Minggu, 04 Oktober 2026
00:57 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Cat lady

Cat lady

Bagikan:
250px-Colorful%2C_portrait%2C_lady%2C_cat_Fortepan_58973.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Cat lady (Perempuan pemelihara kucing) adalah arketip budaya atau karakter khas yang sering hadir di cerita atau film. Karakter ini digambarkan sebagai wanita, perawan tua atau setengah baya, yang memelihara banyak kucing. Istilah ini dapat bersifat merendahkan, walau tidak selalu demikian.

Penggunaan dan asosiasi

Wanita paruh baya yang memelihara kucing telah lama dikaitkan dengan konsep perawan tua. Dalam beberapa dekade terakhir, konsep ini sering dikaitkan dengan "wanita yang mengalami masalah romansa (sering kali karena hidupnya lebih berfokus pada karier)".[1] Kebanyakan wanita tidak suka apabila diasosiasikan dengan konsep ini, tetapi para wanita lesbian memilih untuk menerimanya.[2]

Seorang cat lady bisa jadi merupakan penimbun hewan. Mereka memelihara banyak kucing tanpa kemampuan merawat dan memelihara dengan layak.[3] Mereka mungkin tidak menyadari kondisi mereka. Orang yang menyadari kondisi mereka biasanya tidak termasuk dalam kategori ini.

Terakadang, kata "crazy" yang berarti "gila" juga ditambahkan ke istilah "cat lady" untuk menunjukkan konsep yang merendahkan,[1] atau hanya dimaksudkan untuk menambah kesan lucu[4] terhadap istilah tersebut sesuai dengan konteksnya. Beberapa penulis, selebritas, dan artis telah berusaha menentang stereotip "Crazy Cat Lady" ini, dan menggunakan istilah tersebut untuk merujuk kepada penyayang binatang atau penyelamat dan pengasuh kucing liar, serta tidak memiliki gangguan psikologis.[5][6][7]

Sebuah studi di tahun 2019 tidak menemukan adanya perbedaan tingkat kecemasan, depresi, atau perbedaan pengalaman dalam berhubungan antara orang yang memiliki kucing dengan yang tidak memiliki kucing. Sehingga menurut studi ini, stereotip yang mengasosiasikan pemilik kucing dengan depresi, gangguan kecemasan, atau memiliki kesulitan dalam menjalin hubungan itu tidak benar adanya.[8][9]

Referensi

  1. 1 2 Kiri Blakeley (15 Okt 2009), "Crazy Cat Ladies", Forbes{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Pasulka, Nicole. "'Cat Knows How to Ignore Men': A Brief History of Lesbian Cat Ladies". The Cut (dalam bahasa Inggris). New York Media, LLC. Diakses tanggal 23 Oktober 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Davis, Susan; Flaherty (illus), Jake (2002), "Prosecuting Animal Hoarders is like Herding Cats" (PDF), California Lawyer (September): 26, 28, 29, 67, diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2010-05-29, diakses tanggal Juni 26, 2011{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Mark Ramirez (5 Ags 2009), "Do you believe in the Crazy Cat Lady?", timesunion.com, diarsipkan dari asli tanggal 2013-12-03, diakses tanggal 2022-02-14{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ GOSTIN, NICKI. "Beth Ostrosky Stern: I am a crazy cat lady... and I'm proud of it". nydailynews.com.
  6. ↑ "It's time to smash the 'crazy cat lady' stereotype". MNN - Mother Nature Network.
  7. ↑ Williams, David, Meet The Men Proud to Be Crazy Cat Ladies, ABC News, Retrieved November 12, 2015
  8. ↑ Rob Picheta (Agustus 21, 2019). "'Crazy cat ladies' are not a thing, study finds". CNN.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Parsons, Christine E.; Lebeau, Richard T.; Kringelbach, Morten L.; Young, Katherine S. (Agustus 21, 2019). "Pawsitively sad: pet-owners are more sensitive to negative emotion in animal distress vocalizations". Royal Society Open Science. 6 (8): 181555. doi:10.1098/rsos.181555. PMC 6731714. PMID 31598218.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik karakter fiksi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan