Sabtu, 17 Oktober 2026
23:34 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Borommaracha II

Bagikan:

Phrabat Somdet Phra Boromarachathirat II, disebut juga Borom Ratchathirat II (bahasa Thai:พระบาทสมเด็จพระบรมราชาธิราชที่ 2) atau Chao Sam Phraya (bahasa Thai:เจ้าสามพระยา) (?–1448) adalah raja Ayutthaya. Pemerintahannya menandai perluasan wilayah awal.

Borommarachathirat II
Raja Ayutthaya
Raja Ayutthaya
Berkuasa1424-1448
PendahuluIntharacha
PenerusBorommatrailokkanat
Lahir1386
Meninggal1448
AyahIntharacha
IbuSaudara perempuan Raja Maha Thammaracha II
PasanganSaudara perempuan Raja Maha Thammaracha III
KeturunanIntharacha (putra Borommaracha II
Phraek
Trailokanat
Nama lengkap
Borommarachathirat II
DinastiDinasti Suphannaphum

Chao Sam Phraya (Chao Phraya Ketiga) adalah putra dari Raja Intharacha, yang akhirnya naik tahta Ayutthaya dari Dinasti Suphannaphum. Ia memiliki dua kakak laki-laki: Pangeran Ai Phraya (Chao Phraya Pertama) dan Pangeran Yiphraya (Chao Phraya Kedua), dan diangkat oleh ayahnya untuk memerintah Chainat (nama lama Phitsanulok).

Pada tahun 1424, Raja Intharacha meninggal. Kedua kakak laki-laki Samphraya berbaris dari kota masing-masing ke Ayutthaya untuk merebut tahta. Mereka berperang dengan menggunakan gajah dalam sebuah pertempuran dan keduanya gugur, meninggalkan tahta kepada Pangeran Samphraya. Pada tahun 1433, Sang Raja memimpin pasukan Ayutthaya untuk menaklukkan Kamboja serta menjarah Angkor Thom. Serangan ini akhirnya menyebabkan Kerajaan Khmer meninggalkan Angkor dan memindahkan ibukota mereka lebih jauh ke tenggara.

Dan Sang Raja memerintahkan Nakhonin untuk memerintah di Kamboja. Kemudian, Nakhonin meninggal, dia menunjuk Pangeran Phrak, putranya yang lain untuk memerintah di Kamboja. Namun, Sang Pangeran dibunuh oleh Ponhea Yat. Oleh karena itu memungkinkan Ponhea Yat menjadi raja, bukan pangeran. Setelah itu, Raja Ponhea Yat memindahkan ibukota ke Chaktomuk untuk melepaskan diri dari pengaruh Ayutthaya, dan ingin memindahkan pusat pemerintahan lebih dekat ke laut untuk lebih mengembangkan perdagangan maritim.

Namun, penaklukan tersebut membawa masuknya budaya dan tradisi Khmer dalam jumlah besar ke istana Siam khususnya Ayutthaya. Misalnya, pemujaan tinggi raja Siam sebagai dewa, yang dikenal sebagai Dewaraja, berasal dari Kamboja.

Raja Borommaracha II juga melakukan ekspansi ke utara. Sang Raja menikahi seorang putri dari pengikut Pangeran Sukhothai, Maha Tammaraja IV, dan memiliki seorang putra, yang akan tumbuh menjadi Pangeran Ramesuan. Ketika raja terakhir Sukhothai meninggal pada tahun 1446, cucunya mewarisi kerajaan, semakin memperkuat kendali Ayutthaya atas Sukhothai.

Pada tahun 1442, Raja Borommaracha II memimpin pasukannya untuk menaklukkan Lanna. Dia berhasil merebut ibukota Chiang Mai tetapi tidak dapat menaklukkan kerajaan tersebut.

Chao Sam Phraya wafat pada tahun 1448 dan digantikan oleh putranya Pangeran Ramesuan sebagai Raja Trailokanat.

Didahului oleh:
Indraracha
Raja Ayutthaya
1424–1448
Diteruskan oleh:
Trilokanat
Penguasa Tailan
Kerajaan Sukhothai
(1238–1438)
Dinasti Phra Ruang
Kerajaan Ayutthaya
(1350–1767)
Dinasti Uthong
Dinasti Suphannaphum
Dinasti Sukhothai
Dinasti Prasat Thong
Dinasti Ban Phlu Luang
Kerajaan Thonburi
(1767–1782)
Dinasti Thonburi
Rattanakosin / Thailand
(1782– )
Dinasti Chakri
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan