Minggu, 01 November 2026
17:21 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Clotaire I

Clotaire I

Bagikan:
Clotaire I
250px-Monnaie_d%27argent_de_Clotaire_Ier.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Koin perak Clotaire I
Raja Soissons
Berkuasa511–558
PendahuluClovis I
PenerusChilperic I
Raja Orléans
Berkuasa524–558
PendahuluClodomir
PenerusSt. Guntram
Raja Reims
Berkuasa555–558
PendahuluThibaud
PenerusSigebert I
Raja Paris
Berkuasa558
PendahuluChildebert I
PenerusCaribert I
Raja Franka
Berkuasa558–561
PendahuluKosong (terakhir dijabat oleh Clovis I)
PenerusKosong (terakhir dijabat oleh Clotaire II)
Lahirskt. 497
Meninggal29 November 561
Compiègne
AyahClovis I
IbuClotilda
PasanganGondioque
Radegunda
Ingunda
Aregonda
Chunsina
KeturunanGunthar
Childeric
Caribert I
Guntram
Sigebert I
Chilperic I
Chlothsind
Chram
DinastiMeroving
AgamaKatolik Roma

Clotaire I disebut yang Tua (atau Chlotar, Clothar, Chlotochar atau Hlothar), lahir pada sekitar tahun 498, meninggal pada tanggal 29 November atau 31 Desember 561,[1] merupakan seorang raja Franka dari Dinasti Meroving, ia adalah putra Clovis, raja Franka yang meninggal pada tahun 511. Clotaire menjadi raja Soissons pada tahun 511, raja Orléans pada tahun 524,[2] raja Bourgogne[3] pada tahun 534, raja Metz pada tahun 555, raja Paris pada tahun 558.

Catatan

Referensi

  1. ↑ Généalogie de Templat:Souverain- sur le site Medieval Lands
  2. ↑ Sebagai wali penguasa pada tahun 524 (menikah dengan Gondioque) ; secara hukum, setelah kematian keturunan Clodomir, bahwa halaman (infra) terletak pada tahun 532.
  3. ↑ Dengan saudaranya Childebert hingga tahun 558

Bacaan selanjutnya

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Chlothar I.
Clotaire I
Lahir: 497 Meninggal: 561
Didahului oleh:
Clovis I
Raja Soissons
511–558
Diteruskan oleh:
Chilperic I
Didahului oleh:
Clodomir
Raja Orléans
524–558
Diteruskan oleh:
Guntram
Didahului oleh:
Thibaud
Raja Reims
555–558
Diteruskan oleh:
Sigebert I
Pindah ke Metz
Didahului oleh:
Childebert I
Raja Paris
558
Diteruskan oleh:
Caribert I
Lowong
Terakhir dijabat oleh
Clovis I
Raja Franka
558–561
Lowong
Selanjutnya dijabat oleh
Clotaire II
Theodebert I, 534-548.
Childeric I (457-481).
Bernama Francia sejak 481 hingga 843, Francia Barat sejak 843 hingga 987, dan Prancis sejak 987
Bergelar Presiden Republik sejak 1871, kecuali sejak 1940 hingga 1944 (Kepala Negara) dan 1944 hingga 1947 (Kepala Pemerintahan Sementara)
Silsilah keluarga kerajaan (terperinci) | Silsilah keluarga kerajaan (sederhana) | Daftar Presiden Prancis
Meroving (486–751)
Wangsa Karoling
Kekaisaran Karoling (751–987)
Wangsa Kapetia (987–1328)
Wangsa Valois (1328–1589)
Wangsa Lancaster (1422–1453)
Wangsa Bourbon (1589–1792)
Republik Pertama (1792–1804)
Kekaisaran Pertama (1804–1815)
Restorasi Bourbon (1815–1830)
Monarki Juli (1830–1848)
Republik Kedua (1848–1852)
Kekaisaran Kedua (1852–1870)
Pemerintahan Pertahanan Nasional (1870–1871)
Republik Ketiga (1871–1940)
Prancis Vichy (1940–1944)
Pemerintahan Sementara (1944–1947)
Republik Keempat (1947–1958)
Republik Kelima (1958–sekarang)
Yang dicetak miring adalah penguasa yang diperdebatkan atau pemerintahan interim
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan