Rabu, 23 September 2026
08:21 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Basuki Abdullah

Basuki Abdullah

pelukis asal Indonesia

Raden
Basuki Abdullah
250px-Basuki_Abdullah%2C_Djawa_Baroe%2C_Vol._1%2C_Iss._9_%281943-05-01%29%2C_p16.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Basuki Abdullah pada tahun 1943
Lahir
Mohammad Basoeki Abdullah

(1915-01-27)27 Januari 1915
Meninggal5 November 1993(1993-11-05) (umur 78)
Tempat peristirahatan terakhir
Makam Pahlawan Nasional Dr.Wahidin Soediro Hoesodo, Mlati, Sleman, DI Yogyakarta
Nama lainFransiskus Xaverius Basuki Abdullah
Pendidikan
PekerjaanPelukis
Masa aktif1943–1993
Organisasi
Karya terkenalDaftar Lengkap
Pasangan menikah
  • Josephine
    (m. 1937;c. 1940)
  • Maria Michel
    (m. 1944;c. 1956)
  • Somwang Noi
    (m. 1958;c. 1960)
  • Nataya Nareerat
    (m. 1963)
Anak2
Orang tuaAbdullah Suriosubroto
Kerabat

Fransiskus Xaverius Basuki Abdullah (nama lahir: Mohammad Basoeki Abdullah; 25 Januari 1915  5 November 1993)[1][2] adalah salah seorang pelukis Indonesia. Ia dikenal sebagai pelukis aliran realis dan naturalis. Ia pernah diangkat oleh Presiden Soekarno sebagai pelukis Istana Merdeka, Jakarta,[3] dan karya-karyanya menghiasi istana-istana negara dan kepresidenan Indonesia, di samping menjadi barang koleksi di penjuru dunia.[4][5][6]

Biografi

Masa muda

Basuki Abdullah merupakan anak dari Abdullah Suriosubroto.[7] Ia belajar melukis dari ayahnya yang bekerja sebagai pelukis dan penari. Sedangkan kakeknya adalah seorang tokoh Pergerakan Kebangkitan Nasional Indonesia pada awal tahun 1900-an yaitu Doktor Wahidin Sudirohusodo. Sejak umur 4 tahun Basuki Abdullah mulai gemar melukis beberapa tokoh terkenal diantaranya Mahatma Gandhi, Rabindranath Tagore, Yesus Kristus dan Krishnamurti.[1]

Pendidikan formal Basuki Abdullah diperoleh di HIS Katolik dan MULO Katolik di Solo. Berkat bantuan Pastur Koch SJ, Basuki Abdullah pada tahun 1933 memperoleh beasiswa untuk belajar di PTAkademik Seni Rupa (Academie Voor Beeldende Kunsten) di Den Haag, Belanda, dan menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun dengan meraih penghargaan Sertifikat Royal International of Art (RIA). Setelah dari Den Haag, Belanda, Basoeki Abdullah juga mengikuti studi banding di sejumlah sekolah seni rupa di Paris dan Roma.[1]

Basuki Abdullah awalnya merupakan pemeluk Islam, namun kemudian berpindah menjadi pemeluk agama Katolik dan memilih nama Fransiskus Xaverius sebagai nama baptisnya.[1]

Aktivitas

Pada masa Pemerintahan Jepang, Basuki Abdullah bergabung dalam Gerakan Poetra atau Pusat Tenaga Rakyat yang dibentuk pada tanggal 19 Maret 1943. Di dalam Gerakan Poetra ini Basuki Abdullah mendapat tugas mengajar seni lukis. Murid-muridnya antara lain Kusnadi (pelukis dan kritikus seni rupa Indonesia) dan Zaini (pelukis impresionisme). Selain organisasi Poetra, Basuki Abdullah juga aktif dalam Keimin Bunka Sidhosjo (sebuah Pusat Kebudayaan milik pemerintah Jepang) bersama-sama Affandi, S. Sudjojono, Otto Djaya dan Basuki Resobowo.[8]

Pada masa revolusi Bosoeki Abdullah tidak berada di tanah air yang sampai sekarang belum jelas apa yang melatarbelakangi hal tersebut. Jelasnya pada tanggal 6 September 1948 bertempat di Belanda Amsterdam sewaktu penobatan Ratu Yuliana di mana diadakan sayembara melukis, Basuki Abdullah berhasil mengalahkan 87 pelukis Eropa dan berhasil keluar sebagai pemenang.[8]

Sejak itu pula dunia mulai mengenal Basuki Abdullah, putera Indonesia yang mengharumkan nama Indonesia. Selama di negeri Belanda Basuki Abdullah sering kali berkeliling Eropa dan berkesempatan pula memperdalam seni lukis dengan menjelajahi Italia dan Prancis di mana banyak bermukim para pelukis dengan reputasi dunia.

Basuki Abdullah terkenal sebagai seorang pelukis potret, terutama melukis wanita-wanita cantik, termasuk yang menampilkan keindahan tubuhnya, dan juga potret tokoh - tokoh terkemuka. Berbagai citra keindahan yang romantis itu diungkapkan dengan teknis realis yang kuat. Selain sebagai pelukis potret yang ulung, dia pun melukis pemandangan alam, fauna, flora, tema-tema perjuangan, pembangunan dan sebagainya.[9]

Basuki Abdullah termasuk orang yang kerap berhubungan secara spiritual/mistik, termasuk dalam mengerjakan. Menurut Basuki, wajah Diponegoro dalam lukisan "Pangeran Diponegoro Memimpin Perang" dibuat berdasarkan petunjuk dari “penguasan Laut Selatan”, Nyai Roro Kidul. Ketika itu, ia tengah mempersiapkan pameran tunggalnya di Hotel Victoria, Amsterdam.[10]

Basuki Abdullah banyak mengadakan pameran tunggal baik di dalam negeri maupun di luar negeri, antara lain karyanya pernah dipamerkan di Bangkok (Thailand), Malaysia, Jepang, Belanda, Inggris, Portugal dan negara-negara lain. Lebih kurang 22 negara yang memiliki karya lukisan Basuki Abdullah. Hampir sebagian hidupnya dihabiskan di luar negeri diantaranya beberapa tahun menetap di Thailand sebagai pelukis istana untuk Raja Bhumibol Adulyadef, 1960–1978[11] lalu diangkat sebagai pelukis Istana Merdeka dan sejak tahun 1974 Basuki Abdullah menetap di Jakarta.

Kematian

Pada tanggal 5 November 1993, Basuki Abdullah ditemukan tewas di kediamannya di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan. Ia dibunuh oleh perampok yang menyantroni rumahnya. Perampokan tersebut didalangi oleh Wahyudi, mantan tukang kebunnya.[2]

Karya

Referensi

  1. 1 2 3 4 Joko, Madsono; Susanto, Mikke. "Biografi". museumbasoekiabdullah.or.id. Diakses tanggal 2022-02-13.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  2. 1 2 Firdausi, Fadrik Aziz (2018-11-05). "Tragedi Berdarah Basoeki Abdullah". Tirto.id. Diakses tanggal 2022-02-13.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  3. Tokoh Indonesia. "Melukis 300 Potret Diri". tokoh. Diakses tanggal 2019-02-28.
  4. "Museum Basoeki Abdullah – Museum Seni Indonesia & Koleksi Museum Nasional". www.indonesia.travel. Diakses tanggal 2026-05-27.
  5. "Profil Basuki Abdullah". merdeka.com. Diakses tanggal 2026-05-27.
  6. "Basuki Abdullah (l. 1915, Surakarta; m. 1993, Jakarta) - Embodied Histories". www.goethe.de. Diakses tanggal 2026-05-27.
  7. Proyek Pembinaan Kesenian (1978). Seni Rupa Indonesia dan Pembinaannya. Proyek Pembinaan Kesenian, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 20.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |lay-url= diabaikanPemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. 1 2 Madsono, Joko; Susanto, Mikke. "Biografi halaman 2". museumbasoekiabdullah.or.id. Diakses tanggal 2022-02-13.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  9. "Artis : Basuki Abdullah". galeri-nasional. Diakses tanggal 2019-02-28.
  10. Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Presiden (Agustus 2016). 17|71:Goresan Juang Kemerdekaan (Pameran Koleksi Seni Rupa Istana Kepresidenan Republik Indonesia) (PDF). Jakarta. hlm. 36.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  11. Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Presiden (Agustus 2016). 17|71:Goresan Juang Kemerdekaan (Pameran Koleksi Seni Rupa Istana Kepresidenan Republik Indonesia) (PDF). Jakarta. hlm. 88.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan