Sabtu, 17 Oktober 2026
06:19 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Bolu kojo

Bolu kojo

makanan khas Jambi, Indonesia

Bagikan:
250px-WikiMaknyus_Jambi_-_Bolu_Kojo_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bolu kojo dari Palembang

Bolu Kojo adalah penganan khas daerah Sumatera Selatan dan daerah sekitarnya terutama di daerah Jambi, Riau, Bengkulu, dan Palembang. Kojo berarti kemojo atau kamboja karena bentuk loyang yang digunakan menyerupai bunga kemboja.[1] Biasanya kue ini dihidangkan pada acara-acara adat.

Bolu Kojo dijadikan sebagai kue khas Palembang yang istimewa karena pada masa dahulu disajikan sebagai makanan kelas bangsawan atau kesultanan yang akan menggelar suatu acara keagamaan maupun upacara penting dengan mengundang tamu kehormatan. Bolu kojo dari Palembang memiliki perpaduan budaya dari masa Kolonial Belanda dan Palembang karena makanan yang berjenis bolu banyak sekali dipengaruhi dari Belanda.[1]

Biasanya kue ini disajikan pada saat pagi hari bersamaan dengan kopi atau masyarakat Palembang menyebutnya dengan amper-amper atau sarapan. Agar lebih mempunyai rasa yang nikmat pembuatan dari Bolu Kojo menggunakan telur bebek serta aroma yang wangi berasal dari daun pandan yang dicampur dengan daun suji sehingga memiliki kekhasan tersendiri. Bolu Kojo untuk sekarang dapat dihidangkan pada saat perayaan Idul Fitri ataupun acara tahlilan bagi arwah yang sudah wafat.

Bolu kojo memiliki warna hijau dari campuran air daun suji atau daun pandan, yang juga memberikan aroma pandan yang harum dan menyegarkan. Berbeda dengan bolu pada umumnya yang ringan dan berongga, bolu kemojo memiliki tekstur yang padat tetapi lembut dan sedikit basah. Cita rasanya manis dan nikmat, menyatu sempurna di lidah dengan aroma pandan yang menggoda.[2]

Bahan dan cara membuat

Untuk membuat Bolu Kojo, diperlukan bahan-bahan seperti santan, air perasan daun pandan, tepung terigu, gula pasir, margarin cair, telur, garam, dan pasta pandan. Proses pembuatannya dimulai dengan mencampurkan gula pasir dan tepung terigu, lalu menambahkan santan sambil diaduk hingga tidak ada gumpalan. Selanjutnya, masukkan air pandan, margarin cair, dan garam, aduk hingga merata. Tambahkan telur dan pasta pandan, aduk kembali hingga semua bahan tercampur sempurna. Tuang adonan ke dalam loyang yang telah diolesi margarin dan ditaburi tepung, kemudian kukus selama sekitar 30 menit hingga matang. Setelah dingin, potong-potong dan sajikan.[3]

Referensi

  1. 1 2 Oktaria, Fatma Dwi; Idris, Muhamad; Suriadi, Aan (2022-08-02). "TINJAUAN HISTORIS AKULTURASI BUDAYA DALAM KULINER PALEMBANG SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH". Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah. 8 (1). doi:10.31851/kalpataru.v8i2.8962. ISSN 2621-7058.
  2. ↑ Samodra, Fitriyani Puspa (03 September 2024). "Resep Bolu Kemojo Khas Riau, Lembut dan Wangi Pandan". Liputan6.com.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  3. ↑ Fimela.com (2021-07-20). "Resep Bolu Kojo Kukus Takaran Sendok". fimela.com. Diakses tanggal 2025-02-27.

Pranala luar

Wikibooks logo
Wikibooks memiliki buku di:
Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan