioksidan.

Kata chocolate ada dalam bahasa Inggris sekitar tahun 1600, yang awalnya merujuk pada cokelat hitam. Istilah "cokelat susu" pertama digunakan untuk minuman yang dibawa ke London dari Jamaika pada tahun 1687, tetapi baru setelah penemu asal Swiss Daniel Peter berhasil menggabungkan kakao dan susu kental pada tahun 1875, dan menciptakan cokelat susu batangan. Swiss dengan cepat berkembang sebagai pusat produksi cokelat susu, terutama setelah pengembangan mesin conching oleh Rodolphe Lindt, dan semakin banyak mengekspor ke pasar internasional. Cokelat susu menjadi arus utama pada awal abad ke-20 setelah peluncuran cokelat batangan Cadbury Dairy Milk dan Hershey, sementara Belgia melihat berkembangnya pembuat cokelat dengan sembilan puluh produsen di Brussel pada tahun 1920-an. Pada saat yang sama, cokelat susu digabungkan dengan bahan lain, seperti nougat, untuk membentuk berbagai jenis, termasuk Toblerone pada tahun 1908, Goo Goo Cluster pada tahun 1912 dan Kit Kat pada tahun 1935. Penyebaran global cokelat susu berlanjut ke abad berikutnya, seiring dengan meningkatnya konsolidasi di pasar. Perkembangan yang lebih baru adalah munculnya Fair Trade dan cokelat bersertifikasi UTZ Certified yang bertujuan untuk memberikan jaminan bagi para pelanggan. Pada tahun 2018, pasar cokelat susu bernilai sekitar $63,2 miliar.

Referensi

Kutipan

Bibliografi

  • Beckett, Steve T. (2017). "Traditional Chocolate Making". Dalam Beckett, Steve T.; Fowler, Mark S.; Ziegler, Gregory R. (ed.). Beckett's Industrial Chocolate Manufacture and Use. Chichester: Wiley. hlm. 1–8. ISBN 978-1-11878-014-5.
  • Burns Windsor, David (1980). The Quaker Enterprise: Friends in Business. London: Frederick Muller Ltd. ISBN 978-0-58410-257-4.
  • Coe, Sophie D.; Coe, Michael D. (2019). The True History of Chocolate. London: Thames and Hudson. ISBN 978-0-50029-474-1.
  • Fabian, Maike; Möge, Sirko; Wünsche, Katja (2006). "Lever mit Schokolade: Wie sich Desdner Geschmacksinn entwickelte" [Leveraging chocolate: How Dresden's sense of taste developed]. Dresden: ethnografische Erkundungen einer Residenzstadt [Dresden: An Ethnographic Exploration of a Royal Seat] (dalam bahasa Jerman). Leipzig: Leipzig University Press. hlm. 177–207. ISBN 978-3-86583-118-7.
  • Fromm, Ingrid (2019). "From Small Chocolatiers to Sustainable Sourcing: A Historical Review of the Swiss Chocolate Industry". Dalam Squicciarini, Johan F. M.; Swinnen, Mara P. (ed.). The Economics of Chocolate. Oxford: Oxford University Press. hlm. 71–87. ISBN 978-0-19883-340-6.
  • IMARC (2018). Milk Chocolate Market: Global Industry Trends, Share, Size, Growth, Opportunity and Forecast 2019-2024 (Laporan). Arlington: IMARC.
  • Lambert, Joshua D. (2017). "Nutritional and Health Aspects of Chocolate". Dalam Beckett, Steve T.; Fowler, Mark S.; Ziegler, Gregory R. (ed.). Beckett's Industrial Chocolate Manufacture and Use. Chichester: Wiley. hlm. 521–531. ISBN 978-1-11878-014-5.
  • Langen, Nina; Hartmann, Monika (2019). "Chocolate Brands' Communication of CSR in Germany". Dalam Squicciarini, Johan F. M.; Swinnen, Mara P. (ed.). The Economics of Chocolate. Oxford: Oxford University Press. hlm. 247–267. ISBN 978-0-19883-340-6.
  • Li, Fan; Mo, Di (2019). "The Burgeoning Chocolate Market in China". Dalam Squicciarini, Johan F. M.; Swinnen, Mara P. (ed.). The Economics of Chocolate. Oxford: Oxford University Press. hlm. 383–399. ISBN 978-0-19883-340-6.
  • Meloni, Giulia; Swinnen, Loreto (2019). "Chocolate Regulations". Dalam Squicciarini, Johan F. M.; Swinnen, Johan (ed.). The Economics of Chocolate. Oxford: Oxford University Press. hlm. 268–306. ISBN 978-0-19883-340-6.
  • Mo, Di; Rozelle, Scott; Zhang, Linxiu (2019). "Chocolate Brands and Preferences of Chinese Consumers". Dalam Squicciarini, Johan F. M.; Swinnen, Mara P. (ed.). The Economics of Chocolate. Oxford: Oxford University Press. hlm. 170–179. ISBN 978-0-19883-340-6.
  • Moramarco, Stefania; Nemi, Loreto (2019). "Nutritional and Health Effects of Chocolate". Dalam Squicciarini, Johan F. M.; Swinnen, Mara P. (ed.). The Economics of Chocolate. Oxford: Oxford University Press. hlm. 134–156. ISBN 978-0-19883-340-6.
  • Poelmans, Eline; Swinnen, Johann (2019). "A Brief Economic History of Chocolate". Dalam Squicciarini, Johan F. M.; Swinnen, Mara P. (ed.). The Economics of Chocolate. Oxford: Oxford University Press. hlm. 11–42. ISBN 978-0-19883-340-6.
  • Wohlmuth, Edward G. (2017). "Recipes". Dalam Beckett, Steve T.; Fowler, Mark S.; Ziegler, Gregory R. (ed.). Beckett's Industrial Chocolate Manufacture and Use. Chichester: Wiley. hlm. 492–508. ISBN 978-1-11878-014-5.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan