Rabu, 23 September 2026
06:23 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Cedera

Cedera

kerusakan pada organisme yang disebabkan oleh sumber eksternal

250px-Crabeater_Seal_Injured_by_Predator.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seekor anjing laut pemakan kepiting yang terluka oleh predator

Cedera atau jejas (bahasa Inggris: injury) adalah kerusakan fisiologis pada jaringan hidup organisme apa pun, baik pada manusia, hewan, atau tumbuhan.

Cedera dapat disebabkan oleh banyak cara, termasuk secara mekanis dengan penetrasi oleh benda tajam seperti gigi atau benda tumpul, oleh panas atau dingin, atau oleh bisa dan biotoksin. Cedera memicu respons peradangan pada manusia dan banyak takson hewan, yang memicu penyembuhan luka. Baik pada manusia, tumbuhan maupun hewan, zat sering dilepaskan untuk membantu menutup luka, membatasi kehilangan cairan dan masuknya patogen seperti bakteri. Banyak organisme mengeluarkan bahan kimia antimikroba yang membatasi infeksi luka, selain itu manusia dan hewan memiliki berbagai respons imun untuk tujuan yang sama. Baik manusia, tumbuhan, maupun hewan memiliki mekanisme pertumbuhan kembali yang dapat menghasilkan penyembuhan total atau sebagian pada cedera. Sel pun dapat memperbaiki kerusakan sampai batas tertentu.

Cedera pada organisme

Hewan

Artikel utama: Cedera pada hewan
250px-Zauneidechse_1469.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seekor kadal pasir betina yang telah melepaskan ekornya ketika diserang oleh predator, dan telah mulai menumbuhkan kembali ekor dari lokasi cedera

Cedera pada hewan terkadang didefinisikan sebagai kerusakan mekanis pada struktur anatomi,[1] tetapi memiliki konotasi yang lebih luas yaitu kerusakan fisik dengan penyebab apa pun termasuk tenggelam, luka bakar, dan keracunan. Kerusakan tersebut dapat disebabkan oleh upaya pemangsaan, perkelahian teritorial, jatuh, dan faktor abiotik.[2]

Cedera memicu respons inflamasi pada hewan dari berbagai filum,[3] memicu penggumpalan darah atau cairan tubuh,[4] diikuti oleh penyembuhan luka, yang mungkin cepat, seperti pada cnidaria.[3] Arthropoda mampu memperbaiki cedera pada kutikula yang membentuk eksoskeleton mereka sampai batas tertentu.[5]

Hewan dalam beberapa filum termasuk annelida, arthropoda, cnidaria, moluska, nematoda, dan vertebrata mampu menghasilkan peptida antimikroba untuk melawan infeksi setelah cedera.[1]

Manusia

Artikel utama: Cedera pada manusia
250px-thumbnail.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cedera pada manusia memicu respons yang rumit termasuk pengobatan darurat, pembedahan trauma (ilustrasi), dan penanganan nyeri.

Cedera pada manusia telah dipelajari secara ekstensif karena pentingnya dalam bidang kedokteran. Sebagian besar praktik medis, termasuk pengobatan darurat dan penanganan nyeri, didedikasikan untuk pengobatan cedera.[6][7] Organisasi Kesehatan Dunia telah mengembangkan klasifikasi cedera pada manusia berdasarkan kategori termasuk mekanisme, objek/zat yang menyebabkan cedera, tempat kejadian, aktivitas saat cedera, dan peran niat manusia.[8] Selain kerusakan fisik, cedera juga dapat menyebabkan kerusakan psikologis, termasuk gangguan stres pascatrauma.[9]

Tumbuhan

250px-Oak_tree_struck_by_lightning_-_geograph.org.uk_-_4084083.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pohon ek yang terbelah akibat petir, penyebab cedera abiotik.

Pada tumbuhan, kerusakan terjadi akibat dimakannya bagian tumbuhan oleh hewan herbivora termasuk serangga dan mamalia,[10] akibat kerusakan jaringan oleh patogen tumbuhan seperti bakteri dan fungi, yang dapat masuk setelah kerusakan akibat herbivora atau dengan cara lain,[11] dan akibat faktor abiotik seperti panas,[12] pembekuan,[13] banjir,[14] petir,[15] dan polutan[16] seperti ozon.[17]  Tumbuhan merespons kerusakan dengan memberi sinyal bahwa kerusakan telah terjadi,[18] dengan mengeluarkan bahan untuk menutup area yang rusak,[19] dengan memproduksi bahan kimia antimikroba,[20][21] dan pada tumbuhan berkayu dengan tumbuh kembali di atas luka.[22][23][24]

Cedera sel

Artikel utama: Kerusakan sel

Cedera sel adalah berbagai perubahan stres yang diderita sel akibat perubahan lingkungan eksternal maupun internal. Di antara penyebab lainnya, hal ini dapat disebabkan oleh faktor fisika, kimia, infeksi, biologis, nutrisi, atau imunologis. Kerusakan sel dapat bersifat reversibel atau ireversibel. Tergantung pada tingkat cedera, respons seluler dapat bersifat adaptif dan jika memungkinkan, homeostasis dipulihkan.[25] Kematian sel terjadi ketika tingkat keparahan cedera melebihi kemampuan sel untuk memperbaiki dirinya sendiri.[26] Kematian sel relatif terhadap lamanya paparan terhadap stimulus berbahaya dan tingkat keparahan kerusakan yang ditimbulkan.[25]

Referensi

  1. 1 2 Rennolds, Corey W.; Bely, Alexandra E. (29 September 2022). "Integrative biology of injury in animals". Biological Reviews. 98 (1): 34–62. doi:10.1111/brv.12894. ISSN 1464-7931. PMC 10087827. PMID 36176189.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. de Ramirez, Sarah Stewart; Hyder, Adnan A.; Herbert, Hadley K.; Stevens, Kent (2012). "Unintentional injuries: magnitude, prevention, and control". Annual Review of Public Health. 33: 175–191. doi:10.1146/annurev-publhealth-031811-124558. ISSN 1545-2093. PMID 22224893.
  3. 1 2 Sparks, Albert (1972). Invertebrate Pathology Noncommunicable Diseases. Academic Press. hlm. 20, 133. ISBN 978-0-323-15196-2.
  4. Cerenius, Lage; Söderhäll, Kenneth (6 November 2010). "Coagulation in Invertebrates". Journal of Innate Immunity. 3 (1): 3–8. doi:10.1159/000322066. ISSN 1662-811X. PMID 21051883. S2CID 20798250.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Parle, Eoin; Dirks, Jan-Henning; Taylor, David (2016). "Bridging the gap: wound healing in insects restores mechanical strength by targeted cuticle deposition". Journal of the Royal Society Interface. 13 (117) 20150984. doi:10.1098/rsif.2015.0984. ISSN 1742-5689. PMC 4874426. PMID 27053653.
  6. Maerz, Linda L.; Davis, Kimberly A.; Rosenbaum, Stanley H. (2009). "Trauma". International Anesthesiology Clinics. 47 (1): 25–36. doi:10.1097/AIA.0b013e3181950030. ISSN 1537-1913. PMID 19131750. S2CID 220567282.
  7. Ahmadi, Alireza; Bazargan-Hejazi, Shahrzad; Heidari Zadie, Zahra; et al. (2016). "Pain management in trauma: A review study". Journal of Injury and Violence Research. 8 (2): 89–98. doi:10.5249/jivr.v8i2.707. ISSN 2008-4072. PMC 4967367. PMID 27414816.
  8. "International Classification of External Causes of Injury (ICECI)". World Health Organization. Diarsipkan dari asli tanggal 17 Oktober 2004. Diakses tanggal 22 September 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. Agarwal, Tulika Mehta; Muneer, Mohammed; Asim, Mohammad; et al. (2020). "Psychological trauma in different mechanisms of traumatic injury: A hospital-based cross-sectional study". PLOS ONE. 15 (11) e0242849. Bibcode:2020PLoSO..1542849A. doi:10.1371/journal.pone.0242849. ISSN 1932-6203. PMC 7703890. PMID 33253298.
  10. Tarr, S. A. J. (1972). "Plant injury due to insects, mites, nematodes and other pests". Principles of Plant Pathology. London: Macmillan. hlm. 126–137. doi:10.1007/978-1-349-00355-6_9. ISBN 978-1-349-00357-0.
  11. Cappelli, Seraina Lisa; Koricheva, Julia (2 Juli 2021). "Interactions between mammalian grazers and plant pathogens: an elephant in the room?". New Phytologist. 232 (1). Wiley: 8–10. Bibcode:2021NewPh.232....8C. doi:10.1111/nph.17533. ISSN 0028-646X. PMID 34213785. S2CID 235708670.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. Smillie, R.M.; Nott, R. (1979). "Heat Injury in Leaves of Alpine, Temperate and Tropical Plants". Functional Plant Biology. 6 (1). CSIRO Publishing: 135. doi:10.1071/pp9790135. ISSN 1445-4408.
  13. Burke, M. J.; Gusta, L. V.; Quamme, H. A.; Weiser, C. J.; Li, P. H. (1976). "Freezing and Injury in Plants". Annual Review of Plant Physiology. 27 (1). Annual Reviews: 507–528. doi:10.1146/annurev.pp.27.060176.002451. ISSN 0066-4294.
  14. Kramer, Paul J. (1 Oktober 1951). "Causes of Injury to Plants Resulting from Flooding of the Soil". Plant Physiology. 26 (4). Oxford University Press: 722–736. doi:10.1104/pp.26.4.722. ISSN 0032-0889. PMC 437542. PMID 16654407.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. Nelson, Scot C. (Juli 2008). "Lightning Injury to Plants" (PDF). Plant Disease (PD-40).{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. Heath, R. L. (1980). "Initial Events in Injury to Plants by Air Pollutants". Annual Review of Plant Physiology. 31 (1). Annual Reviews: 395–431. doi:10.1146/annurev.pp.31.060180.002143. ISSN 0066-4294.
  17. Hill, A. C.; Pack, M. R.; Treshow, M. (1961). "Plant injury induced by ozone". Phytopathology. 51. OSTI 5518148.
  18. Turlings, Ted C.; Tumlinson, James H. (1992). "Systemic release of chemical signals by herbivore-injured corn". Proceedings of the National Academy of Sciences. 89 (17): 8399–8402. Bibcode:1992PNAS...89.8399T. doi:10.1073/pnas.89.17.8399. PMC 49926. PMID 11607325.
  19. Sun, Qiang; Rost, Thomas L.; Matthews, Mark A. (2008). "Wound-induced vascular occlusions in Vitis vinifera (Vitaceae): Tyloses in summer and gels in winter1". American Journal of Botany. 95 (12). Wiley: 1498–1505. doi:10.3732/ajb.0800061. ISSN 0002-9122. PMID 21628157.
  20. Shigo, Alex L. (1985). "Compartmentalization of Decay in Trees". Scientific American. 252 (4): 96–103. Bibcode:1985SciAm.252d..96S. doi:10.1038/scientificamerican0485-96. hdl:2027/uva.x002416568. ISSN 0036-8733.
  21. González-Lamothe, Rocío; Mitchell, Gabriel; Gattuso, Mariza; Diarra, Moussa; Malouin, François; Bouarab, Kamal (31 Juli 2009). "Plant Antimicrobial Agents and Their Effects on Plant and Human Pathogens". International Journal of Molecular Sciences. 10 (8). MDPI AG: 3400–3419. doi:10.3390/ijms10083400. ISSN 1422-0067. PMC 2812829. PMID 20111686.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  22. Shigo, Alex L. (1985). "How tree branches are attached to trunks". Canadian Journal of Botany. 63 (8): 1391–1401. Bibcode:1985CaJB...63.1391S. doi:10.1139/b85-193.
  23. O'Hara, Kevin L. (2007). "Pruning Wounds and Occlusion: A Long-Standing Conundrum in Forestry". Journal of Forestry. 105 (3): 131–138. doi:10.1093/jof/105.3.131. S2CID 10075580.
  24. "Tree pruning guide". US Forest Service for the US Department of Agriculture. Diarsipkan dari asli tanggal April 26, 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  25. 1 2 Wolf, Ronni; et al. (2011). Emergency Dermatology. Cambridge University Press. hlm. 1–10. ISBN 978-0-521-71733-5.
  26. Cobb, J. P.; et al. (1996). "Mechanisms of cell injury and death". British Journal of Anaesthesia. 77 (1): 3–10. doi:10.1093/bja/77.1.3. PMID 8703628.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan