Senin, 12 Oktober 2026
19:32 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Aksara reguler

Aksara reguler

Bagikan:
Aksara reguler
250px-KaishuOuyangxun.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jenis aksara
BahasaTionghoa Kuno, Tionghoa Pertengahan, Tionghoa Modern
Periode
Tiongkok Zaman Perunggu, Tiongkok Zaman Besi, saat sekarang
Aksara terkait
Silsilah
Aksara turunan
Kanji
Kana
Hanja
Zhuyin
Tionghoa Sederhana
Chu Nom
Aksara Khitan
Aksara Jurchen
Aksara Tangut
Nü Shu
Pengkodean Unicode
4E00–9FFF, 3400–4DBF, 20000–2A6DF, 2A700–2B734, 2F00–2FDF, F900–FAFF
 Artikel ini mengandung transkripsi fonetik dalam Alfabet Fonetik Internasional (AFI).Untuk bantuan dalam membaca simbol AFI, lihat Bantuan:Pengucapan.Untuk penjelasan perbedaan [ ], / / dan ⟨ ⟩, Lihat IPA § Tanda kurung dan delimitasi transkripsi.

Aksara reguler (Hanzi tradisional:楷書; Hanzi sederhana:楷书; Pinyin:kǎishū; Hepburn: kaisho), juga dinamakan 正楷 (Pinyin:zhèngkǎi), 真書 (zhēnshū), 楷體 (kǎitǐ) dan 正書 (zhèngshū), adalah gaya penulisan bahasa Tionghoa terbaru (muncul oleh Dinasti Cao Wei sekitar 200 M dan matang secara sastra dan seni sekitar abad ke-7), sehingga menjadi yang paling umum dalam penulisan dan publikasi modern (setelah gaya Ming dan gotik, digunakan secara eksklusif dalam percetakan).

Sejarah

250px-Sheng_jiao_xu.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sheng Jiao Xu oleh Chu Suiliang: kaligrafi dari gaya Kaishu. 其數然而天地苞/乎陰陽而易識者/以其有象也陰陽/處乎天地而難窮
Aksara reguler

120px-Kaishu.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Aksara Han untuk "Aksara reguler" dalam aksara Tionghoa Tradisional (kiri) dan dalam bentuk sederhana (kanan).
Hanzi tradisional: 楷書
Hanzi sederhana: 楷书
Makna harfiah: aksara model
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: kǎishū
- Wade-Giles: k'ai3-shu1
Yue (Kantonis)
- Romanisasi Yale: kaái syū
- Jyutping: kaai² syu¹
nama alternatif
Hanzi tradisional: 真書
Hanzi sederhana: 真书
Makna literal: aksara riil
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: zhēnshū
- Wade-Giles: chên1-shu1
Yue (Kantonis)
- Romanisasi Yale: jān syū
- Jyutping: zan¹ syu¹
Aksara Han
Aksara Han
Tulisan
Gaya dan Jenis Huruf
Karakteristik
Varian
Standar bentuk aksara
Grafem-standar penggunaan
Standar sebelumnya
Reformasi
Tiongkok
Jepang
Tiongkok-Jepang
Korea
Singapura
Homograf
Penggunaan dalam tulisan khusus

Aksara reguler muncul antara Dinasti Han Timur dan Cao Wei,[1] dan master pertamanya yang terkenal adalah Zhong Yao (kadang dibaca Zhōng Yóu; 鍾繇),[2] yang hidup di periode Han Timur dan Cao Wei, sekitar tahun 151–230 M. Dia dikenal sebagai "bapak aksara reguler", dan karyanya yang terkenal mencakup Xuānshì Biǎo (宣示表), Jiànjìzhí Biǎo (薦季直表), dan Lìmìng Biǎo (力命表).

Namun, selain beberapa sastrawan, sangat sedikit yang menulis dengan aksara ini pada saat itu; kebanyakan masih meneruskan menulis dengan aksara neoklerikal, atau bentuk campuran semikursif dan neoklerikal.[1] Aksara reguler tidak dominan sampai awal Dinasti Selatan dan Utara, pada abad ke-5; aksara ini merupakan variasi dari aksara reguler yang muncul dari aksara neoklerikal serta dari aksara reguler Zhong Yao,[3] dan dinamakan "reguler Wei" (魏楷 Weikai). Oleh karena itu, aksara reguler memiliki pertalian dengan aksara semikursif awal serta neoklerikal.

Aksara ini dianggap matang secara sastra dan seni pada masa Dinasti Tang, dengan kaligrafer aksara reguler yang paling terkenal dan sering ditiru dari periode itu adalah:

Karakteristik

Aksara reguler dengan lebar (atau panjang) lebih dari 5 cm (2 inci) biasanya dianggap aksara reguler besar, atau Dakai (大楷), dan yang lebih kecil dari 2 cm (0,8 inci) biasanya disebut aksara reguler kecil, atau xiaokai (小楷). Sedangkan yang berukuran di antaranya biasanya disebut aksara reguler menengah, atau Zhongkai (中楷). Ukuran ini adalah relatif terhadap aksara lain. Delapan Prinsip Yong dikatakan berisi variasi sebagian besar goresan yang ditemukan dalam aksara reguler.

Karya tulis penting dalam aksara reguler tersebut mencakup:

  • "Catatan Seni Patung Yao Boduo" (姚伯多造像記) pada masa Dinasti Selatan dan Utara
  • "Monumen Jenderal Guangwu" (廣武將軍碑) pada masa Dinasti Selatan dan Utara
  • "Monumen di Kuil Longzang" (龍藏寺碑) dari Dinasti Sui
  • "Tulisan Batu Nisan Sui Xiaoci" (蘇孝慈墓誌) dari Dinasti Sui
  • "Tulisan Batu Nisan Dong Jelita" (董美人墓誌) dari Dinasti Sui
  • "Prasasti Lǐquán Istana Jiucheng" (九成宮醴泉銘) dari Dinasti Tang

Referensi

  1. 1 2 Qiú 2000 p. 143
  2. ↑ Qiú 2000 p. 142
  3. ↑ Qiú 2000 p. 146

Bacaan lebih lanjut

  • Qiu Xigui (2000). Chinese Writing. Translation of 文字學概論 by Mattos and Norman. Early China Special Monograph Series No. 4. Berkeley: The Society for the Study of Early China and the Institute of East Asian Studies, University of California, Berkeley. ISBN 1-55729-071-7.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Regular script.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan