Minggu, 04 Oktober 2026
14:59 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya

Bilangan poligonal

Bagikan:

Dalam matematika, bilangan poligonal adalah bilangan yang menghitung jumlah titik yang dapat disusun dalam bentuk poligon beraturan. Bilangan ini adalah salah satu jenis bilangan bergambar dua dimensi.

Definisi dan contoh

Misalnya, 10 titik dapat disusun sebagai segitiga. Maka, 10 dikatakan sebagai bilangan poligonal dengan jumlah poligon adalah 3 (lihat bilangan segitiga).

*
**
***
****

Namun, 10 titik tidak dapat disusun sebagai persegi. Sebaliknya, 9 titik dapat disusun sebagai persegi, seperti di bawah (lihat bilangan persegi).

***
***
***

Daftar ini tidak eksklusif. Beberapa bilangan dapat masuk dalam beberapa daftar bilangan. Misalnya, 36 titik dapat disusun menjadi persegi dan segitiga. Artinya, 36 termasuk dalam bilangan persegi dan segitiga (lihat bilangan persegi segitiga).

******
******
******
******
******
******
*
**
***
****
*****
******
*******
********

Menurut kesepakatan, 1 adalah bilangan poligonal pertama untuk seluruh jumlah sisi. Aturan untuk memperbesar poligon adalah dengan memperpanjang sisi bersebelahan satu poin dan menambahkan sisi di antara dua poin tersebut. Dalam diagram-diagram di bawah, tambahan lapisan ditandai dengan titik merah.

Bilangan segitiga

500px-Polygonal_Number_3.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Bilangan persegi

500px-Polygonal_Number_4.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Poligon dengan jumlah sisi yang lebih banyak, misalnya pentagon dan heksagon, dapat juga dibuat dengan aturan di atas, namun titik-titiknya tidak lagi memiliki kisi-kisi sempurna seperti di atas.

Bilangan pentagonal

500px-Polygonal_Number_5.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Bilangan heksagonal

500px-Polygonal_Number_6.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Rumus

250px-Pentagonal_number_visual_proof.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suatu bilangan s {\displaystyle s} {\displaystyle s}-gonal dapat diuraikan menjadi ( s − 2 ) {\displaystyle (s-2)} {\displaystyle (s-2)} bilangan segitiga dan bilangan asli.

Jika s {\displaystyle s} {\displaystyle s} adalah jumlah sisi dalam poligon, rumus bilangan s {\displaystyle s} {\displaystyle s}-gonal ke- n {\displaystyle n} {\displaystyle n}, P(s,n), adalah

P ( s , n ) = ( s − 2 ) n 2 − ( s − 4 ) n 2 {\displaystyle P(s,n)={\frac {(s-2)n^{2}-(s-4)n}{2}}} {\displaystyle P(s,n)={\frac {(s-2)n^{2}-(s-4)n}{2}}}

atau

P ( s , n ) = ( s − 2 ) n ( n − 1 ) 2 + n {\displaystyle P(s,n)=(s-2){\frac {n(n-1)}{2}}+n} {\displaystyle P(s,n)=(s-2){\frac {n(n-1)}{2}}+n}

Bilangan s {\displaystyle s} {\displaystyle s}-gonal ke-n juga berhubungan dengan bilangan segitiga Tn sebagai berikut:[1]

P ( s , n ) = ( s − 2 ) T n − 1 + n = ( s − 3 ) T n − 1 + T n . {\displaystyle P(s,n)=(s-2)T_{n-1}+n=(s-3)T_{n-1}+T_{n}\,.} {\displaystyle P(s,n)=(s-2)T_{n-1}+n=(s-3)T_{n-1}+T_{n}\,.}

Dengan demikian:

P ( s , n + 1 ) − P ( s , n ) = ( s − 2 ) n + 1 , P ( s + 1 , n ) − P ( s , n ) = T n − 1 = n ( n − 1 ) 2 , P ( s + k , n ) − P ( s , n ) = k T n − 1 = k n ( n − 1 ) 2 . {\displaystyle {\begin{aligned}P(s,n+1)-P(s,n)&=(s-2)n+1\,,\\P(s+1,n)-P(s,n)&=T_{n-1}={\frac {n(n-1)}{2}}\,,\\P(s+k,n)-P(s,n)&=kT_{n-1}=k{\frac {n(n-1)}{2}}\,.\end{aligned}}} {\displaystyle {\begin{aligned}P(s,n+1)-P(s,n)&=(s-2)n+1\,,\\P(s+1,n)-P(s,n)&=T_{n-1}={\frac {n(n-1)}{2}}\,,\\P(s+k,n)-P(s,n)&=kT_{n-1}=k{\frac {n(n-1)}{2}}\,.\end{aligned}}}

Untuk bilangan s {\displaystyle s} {\displaystyle s}-gonal tertentu dengan P(s,n) = x, n dapat dicari dengan cara:

n = 8 ( s − 2 ) x + ( s − 4 ) 2 + ( s − 4 ) 2 ( s − 2 ) {\displaystyle n={\frac {{\sqrt {8(s-2)x+{(s-4)}^{2}}}+(s-4)}{2(s-2)}}} {\displaystyle n={\frac {{\sqrt {8(s-2)x+{(s-4)}^{2}}}+(s-4)}{2(s-2)}}}

dan dapat mencari s {\displaystyle s} {\displaystyle s} dengan cara:

s = 2 + 2 n ⋅ x − n n − 1 {\displaystyle s=2+{\frac {2}{n}}\cdot {\frac {x-n}{n-1}}} {\displaystyle s=2+{\frac {2}{n}}\cdot {\frac {x-n}{n-1}}} .

Setiap bilangan heksagonal juga merupakan bilangan segitiga

Dengan menerapkan rumus di atas:

P ( s , n ) = ( s − 2 ) T n − 1 + n {\displaystyle P(s,n)=(s-2)T_{n-1}+n} {\displaystyle P(s,n)=(s-2)T_{n-1}+n}

dengan kasus 6 sisi ( s = 6 {\displaystyle s=6} {\displaystyle s=6}), maka:

P ( 6 , n ) = 4 T n − 1 + n {\displaystyle P(6,n)=4T_{n-1}+n} {\displaystyle P(6,n)=4T_{n-1}+n}

namun karena:

T n − 1 = n ( n − 1 ) 2 {\displaystyle T_{n-1}={\frac {n(n-1)}{2}}} {\displaystyle T_{n-1}={\frac {n(n-1)}{2}}}

maka:

P ( 6 , n ) = 4 n ( n − 1 ) 2 + n = 2 n ( 2 n − 1 ) 2 = T 2 n − 1 {\displaystyle P(6,n)={\frac {4n(n-1)}{2}}+n={\frac {2n(2n-1)}{2}}=T_{2n-1}} {\displaystyle P(6,n)={\frac {4n(n-1)}{2}}+n={\frac {2n(2n-1)}{2}}=T_{2n-1}}

Hal ini menunjukkan bahwa bilangan heksagonal ke- n {\displaystyle n} {\displaystyle n} atau P ( 6 , n ) {\displaystyle P(6,n)} {\displaystyle P(6,n)} juga merupakan bilangan segitiga ke- ( 2 n − 1 ) {\displaystyle (2n-1)} {\displaystyle (2n-1)} atau T 2 n − 1 {\displaystyle T_{2n-1}} {\displaystyle T_{2n-1}} . Bilangan heksagonal dapat dicari dengan mengambil bilangan segitiga ganjil:[1]

1, 3, 6, 10, 15, 21, 28, 36, 45, 55, 66, ...

Lihat juga

Referensi

Catatan kaki

  1. 1 2 Conway, John H.; Guy, Richard (2012-12-06). The Book of Numbers (dalam bahasa Inggris). Springer Science & Business Media. hlm. 38–41. ISBN 978-1-4612-4072-3.

Referensi umum

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan