Sabtu, 17 Oktober 2026
23:12 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Chun Qiu

Chun Qiu

Bagikan:
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia.
Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Chun Qiu" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
330px-Spring_and_Autumn_Annals_annoted.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Replika buatan abad ke-19, catatan tafsiran tentang kitab Chunqiu karya Du Yu, seorang sarjana Konfusius yang hidup di negara Cao Wei.
Musim Semi dan Gugur

330px-Chunqiu_%28Chinese_characters%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Chunqiu dalam aksara segel (atas) dan aksara reguler (bawah)
Hanzi: 春秋
Makna harfiah: "Musim Semi dan Gugur"
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Chūnqiū
- Wade-Giles: Ch'un1-ch'iu1
- Gwoyeu Romatzyh: Chuenchiou
Min Nan
- Romanisasi POJ: Chhun-chhiu
Yue (Kantonis)
- Romanisasi Yale: Chēun-chāu
- Jyutping: Ceon1-cau1

Chun Qiu atau Chunqiu (Hanzi: 春秋, Musim Semi dan Gugur) adalah kitab kronik Tiongkok kuno yang telah menjadi salah satu inti kitab klasik Tiongkok sejak zaman kuno. Chunqiu merupakan kronik resmi negara Lu selama 241 tahun (dari tahun 722 hingga 481 SM) dan menjadi teks sejarah Tiongkok paling awal yang masih ada hingga saat ini yang disusun dalam bentuk tawarikh.[1] Karena kitab ini secara tradisional dianggap disusun oleh Konfusius (meskipun banyak pihak yang meragukannya termasuk Liu Zhiji, yang menganggap kitab ini adalah karya kolektif para sejarawan di negara Lu),[2] maka kitab Chunqiu dimasukkan sebagai salah satu dari Lima Klasik sastra Tiongkok.

Kitab "tawarikh" ini mencatat berbagai peristiwa utama per tahun yang terjadi di negara Lu, seperti acara kenaikan takhta, pernikahan, kematian, pemakaman para penguasa, peperangan, ritual pengorbanan, dan fenomena serta bencana alam yang dianggap penting secara ritual.[1] Judul peristiwanya ditulis dengan singkat, rata-rata hanya 10 karakter aksara Han per judul dan tidak diberi penjelasan lebih lanjut tentang peristiwa yang terjadi atau catatan percakapan.[1]

Selama Periode Negara-Negara Berperang, telah dibuat sejumlah kitab narasi untuk menafsirkan atau menguraikan dan menggali makna yang lebih dalam dari judul-judul singkat yang ada di dalam kitab Chunqiu. Salah satunya yang paling terkenal adalah kitab Zuo zhuan, yang pada akhirnya menjadi kitab klasik dengan ciri khasnya sendiri dan menjadi sumber frasa serta idiom dalam bahasa Tionghoa dibandingkan dengan kitab klasik lainnya.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Wilkinson (2012), hlm. 612. sfnp error: tanpa target: CITEREFWilkinson2012 (bantuan)
  2. ↑ 《史通・惑经》


Ikon rintisan

Artikel bertopik sastra ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan