Rabu, 14 Oktober 2026
18:46 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Cenderawasih botak

Cenderawasih botak

Bagikan:
Cendrawasih botak
250px-Wilson%27s_Bird_of_Paradise.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
C. respublica
Nama binomial
Cicinnurus respublica
Bonaparte, 1850
Artikel takson sembarang

Cendrawasih botak atau dalam nama ilmiahnya Cicinnurus respublica adalah sejenis burung pengicau berukuran kecil, dengan panjang sekitar 21 cm, dari marga Cicinnurus. Lebih tepatnya Jantannya dapat mencapai panjang 16 sentimeter (6,3 inci) (21 cm termasuk ruas tengah) dan berat 53–67 g, sementara betinanya dapat mencapai panjang 16 cm, tetapi beratnya 52–60 g.[1] Burung jantan dewasa memiliki bulu berwarna merah dan hitam dengan tengkuk berwarna kuning, mulut hijau terang, kaki berwarna biru dan dua bulu ekor ungu melingkar. Kulit kepalanya berwarna biru muda terang dengan pola salib ganda hitam. Burung betina berwarna coklat dengan kulit kepala biru muda.

Endemik Indonesia, Cenderawasih botak hanya ditemukan di hutan dataran rendah pada pulau Waigeo dan Batanta di kabupaten Raja Ampat, provinsi Papua Barat. Pakan burung Cendrawasih Botak terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga kecil.

Musim kawin cenderawasih botak terjadi sebanyak dua kali dalam satu tahunnya. Musim kawin pertama terjadi antara bulan Mei dan Juni, dan kedua terjadi pada musim gugur di bulan Oktober. Selama musim kawin, pejantan menghabiskan waktunya membersihkan lantai dansa (tanah) untuk mempertunjukkan tariannya. Mereka juga menjaga kebersihan dan membuang dedaunan, ranting, atau apa pun yang menutupi tanah hutan.Kemudian mereka melakukan tarian kawin yang rumit untuk mengesankan calon pasangannya.[1] Burung jantan biasanya memamerkan pelindung dada yang menarik dan mengiringi tarian kawin dengan nyanyian dan panggilan.[2]

Penamaan ilmiah spesies ini diberikan oleh keponakan Kaisar Napoleon Bonaparte yang bernama Charles Lucien Bonaparte dan sempat menimbulkan kontroversi. Bonaparte, seorang pengikut aliran republik, mendeskripsikan burung Cenderawasih Botak dari spesimen yang di beli oleh seorang ahli biologi Inggris bernama Edward Wilson beberapa bulan sebelum John Cassin, yang akan menamakan burung ini untuk menghormati Edward Wilson. Tigabelas tahun kemudian, ahli hewan Jerman yang bernama Heinrich Agathon Bernstein menemukan habitat Cenderawasih Botak di pulau Waigeo.

Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan yang terus berlanjut, serta populasi dan daerah di mana burung ini ditemukan sangat terbatas, Cenderawasih Botak dievaluasikan sebagai berisiko hampir terancam di dalam IUCN Red List. Burung ini didaftarkan dalam CITES Appendix II.

Deskripsi

Cenderawasih botak berukuran agak kecil. Jantan dapat mencapai panjang 16 sentimeter (6,3 inci) (21 cm termasuk persegi panjang tengah) dan berat 53–67 g, sedangkan betina dapat mencapai panjang 16 cm, tetapi berat 52–60 g. [4] Burung cenderawasih jantan berwarna merah dan hitam , dengan mantel kuning di lehernya, mulut hijau muda, kaki biru tua, dan dua bulu ekor ungu melengkung. Kepalanya berwarna biru telanjang, dengan pola silang ganda berwarna hitam di atasnya. Betina adalah burung kecoklatan dengan kepala tanpa bulu di kepalanya yang berwarna biru (maka dari itu disebut "botak")

Jika dilihat langsung, kulit tanpa bulu berwarna biru di ubun-ubun kepala burung begitu cerah hingga terlihat jelas di malam hari; punggung merah tua dan dada hijau beludru subur, ekor melengkung berkilau perak cerah.

Referensi

  1. 1 2 "BBC Earth | Environment, Climate Change, AI, Food, Health, Social, & Technology". www.bbc.com (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-09-27.
  2. ↑ "Wilson's bird-of-paradise videos, photos and facts - Cicinnurus respublica". Arkive (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-09-27.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan