Sabtu, 17 Oktober 2026
17:32 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Biju Patnaik

Biju Patnaik

Bagikan:
Biju Patnaik
250px-Biju_Patnaik_2018_stamp_of_India.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patnaik dalam perangko India 2018
Ketua Menteri Odishake-3
Masa jabatan
5 Maret 1990 –15 Maret 1995
GubernurYagya Dutt Sharma
Saiyid Nurul Hasan
B. Satya Narayan Reddy
PendahuluHemananda Biswal
PenggantiJanaki Ballabh Pattanaik
Masa jabatan
23 Juni 1961 –2 Oktober 1963
GubernurY. N. Sukthankar
Ajudhiya Nath Khosla
PendahuluHarekrushna Mahatab
PenggantiBiren Mitra
Menteri Baja, Pertambangan, dan Batubara
Masa jabatan
30 Juli 1979 –14 Januari 1980
PendahuluLowong
PenggantiPranab Mukherjee
Masa jabatan
26 Maret 1977 –15 Juli 1979
PendahuluChandrajit Yadav (sebagai Menteri Negara)
PenggantiLowong
Anggota Parlemen, Lok Sabha
Masa jabatan
1977–1985
PendahuluSurendra Mohanty
PenggantiSarat Kumar Deb
Daerah pemilihanKendrapara
Informasi pribadi
LahirBijayananda Patnaik
(1916-03-05)5 Maret 1916
Meninggal17 April 1997(1997-04-17) (umur 81)
New Delhi, India
Partai politikJanata Dal (1989–1997)
Suami/istriGyan Patnaik
AnakPrem Patnaik
Naveen Patnaik
Gita Mehta
PendidikanRavenshaw College
ProfesiInsinyur penerbangan, pilot, politikus, penasihat keamanan untuk Jawaharlal Nehru, industrialis, diplomat

Bijayananda Patnaik (5 Maret 1916 – 17 April 1997), dipanggil Biju Patnaik, adalah seorang pilot, pengusaha, pendiri Kalinga Airlines, pejuang kemerdekaan India (Indian Freedom Movement), anggota parlemen dan menteri pada era PM Moraji Desai (1977).

Biju mendalami ilmu penerbangan pada Aeronautical Training Institute of India. dan lalu bergabung dengan Penerbangan Nasional India (Indian National Airways). Sebagai pilot, Biju lalu terlibat dalam perang kemerdekaan India dari 1940 sampai 1942. Karena keterlibatannya dalam gerakan mogok Quit India Movement yang diprakarsai oleh Mahatma Gandhi, ia dipenjarakan sampai 1945. Biju banyak membantu India dalam operasi penerbangan untuk masalah politik yang pelik seperti dukungan India kepada Tibet dan Kashmir.

Usai Perang Dunia II, Indonesia dan India sama-sama berjuang untuk meraih kemerdekaan; namun India dengan statusnya sebagai dominion Inggris, sejak 30 Oktober 1945 telah menjadi anggota PBB. Salah satu usaha Indonesia meraih dukungan luar negeri serta bantuan senjata dan obat-obatan adalah dengan menghubungi India karena Moh.Hatta adalah teman dekat Jawaharlal Nehru, pemimpin Partai Kongres Nasional India saat itu, menjadi Perdana Menteri India pertama. Bantuan India melalui PBB diharapkan dapat memberikan dukungan bagi usaha kemerdekaan Indonesia dan menekan Belanda secara diplomatis untuk menghentikan usahanya menggoyang Republik yang baru merdeka.

Sebagai rekan dekat Nehru dan untuk membantu perjuangan Indonesia, Biju datang ke Indonesia dengan pesawatnya Dakota VT-COA ke Maguwo, Yogyakarta bulan Juni 1947 dan tinggal selama lebih dari dua minggu di Yogyakarta. Selama di sana, pesawat milik Kalinga Airlines tersebut dipakai untuk melatih pilot-pilot Indonesia, termasuk di antaranya Adisucipto, Iswahjudi dan Abdulrahman Saleh.

Pada akhir Juni 1947, Biju menerbangkan Dr.Sudarsono sebagai perwakilan di India. Demikian pula pada awal Juli 1947, Biju menerbangkan juga Moh. Hatta dari Yogyakarta lewat Bukit Tinggi menuju India untuk bertemu Perdana Menteri Jawaharlal Nehru dan Mahatma Gandhi. Biju juga yang menerbangkan Perdana Menteri Sutan Syahrir pada tanggal 22 Juli 1947 ke India, sehari setelah Agresi Militer Belanda I.

Pesawat yang diterbangkan Adisucipto dan Abdulrachman Saleh bernomor seri VT-CLA, berbeda dengan yang diterbangkan oleh Biju.[1]

Referensi

  1. ↑ Angkasa Online No 1 Oktober 2006 Tahun XVII Pranala usang diarsipkan 2007-08-13 di archive.todayPara Sahabat AURI yang Terlupakan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan