Jumat, 23 Oktober 2026
02:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Phorusrhacidae

Phorusrhacidae

famili burung tak bisa terbang yang telah punah

Bagikan:
Phorusrhacidae
Rentang waktu: Eosen Tengah – Pleistosen Akhir[1][2]
~43–0.025 jtyl
Catatan kemungkinan Eosen Awal
330px-Skeleton_of_Titanis_at_the_Florida_Museum_of_Natural_History.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rekonstruksi kerangka Titanis walleri, Museum Sejarah Alam Florida
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Cariamiformes
Superfamili: †Phorusrhacoidea
Ameghino, 1889
Famili: †Phorusrhacidae
Ameghino, 1889[3]
Spesies tipe
†Phorusrhacos longissimus
Ameghino, 1887
Subgrup
Sinonim
Sinonim familia
  • Pelecyornidae Ameghino, 1891
  • Brontornithidae Moreno & Mercerat, 1891
  • Darwinornithidae Moreno & Mercerat, 1891
  • Stereornithidae Moreno & Mercerat, 1891
  • Patagornithidae Mercerat, 1897
  • Hermosiornidae Rovereto, 1914
  • Psilopteridae Dolgopol de Saez, 1927
  • Devincenziidae Kraglievich, 1932
  • Mesembriorniidae Kraglievich, 1932
Artikel takson sembarang

Phorusrhacidae atau dikenal sebagai "burung teror" adalah kelompok burung karnivora dari ordo Cariamiformes yang berhabitat di pedalaman hutan Amerika Selatan. Diperkirakan Phorusrhacidae menguasai puncak rantai makanan selama masa hidupnya selang 60 juta tahun yang lalu sebelum terbentuknya jembatan darat atau tanah genting Panama,[4] hingga kepunahannnya pada periode Gelasian (Pleistosen) sekitar dua juta tahun yang lalu. Merupakan burung predator yang tidak dapat terbang tetapi mampu berlari dengan kecepatan sekitar 27 meter per detik ketika berada di atas permukaan tanah untuk mengejar mangsanya. Penelitian pertama dilakukan oleh Florentino Ameghino pada tahun 1887 terhadap tulang rahang bawah Phorusrachidae yang kemudian dinamakan sebagai spesies Phorusrhacos longissimus.[5] Kelompok burung modern yang hingga saat ini masih bertahan dan memiliki hubungan taksonomi yang sama dengan burung teror dari tingkat ordo adalah Cariama cristata (Seriama jambul) dan Chunga burmeisteri (Seriama berkaki hitam).[6]

Morfologi

Phorusrhacidae tidak mengggunakan sayapnya untuk terbang seperti dominan spesies burung secara umum, namun cakar pada kedua sayapnya digunakan sebagai senjata untuk bertarung dengan sesama spesies. Leher panjang Phorusrhacidae merupakan salah satu kelebihan untuk memantau mangsa dari titik pandang tertinggi. Ketika berhasil menyergap buruannya, paruh dan cakar akan digunakan untuk mematahkan tulang punggung dan merobek daging mangsanya. Pada umumnya ukuran hewan buruan burung teror relatif lebih kecil menyesuaikan bentuk paruh mereka, karena tulang tengkorak phorusrhacidae tidak diadaptasi untuk menahan tekanan dalam jumlah besar dan mengangkat mangsa yang besar. Di sekitar tulang rahang terdapat otot besar yang memungkinkan burung tersebut dapat membuka atau menutup mulut dengan cepat. Diperkirakan spesies terbesar yang telah diketahui memiliki ukuran tertinggi mencapai 10 kaki (3 meter) dan beratnya lebih dari 1.000 pon (454 kilogram).[7]

Paruh berlubang Phorusrhacidae digunakan sebagai ruang resonansi. Telinga bagian dalam (tengah) yang terpelihara dengan baik untuk membantu keseimbangan dan mendengar suara dengan frekuensi rendah, sekitar 2.800 Hz. Hal ini juga memungkinkan mereka dapat mengeluarkan suara dalam (alto) ketika berkomunikasi dengan sesama spesies.[7] Memiliki korteks serebral yang berkembang dengan baik sehingga phorusrhacidae dapat menyesuaikan perilakunya untuk menghadapi situasi baru. Berdasarkan penemuan sisa tengkoraknya, para ahli memperkirakan Phorusrhacidae memiliki panjang sekitar dua setengah kaki (0,7 meter) dengan paruh yang digunakan untuk mematuk mangsanya, meskipun peneliti Jerman mengungkapkan hasil analisis geokimia terhadap tulang burung teror bahwa komposisi isotop kalsium mereka lebih selaras dengan herbivora daripada karnivora.[4]

Kepunahan

Sebagian besar fosil phorusrhacids yang diketahui saat ini ditemukan di Amerika Selatan, terutama di Argentina, Uruguay, dan Brasil. Salah satu faktor yang menyebabkan Phorusrhacide punah adalah iklim Amerika Selatan yang terus berubah, mengakibatkan bagian lain ekosistem wilayah tersebut menjadi lebih kering. Area semak belukar yang berubah menjadi kawasan stepa kering dan sabana terbuka tidak cocok dengan pola perburuan burung predator yang biasanya memanfaatkan semak belukar untuk menyembunyikan diri mereka saat mengincar mangsa. Hal ini juga akan membuat kelompok Phorusrhacidae lebih sulit untuk bersaing dengan predator baru.[6]

Referensi

  1. ↑ Acosta Hospitaleche, C.; Jones, W. (2024). "Insights on the oldest terror bird (Aves, Phorusrhacidae) from the Eocene of Argentina". Historical Biology: An International Journal of Paleobiology. 37 (2): 391–399. doi:10.1080/08912963.2024.2304592. S2CID 267475903.
  2. ↑ Machado, V. H. M.; de Vasconcelos, M. F.; Santos, L. V.; Dutra, L. P.; Cartelle, C.; Câmara, B. G. O.; Dantas, M. A. T.; Degrange, F. J. (2026). "A new terror bird (Cariamiformes, Phorusrhacidae) from the Late Pleistocene of Brazil: insights into the last representatives of the family". Papers in Palaeontology. 12 (2) e70080. doi:10.1002/spp2.70080.
  3. ↑ Ameghino, F (1889). "Contribuición al conocimiento de los mamíferos fósiles de la República Argentina" [Contribution to the knowledge of fossil mammals in the Argentine Republic]. Actas Academia Nacional Ciencias de Córdoba (dalam bahasa Spanyol). 6: 1–1028.
  4. 1 2 "Transatlantic Terror Birds". Science (dalam bahasa Inggris). 2011-09-07. Diakses tanggal 2020-11-23.
  5. ↑ says, Heath Wilder (2016-06-29). "Phorusrhacos – a scary bird | DinoAnimals.com". dinoanimals.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-11-23.
  6. 1 2 "Terror Birds of the Phorusrhacidae". www.prehistoric-wildlife.com. Diakses tanggal 2020-11-23.
  7. 1 2 "Terror Bird Vs. Modern Bird". Audubon (dalam bahasa Inggris). 2015-04-27. Diakses tanggal 2020-11-23.
Genera seriema dan kerabat punahnya
incertae sedis
†Ameghinornithidae
†Bathornithidae
†Eleutherornithidae
†Idiornithidae
†Salmilidae
Cariamidae
†Phorusrhacoidea
†Phorusrhacidae
†Phorusrhacinae
†Patagornithinae
†Psilopterinae
†Mesembriornithinae
†Physornithinae
Cariama cristata
Kelenken guillermoiPsilopterus lemoinei
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan