Sabtu, 31 Oktober 2026
15:19 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Chris Gueffroy

Chris Gueffroy

Bagikan:
Chris Gueffroy
250px-Window_chrisgueffroy.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Chris Gueffroy, di Jendela Kenangan, Monumen Tembok Berlin, Bernauer Straße
Lahir(1968-06-21)21 Juni 1968
Meninggal6 Februari 1989(1989-02-06) (umur 20)
Jalur Perbatasan
Penyebab kematian
Ditembak penjaga saat berupaya meninggalkan Berlin Timur
Jenazah ditemukan
Bendungan distrik Britz
52°27′32″N 13°28′08″E / 52.458914°N 13.469°E / 52.458914; 13.469 (Site of Chris Gueffroy Fatality)
Tempat peristirahatan terakhir
,
Pemakaman Baumschulenweg, Berlin-Treptow
52°27′41″N 13°29′43″E / 52.461355°N 13.495368°E / 52.461355; 13.495368 (Grave of Chris Gueffroy)
MonumenMonumen Chris Gueffroy
Dikenal karenaOrang terakhir yang tewas akibat pemakaian senjata api di Tembok Berlin

Chris Gueffroy (21 Juni 1968 – 6 Februari 1989) adalah orang terakhir yang ditembak saat berupaya kabur dari Berlin Timur di sepanjang Tembok Berlin.

Biografi

Chris Gueffroy lahir di Viereck, Pasewalk, Mecklenburg-Vorpommern pada 21 Juni 1968. Ia memiliki seorang kakak, Stefan Gueffroy.

Referensi

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Chris Gueffroy.
Artikel utama
Monumen, museum
dan gelari
Perlintasan
Kematian terkait
Tembok
Tokoh lain yang dikaitkan
dengan Tembok
Tembok dalam pidato
Dalam budaya populer
Lain-lain
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan