Minggu, 18 Oktober 2026
11:31 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Briologi

Briologi

Bagikan:

Briologi (dari bahasa Yunani bryon) adalah cabang dari botani berkaitan dengan studi ilmiah tumbuhan lumut, lumut hati, dan lumut tanduk). Briologis adalah orang-orang yang memiliki minat dalam mengamati, merekam, mengklasifikasikan atau meneliti briofita.[1] Bidang ini sering dipelajari bersama dengan lichenologi karena morfologi dan ekologinya yang sama, meskipun sebenarnya briofita dan lichen tidak diklasifikasikan dalam satu kerajaan yang sama.

250px-Common_bryophytes_found_in_Indonesia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Briofita yang banyak ditemui di Indonesia

Sejarah

Lumut pertama kali dipelajari secara rinci pada abad ke-18. Ahli botani Jerman Johann Jacob Dillenius (1687–1747) adalah seorang profesor di Oxford yang pada tahun 1717 menghasilkan karya berjudul "Reproduksi dari Pakis dan Lumut". Studi briologi baru benar-benar didalami oleh Johannes Hedwig, yang menjelaskan sistem reproduksi lumut dan taksonomi dalam karyanya (1792, Fundamentum Historiae Naturalis Muscorum).

Bidang penelitian briologi meliputi taksonomi, briofita sebagai bioindikator, sekuensing DNA, dan saling ketergantungan lumut dengan spesies tanaman dan hewan lainnya. Di antara banyak hal lainnya, para ilmuwan telah menemukan briofita parasit seperti Cryptothallus dan lumut hati berpotensi yang karnivora seperti Colura zoophaga dan Pleurozia.

Referensi

  1. ↑ "Bryology at the New York Botanical Garden". New York Botanical Garden. Diarsipkan dari asli tanggal 2004-02-22. Diakses tanggal 2016-10-18.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik botani ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan