Jumat, 16 Oktober 2026
00:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Benteng Lodewijk

Benteng Lodewijk

bangunan kuil di Indonesia

Bagikan:
250px-Lodewijk_Gresik.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Benteng Lodewijk

Benteng Lodewijk adalah benteng yang terletak di Kelurahan Tanjung Widoro, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.[1] Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Gresik memberikan usulan agar Benteng Lodewijk dijadikan sebagai cagar budaya Indonesia pada akhir tahun 2016. Sisa bangunan Benteng Lodewijk kemudian dimanfaatkan sebagai objek wisata.[2] Benteng Lodewijk sudah hancur dan tidak digunakan lagi.

Lokasi

Lokasi benteng ini sekitar 17 kilometer di bagian utara Kabupaten Gresik. Benteng Lodewijk berdekatan dengan muara Sungai Cemara. Posisi benteng menghadap ke Selat Madura. Dari Kota Gresik, jarak Benteng Lodewijk sekitar 6 mil (± 9,66 km). Sedangkan dari Ujung Pangkah jaraknya sekitar 5 mil (± 8.05 km). [2]

Di dalam benteng terdapat banyak jenis tumbuhan yang hidup dengan lebat. Di bekas benteng terdapat bekas bangunan dan benda-benda yang banyak dan beragam. Barang yang ditemukan dalam bentuk pecahan artefak dan ekofak. Jumlah artefak dan ekofak sedikitnya 10 ribu pecahan. Sebagian besar merupakan tembikar. Selebihnya berbentuk keramik, kaca, logam dan tulang binatang. Tembikar yang ditemukan telah dibentuk menjadi kendi, teko, kuali, jambangan, wajan, piring, mangkuk dan tempayan. Seluruh tembikar dibuat menggunakan roda pemutar. Peninggalan tembikar sebagian besar tidak diberi hiasan. Sebagian kecil lainnya hanya bermotif geometris dengan teknik gores.[1]

Sejarah

Benteng Lodewijk dibangun atas perintah Gubernur Jendral Hindia Belanda, Herman Willem Daendles. Pembangunan Benteng Lodewijk tidak selesai. Nama Lodewijk digunakan sebagai bentuk penghormatan terhadap Raja Belanda yang menunjuk Daendles sebagai Gubernur Jendral. Informasi sejarah yang lain menjelaskan bahwa nama benteng ini adalah Benteng Louis. Nama tersebut berasal dari nama Raja Louis yang memerintah Prancis ketika Kerajaan Belanda dikuasai.

Pembangunan Benteng Lodewijk selesai pada tahun 1808 Masehi. Benteng Lodewijk dibangun sebagai pertahanan dari serangan pasukan Inggris di bagian barat laut pintu masuk menuju Selat Madura. Tembok benteng dibangun sepanjang 400 meter dan selebar 250 meter. Benten Lodewijk dapat menampung hingga 800 orang prajurit. Pertahanan Benteng Lodewijk dilengkapi dengan 102 meriam. Setelah Belanda memindahkan pusat pertahanan ke Kota Surabaya, Benteng Lodewijk dihancurkan pada tahun 1857 M. Benteng baru yang dibangun ialah Benteng Kalimas.[2]

Referensi

  1. 1 2 Adrisijanti, Inajati (ed.). Benteng Dulu, Kini dan Esok (PDF). Yogyakarta: Kepel Press. hlm. 223–224. ISBN 978-602-1228-65-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 3 "Benteng Lodewijk - Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya". cagarbudaya.kemdikbud.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-07-11. Diakses tanggal 11 Juli 2021.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan