| Batu | |
|---|---|
| Khan | |
| Berkuasa | 1227-1255 |
| Penobatan | 1224/1225 atau 1227 |
| Pendahulu | Jochi |
| Penerus | Sartak |
| Ayah | Jochi |
| Ibu | Ukhaa Ujin dari Onggirat |
| Permaisuri | Borakchin Khatun |
| Wangsa | Borjigin |
| Dinasti | Keemasan dari Kekaisaran Mongolia |
Batu Khan (bahasa Mongol:Бат Хаан; Bat Haan) (1205–1255) adalah seorang pemimpin Mongolia dan pendiri kelompok Horde Biru (Blue Horde). Batu Khan adalah anak laki-laki dari Jochi dan cucu dari Jenghis Khan. Horde Biru kemudian berkembang menjadi Kekhanan Kipchak yang terkenal, yang berkuasa atas Rus Kiev dan Kaukasus selama kira-kira selama 250 tahun, setelah mengalahkan tentara Polandia dan Hungaria. Batu atau Bat dalam bahasa Mongolia berarti "tegas".
Personality and appearance
Menurut Giovanni da Pian del Carpine, Batu merupakan "orang yang cukup baik pada rakyatnya, tapi dia ditakuti oleh mereka juga. Namun demikian, ia sangat kejam dalam pertempuran; ia sangat cerdik dan sangat lihai dalam peperangan, karena ia sering masuk dalam berperang sejak lama."[1] Dia mendapat julukan сайн (terj. har. 'bagus'), yang merupakan julukan dari Marco Polo.[2] William of Rubruck a digambarkan memiliki tinggi badan yang hampir sama dengan tuannya, John de Beaumont, dan seluruh wajahnya dipenuhi bintik-bintik kemerahan.[3]
Sifat and penampilan
Menurut Giovanni da Pian del Carpine, Batu merupakan "orang yang cukup baik pada rakyatnya, tapi dia ditakuti oleh mereka juga. Namun demikian, ia sangat kejam dalam pertempuran; ia sangat cerdik dan sangat lihai dalam peperangan, karena ia sering masuk dalam berperang sejak lama."[1] Dia mendapat julukan сайн (terj. har. 'bagus'), yang merupakan julukan dari Marco Polo.[4] William of Rubruck a digambarkan memiliki tinggi badan yang hampir sama dengan tuannya, John de Beaumont, dan seluruh wajahnya dipenuhi bintik-bintik kemerahan..[3]
Sifat dan penampilan
Menurut Giovanni da Pian del Carpine, Batu merupakan "orang yang cukup baik pada rakyatnya, tapi dia ditakuti oleh mereka. Namun demikian, ia sangat kejam dalam pertempuran; ia sangat cerdik dan sangat lihai dalam peperangan, karena ia sering masuk dalam berperang sejak lama."[1] Dia mendapat julukan сайн (terj. har. 'bagus'), yang merupakan julukan dari Marco Polo.[5] William of Rubruck a digambarkan memiliki tinggi badan yang hampir sama dengan tuannya, John de Beaumont, dan seluruh wajahnya dipenuhi bintik-bintik kemerahan..[3]
Sifat dan penampilan
Menurut Giovanni da Pian del Carpine, Batu merupakan "orang yang cukup baik pada rakyatnya, tapi dia ditakuti oleh mereka. Namun demikian, ia sangat kejam dalam pertempuran; ia sangat cerdik dan sangat lihai dalam peperangan, karena ia sering masuk dalam berperang sejak lama."[1] Dia mendapat julukan сайн (terj. har. 'bagus'), yang merupakan julukan dari Marco Polo.[6] William of Rubruck a digambarkan memiliki tinggi badan yang hampir sama dengan tuannya, John de Beaumont, dan seluruh wajahnya dipenuhi bintik-bintik kemerahan..[3]
Kehidupan awal
Menurut Giovanni da Pian del Carpine, Batu merupakan "orang yang cukup baik pada rakyatnya, tapi dia ditakuti oleh mereka. Namun demikian, ia sangat kejam dalam pertempuran; ia sangat cerdik dan sangat lihai dalam peperangan, karena ia sering masuk dalam berperang sejak lama."[1] Dia mendapat julukan сайн (terj. har. 'bagus'), yang merupakan julukan dari Marco Polo.[7] William of Rubruck a digambarkan memiliki tinggi badan yang hampir sama dengan tuannya, John de Beaumont, dan seluruh wajahnya dipenuhi bintik-bintik kemerahan..[3]
Setelah kematian, Jochi, Jenghis Khan menugaskan pengaturan wilayah Jochi kepada putra-putranya. Khan Agung kemudian mengangkat Batu menjadi pemimpin dari Gerombolan Emas (juga dikenal sebagai Ulus Jochi atau Kekhanan Kipchak).Sementara putra sulung Jochi, yaitu Orda Khan, juga menyetujui bahwa Batu harus menggantikan ayah mereka. Dalam upacara penobatan, Adik bungsu Genghis Khan yaitu Temüge yang menghadiri sebagai perwakilan Genghis. Ketika Genghis Khan wafat pada tahun 1227, ia meninggalkan 4.000 orang Mongol kepada keluarga Jochi. Tanah milik Jochi dibagi antara Batu dan kakak laki-lakinya, Orda. Pasukan Putih milik Orda kemudian menguasai wilayah yang terletak kira-kira antara sungai Volga dan Danau Balkhash, sementara Pasukan Emas Batu menguasai wilayah di sebelah barat Volga.
Pada tahun 1229, Ögedei mengirim tiga tumen di bawah pimpinan Kukhdei, Sundei, dan Humpdei untuk menaklukkan suku-suku di hilir Sungai Ural. Menurut Abulghazi, Batu ikut dalam kampanye militer Ögedei untuk melawan dinasti Jin di Tiongkok Utara, di sisi lain adik laki-lakinya berperang melawan Bashkir, Cuman, Bulghar, dan Alan di barat. Meskipun mereka semua mendapat perlawanan sengit dari musuh-musuh mereka, tetapi bangsa Mongol tetap dapat menaklukkan kota-kota besar Jurchen dan menjadikan Bashkir sebagai sekutu mereka. Pada tahun 1230-an, Ögedei membagikan tanah di Shanxi kepada Batu dan keluarga Jochi, tetapi mereka menunjuk pejabat mereka di bawah pengawasan gubernur Kekaisaran, demikian pula di Khorasan .
Lihat pula
Rujukan
- 1 2 3 4 5 Rockhill 1967. sfn error: tanpa target: CITEREFRockhill1967 (bantuan)
- ↑ Alemany, Agustí (2000). Sources on the Alans: A Critical Compilation (dalam bahasa Inggris). BRILL. hlm. 166. ISBN 978-90-04-11442-5.
- 1 2 3 4 5 Rockhill 1967, hlm. 123. sfn error: tanpa target: CITEREFRockhill1967 (bantuan)
- ↑ Alemany, Agustí (2000). Sources on the Alans: A Critical Compilation (dalam bahasa Inggris). BRILL. hlm. 166. ISBN 978-90-04-11442-5.
- ↑ Alemany, Agustí (2000). Sources on the Alans: A Critical Compilation (dalam bahasa Inggris). BRILL. hlm. 166. ISBN 978-90-04-11442-5.
- ↑ Alemany, Agustí (2000). Sources on the Alans: A Critical Compilation (dalam bahasa Inggris). BRILL. hlm. 166. ISBN 978-90-04-11442-5.
- ↑ Alemany, Agustí (2000). Sources on the Alans: A Critical Compilation (dalam bahasa Inggris). BRILL. hlm. 166. ISBN 978-90-04-11442-5.
- Morgan, David. The Mongols. ISBN 0-631-17563-6.
- Nicolle, David (1998). The Mongol Warlords. Brockhampton Press.
- Ronay, Gabriel (1978). The Tartar Khan's Englishman. Cassel.
- Saunders, J.J. (1971). The History of the Mongol Conquests. Routledge & Kegan Paul. ISBN 0-8122-1766-7.
- Sicker, Martin (2000). The Islamic World in Ascendancy: From the Arab Conquests to the Siege of Vienna. Praeger Publishers.
- Soucek, Svatopluk (2000). A History of Inner Asia. Cambridge.
Pranala luar
| Didahului oleh: Jochi |
Khan dari Horde Biru 1240–1255 |
Diteruskan oleh: Sartaq |