Rabu, 21 Oktober 2026
21:23 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Celepuk rinjani

Celepuk rinjani

spesies burung

Bagikan:
Celepuk rinjani
250px-Rinjani_Scops_Owl_Otus_jolandae%2C_Lombok_-_journal.pone.0053712.g001-right.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Celepuk rinjani
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
O. jolandae
Nama binomial
Otus jolandae
Sangster et al., 2013
Artikel takson sembarang

Celepuk rinjani (Otus jolanodea) adalah sejenis Burung hantu celepuk yang hanya terdapat di Pulau Lombok, Nusa Tenggara. Satu-satunya jenis burung endemik di pulau itu, pertama kali ditemukan pada bulan September 2003[1][2] dan secara resmi teridentifikasi pada tahun 2013.[3] Namanya diambil dari Gunung Rinjani, gunung yang terdapat di pulau tersebut.

Burung ini pertama kali ditemukan oleh seorang naturalis asal Inggris, Alfred Everett, pada Mei 1896. Pada mulanya, jenis ini diberi nama Pisorhina albiventris. Kemudian, burung jenis ini dianggap sebagai anak jenis dari celepuk Maluku dan mendapat nama ilmiah Otus magicus albiventris. Celepuk maluku (Otus magicus) sendiri merupakan jenis burung endemik yang tersebar di Kepulauan Maluku dan Nusa Tenggara (Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba serta pulau-pulau kecil di sekitarnya).[4]

Celepuk Rinjani pada saat ini masuk ke dalam daftar 1 dari 25 fauna yang hampir punah dan tercatat di Balai Taman Nasional Rinjani (BTNGR). Status tersebut selanjutnya diperkuat oleh Uni International Conservation of The Nature (UICN), sebuah badan yang mengurus soal konservasi alam ini sejak tahun 2016 lalu menetapkan Celepuk Rinjani sebagai fauna Near Thretened (hampir punah). Kepunahan Celepuk Rinjani sebagian besar disebabkan akibat degradasi lahan hutan. Apalagi habitat jenis Otus yang satu ini hidup di ekosistem ekoton.[5]

Etimologi

Julukan spesifik jolandae diberikan pada spesies ini untuk menghormati Dr Jolanda Luksenburg, seorang ahli biologi yang menemukan spesies ini pada tahun 2003. Nama Indonesia untuk spesies ini adalah Celepuk rinjani yang merujuk kepada Gunung Rinjani, gunung berapi aktif setinggi 3700 m yang terdapat di Lombok. Burung ini juga dikenal secara lokal sebagai burung pok, mengacu secara onomatope untuk tiruan bunyi dari burung tersebut.[3]

Deskripsi dan identifikasi

Seperti kebanyakan burung hantu bergenus Otus lainnya, Celepuk rinjani berwarna coklat, berbintik-bintik warna putih.[3] Apabila dilihat dari sisi fisik, Celepuk Rinjani memiliki kemiripan dengan Otus Albiventris (endemik di Pulau Sumbawa). Namun demikian, dari proses penelitian, perbedaan yang mencolok terletak pada bentuk tubuh bagian atas. Perbedaan itu terutama pada motif garis kecoklatan yang lebih tipis dengan mahkota yang lebih gelap.[5] Burung ini juga sangat mirip penampilannya dengan Celepuk maluku, O. magicus, tetapi memiliki panggilan yang berbeda, siulannya lebih bersih daripada siulan serak-serak dari O. magicus.[3]

Referensi

  1. ↑ "Unique Calls Reveal New Owl Species". Live Science. Diakses tanggal 2013-02-14.
  2. ↑ "A new owl species from Indonesia is formally described". BBC News. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-04-09. Diakses tanggal 2013-02-14.
  3. 1 2 3 4 Sangster, G.; King, B. F.; Verbelen, P.; Trainor, C. R. (2013). "A new owl species of the genus Otus (Aves: Strigidae) from Lombok, Indonesia". PLoS ONE. 8 (2): e53712. doi:10.1371/journal.pone.0053712. PMC 3572129. PMID 23418422.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  4. ↑ Wihardandi, Aji (14 Februari 2013). "Celepuk Rinjani, Spesies Baru dari Pulau Lombok". www.mongabay.co.id. Diakses tanggal 18 September 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 Jejak Lombok (3 Agustus 2020). "Celepuk Rinjani dalam Bayang Kepunahan Akibat Degradasi Hutan". www.jejaklombok.com. Diakses tanggal 18 September 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Otus jolandae.


Ikon rintisan

Artikel bertopik burung ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan