Senin, 12 Oktober 2026
02:30 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka

Christian-Peter Friese

Bagikan:
250px-Gedenktafel_Kiefholzstr_100_%28Pl%C3%A4nt%29_Gl%C3%B6de_Hartmann_Friese.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Plakat peringatan di Kiefholzstraße 100, Berlin-Plänterwald mengenang Christian-Peter Friese, bersama dengan Wolfgang Glöde dan Jörg Hartmann

Christian-Peter Friese (5 Agustus 1948 – 25 Desember 1970) adalah salah satu korban di Tembok Berlin. Para anggota Pasukan Perbatasan Republik Demokrat Jerman menembaknya saat berniat lari dari Jerman Timur.

Biografi

Ia adalah anak tunggal dari ibunya, dan dibesarkan olehnya di Naumburg. Ayahnya tidak diketahui. Setelah sekolah, ia dilatih menjadi mekanika mobil. Di Naumburg, mendapatkan pekerjaan di Deutsche Reichsbahn (Jerman Timur).[1][2]

Referensi

Pranala luar

Artikel utama
Monumen, museum
dan gelari
Perlintasan
Kematian terkait
Tembok
Tokoh lain yang dikaitkan
dengan Tembok
Tembok dalam pidato
Dalam budaya populer
Lain-lain
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan