Jumat, 30 Oktober 2026
01:38 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Beli panik

Beli panik

Bagikan:
250px-Shelves_usually_selling_toilet_paper_and_tissues_are_empty%2C_due_to_Coronavirus_panic_buying_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pembelian panik di Jepang yang disebabkan karena wabah penyakit koronavirus 2019-2020

Beli panik[1] (bahasa Inggris:Panic buying) adalah tindakan membeli barang dalam jumlah besar untuk mengantisipasi suatu bencana, setelah bencana terjadi, atau untuk mengantisipasi kenaikan maupun penurunan harga.

Pembelian karena panik dikaji secara ilmiah oleh teori perilaku konsumen, yang merupakan bidang ilmu ekonomi yang menjelaskan tindakan-tindakan kolektif seperti tren, mode, penimbunan barang, dan penarikan dana besar-besaran.[2]

Perilaku pembelian semacam ini dapat menyebabkan kekurangan stok barang, tanpa memandang apakah situasi kekurangan itu sendiri memang nyata atau hanya dipersepsikan belaka.[3]

Contoh

Galeri

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Beli panik". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  2. ↑ (Inggris) Duncan, Tom. 2005. Principles of Advertising & IMC, Second Edition. McGraw-Hill, Inc. Bab 5
  3. ↑ "Toxic leak threat to Chinese city". The Repository. 8 Maret 2020. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-03-04. Diakses tanggal 2020-03-26.
  4. ↑ Archibald Percival Wavell (1973). Moon, Penderel (ed.). Wavell: The Viceroy's Journal. Oxford University Press. hlm. 34.
  5. ↑ Alice L. George (2003). Awaiting Armageddon: How Americans Faced the Cuban Missile Crisis. The University of North Carolina Press. hlm. 78. ISBN 0807828289.
  6. ↑ Lohr, Steve (Januari 1, 2000). "Technology and 2000 – Momentous Relief; Computers Prevail in First Hours of '00". New York Times.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "The Millenium Bug threatens food supply systems – developing countries are also vulnerable, FAO warns". Food and Agriculture Organization. 19 April 1999. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-24. Diakses tanggal 2020-03-26.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Collins, Nick (25 Agustus 2009). "EU ban on traditional lightbulbs prompts panic buying". The Telegraph. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-11-11. Diakses tanggal 2020-03-26.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ "UK fuel blockades tumble". BBC News. 14 September 2000. Diakses tanggal 12 Januari 2008.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ "Toxic leak threat to Chinese city". BBC News. 23 November 2005.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ "Massive blaze rages at fuel depot". BBC News. 12 Desember 2005. Diakses tanggal 19 Oktober 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ "Fire Rages After Blasts At Oil Depot". Sky News. 11 Desember 2005. Diakses tanggal 19 Oktober 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ Danielle Kurtzleben, Here's why the ammunition shortage went on for years, Vox (July 1, 2014).
  14. ↑ Stephanie Clifford, Shop Owners Report Rise in Firearm Sales as Buyers Fear Possible New Laws, New York Times (December 22, 2012).
  15. ↑ Sirletti, Sonia; Remondini, Chiara; Lepido, Daniele (2020-02-24). "Virus Outbreak Drives Italians to Panic-Buying of Masks and Food". Bloomberg. Diakses tanggal 2020-02-29.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  16. ↑ "Virus panic buying prompts toilet paper rationing in Australia". CTV News. Agence France-Presse. 2020-03-04. Diakses tanggal 2020-03-04.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan