Sabtu, 17 Oktober 2026
14:59 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Bondol rawa

Bondol rawa

Bagikan:
Bondol rawa
250px-LonchuraMalacca.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bondol rawa, Lonchura malacca
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
L. malacca
Nama binomial
Lonchura malacca
(Linnaeus, 1766)
Artikel takson sembarang

Bondol rawa (Lonchura malacca) adalah sejenis burung kecil pemakan biji-bijian yang tergolong dalam suku Estrildidae. Sebelumnya, burung ini dimasukkan sebagai anggota suku Ploceidae. Asal-usul bondol rawa adalah dari India dan Sri Lanka, tetapi kini telah diintroduksi ke Australia, Hispaniola, Honduras, Jamaika, Jepang, Kuba, Portugal, Puerto Rico, Hawaii dan Venezuela. Dalam bahasa Inggris, burung pipit ini dikenal sebagai Tricoloured Munia.

Catatan taksonomis

Di waktu-waktu yang lalu, bondol coklat Lonchura atricapilla dianggap sebagai anak jenis dari bondol rawa. Kajian Sibley dan Monroe (1990, 1993) telah memisahkan kedua taksa tersebut.[1] Meski demikian, banyak pula literatur yang masih menyebut populasi bondol coklat di Asia Tenggara (termasuk di Sunda Besar) sebagai bondol rawa Lonchura malacca.

Seperti namanya (tricoloured, tiga warna), bondol ini berwarna hitam di kepala dan leher, coklat berangan di pungggung, dan putih di abdomen, kecuali bagian perut, paha dan pantat yang berwarna hitam. Jantan dan betina berwarna serupa.[2]

Habitat

250px-Black-headed_Munia_I_IMG_7747.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bondol rawa dari Benggala Barat, India

Bondol rawa sering tampak menggerombol dalam jumlah besar, terbang atau hinggap memakan biji rumput-rumputan. Sesuai dengan sebutannya, bondol rawa terutama menghuni paya atau padang rumput berawa, atau di hutan di sekitar persawahan. Musim kawin terutama berlangsung antara Juni – Oktober. Telur berjumlah 5–7 butir, putih, disimpan dalam sarang dari rerumputan kering berbentuk bola, yang dibangun di semak-semak atau di antara batang-batang rumput tinggi.[2]

Catatan kaki

  1. ↑ BirdLife Species Factsheet: Tricoloured Munia Lonchura malacca Diarsipkan 2007-09-29 di Wayback Machine
  2. 1 2 Ali, Salim. 1996. The Book of Indian Birds. Bombay Nat. Hist. Soc. P.307 and pl.64
  • Lonchura malacca pada IUCN 2010. IUCN Red List of Threatened Species. Version 2010.3.<www.iucnredlist.org>. Diakses pada 29 September 2010


Ikon rintisan

Artikel bertopik burung ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan