Sabtu, 03 Oktober 2026
12:22 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Bigilla

Bigilla

Bagikan:
Infotaula de menjarBigilla
250px-Maltese_Platters.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Asal
Negara asalMalta Suntingan nilai di Wikidata
Rincian
Jenismakanan Suntingan nilai di Wikidata
Bahan utamabroad bean (en) Terjemahkan, Minyak zaitun, garam dan Paprika Suntingan nilai di Wikidata

Bigilla adalah hidangan pembuka khas Malta berupa catni kacang fava kering yang dihaluskan dengan minyak zaitun, bawang putih, dan sedikit cabai rawit. Rasanya lembut, gurih, dengan sedikit kepedasan yang hangat, sering disajikan dengan galletti, yaitu roti kering tipis seperti kerupuk, atau roti segar. Bigilla merupakan hidangan sehari-hari yang lahir dari kebiasaan petani Malta memanfaatkan kacang fava murah dan tahan lama untuk musim dingin.[1]

Bigilla sudah ada sejak abad pertengahan di Malta, ketika kacang fava menjadi makanan pokok bagi orang miskin dan pekerja pelabuhan di Valletta atau Mdina. Kacang fava kering diimpor dari Sisilia atau ditanam di ladang kecil di Gozo, direbus lama hingga lunak, lalu dihaluskan dengan batu lesung kayu. Minyak zaitun dari pohon tua di sekitar Mdina memberi tekstur creamy, bawang putih segar dari kebun belakang menambah aroma, dan cabai rawit yang sedikit saja untuk gigitan yang tidak menyiksa.[2]

Di Malta, bigilla sering dimakan pada sore hari di balkon rumah batu atau di taman kecil di Sliema. Mangkuk tanah liat berisi catni hijau keabu-abuan diletakkan di tengah meja, dikelilingi galletti yang renyah, dan setiap orang mencelup sambil mengobrol. Di Mdina, kota bisu yang tenang, bigilla jadi camilan saat berjalan di gang sempit, dengan bau kacang yang masih hangat bercampur angin laut dari Teluk St. Paul. Di musim panas, kacang fava segar dipakai untuk rasa lebih hijau dan segar; di musim dingin, versi kering yang lebih kental untuk menghangatkan perut.[3]

Proses pembuatannya cukup mudah, diawali dengan merendam kacang fava kering semalaman, direbus hingga hancur, lalu dihaluskan dengan ulekan kayu atau blender kasar. Bawang putih mentah (dua atau tiga siung) dicincang halus, dicampur minyak zaitun extra virgin dari pohon Malta, garam laut, dan cabai rawit segar atau kering sedikit untuk menambahkan rasa hangat. Hasilnya, catni yang kental dan berwarna hijau keabu-abuan.[4]

Bigilla biasanya menjadi hidangan pembuka atau camilan, makanan yang muncul di meja saat orang lapar tapi tidak ingin repot. Di restoran kecil di Valletta atau di rumah-rumah di Gozo, mangkuk bigilla selalu diletakkan di tengah, dikelilingi galletti atau roti segar. Di Mdina, kota yang sunyi dengan jalan batu licin, bigilla jadi teman berjalan di sore yang sejuk, dengan bau kacang yang masih hangat bercampur angin laut dari Teluk St. Paul.[2]

Referensi

  1. ↑ "Bigilla". TasteAtlas. Diakses tanggal 20 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 "Fava Beans, Bigilla, and the Silent City of Mdina". Meike Peters. Diakses tanggal 20 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Traditional Maltese Bigilla and Galletti". Apron and Whisk. Diakses tanggal 20 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Schwartz, Leah (2024-05-31). "Bigilla". Beryl Shereshewsky (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-21.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan