Senin, 28 September 2026
12:50 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan
Baylisascaris procyonis

Baylisascaris procyonis

Baylisascaris procyonis
250px-Baylisascaris_larvae.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Larva B. procyonis yang baru menetas
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Nematoda
Kelas: Chromadorea
Ordo: Rhabditida
Famili: Ascarididae
Genus: Baylisascaris
Spesies:
B. procyonis
Nama binomial
Baylisascaris procyonis
(Stefanski & Zarnowski, 1951)
Sinonim[1]
  • Ascaris procyonis Stefanski & Zarnowski, 1951

Baylisascaris procyonis, atau yang juga dikenal sebagai cacing gelang rakun adalah nematoda parasit yang umum ditemukan pada rakun, inang definitifnya. Nama spesies ini diberikan untuk menghormati H. A. Baylis, yang meneliti cacing ini pada tahun 1920–1930-an, dengan kata askaris berasal dari bahasa Yunani yang berarti cacing usus. Larva Baylisascaris dalam inang paratenik dapat bermigrasi, menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai larva migran. Infeksi pada manusia, yang disebut baylisascariasis, jarang terjadi tetapi sangat berbahaya karena larva parasit mampu menyebar ke jaringan otak dan menimbulkan kerusakan serius. Kekhawatiran akan infeksi manusia meningkat seiring urbanisasi daerah pedesaan, yang memperbesar peluang interaksi manusia dengan rakun.[2][3]

Gejala infeksi

Potensi infeksi manusia dicatat pada tahun 1969 oleh Paul C. Beaver, yang mempelajari tikus yang terinfeksi, dan kasus pertama dilaporkan 15 tahun kemudian.  Infeksi manusia dengan B. procyonis relatif jarang, dengan 37 kasus dilaporkan sejak 1980.  Namun, penyakit yang disebabkan oleh parasit ini bisa sangat berbahaya, menyebabkan kematian atau gejala yang parah. Penyakit yang dilaporkan terutama menimpa anak-anak dan hampir semua kasus adalah hasil dari konsumsi tanah atau kotoran yang terkontaminasi (pika).  Bahkan dengan pengobatan, prognosis buruk dan pasien dalam hampir semua kasus mengalami kerusakan neurologis permanen. Komplikasi serius termasuk migrasi berkepanjangan dan persistensi larva cacing di organ dalam, otak, dan mata. Ada kemungkinan bahwa infeksi manusia lebih umum daripada yang didiagnosis dan sebagian besar kasus tidak mencapai tahap klinis. Antibodi terhadap B. procyonis telah ditemukan pada individu yang sehat, menunjukkan infeksi subklinis.[4][5][6]

Transmisi

Di Amerika Utara, infeksi B. procyonis pada rakun sangat umum, dengan sekitar 70% rakun dewasa dan 90% rakun muda terinfeksi. Penularannya mirip dengan cacing gelang lainnya, melalui jalur tinja-oral. Cacing menghasilkan telur di dalam usus, yang kemudian dilepaskan dan matang di tanah hingga menjadi infektif. Saat telur yang terinfeksi tertelan, larva menetas dan masuk ke usus. Penularan juga dapat terjadi jika larva dikonsumsi dari organ hewan yang terinfeksi.[7]

Referensi

  1. ↑ "Baylisascaris procyonis (Stefanski & Zarnowski, 1951)". Global Biodiversity Information Facility (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 26 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Carol Snarey (Nov 2010). "Etymologia: Baylisascaris". Emerg Infect Dis. 16 (11): 1819. doi:10.3201/eid1611.ET1611. PMC 3294543.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Drisdelle R (2010). Parasites. Tales of Humanity's Most Unwelcome Guests. Univ. of California Publishers, 2010. hlm. 189f. ISBN 978-0-520-25938-6.
  4. ↑ Vaughan, Aisling M. (2025). "Baylisascariasis (Raccoon Roundworm Infection) in Two Unrelated Children — Los Angeles County, California, 2024". MMWR. Morbidity and Mortality Weekly Report (dalam bahasa American English). 74 (28): 444–449. doi:10.15585/mmwr.mm7428a1. ISSN 0149-2195. PMC 12312874. PMID 40742893.
  5. ↑ Sapp, Sarah G.H.; Rascoe, Lisa N.; Wilkins, Patricia P.; Handali, Sukwan; Gray, Elizabeth B.; Eberhard, Mark; Woodhall, Dana M.; Montgomery, Susan P.; Bailey, Karen L.; Lankau, Emily W.; Yabsley, Michael J. (2016). "Baylisascaris procyonis Roundworm Seroprevalence among Wildlife Rehabilitators, United States and Canada, 2012–2015". Emerging Infectious Diseases. 22 (12): 2128–2131. doi:10.3201/eid2212.160467. PMC 5189140. PMID 27869612.
  6. ↑ Weinstein, Sara B.; Lake, Camille M.; Chastain, Holly M.; Fisk, David; Handali, Sukwan; Kahn, Philip L.; Montgomery, Susan P.; Wilkins, Patricia P.; Kuris, Armand M.; Lafferty, Kevin D. (2017). "Seroprevalence of Baylisascaris procyonis Infection among Humans, Santa Barbara County, California, USA, 2014–2016". Emerging Infectious Diseases. 23 (8): 1397–1399. Bibcode:2017EIDis..23.1397W. doi:10.3201/eid2308.170222. PMC 5547801. PMID 28726612.
  7. ↑ Sorvillo, F.; Ash, L. R.; Berlin, O. G.; Morse, S. A. (2002). "Baylisascaris procyonis: An Emerging Helminthic Zoonosis". Emerging Infectious Diseases. 8 (4): 355–359. doi:10.3201/eid0804.010273. PMC 2730233. PMID 11971766.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan