Senin, 21 September 2026
02:35 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Barque

Barque

Artikel ini membutuhkan judul dalam bahasa Indonesia yang sepadan dengan judul aslinya.
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Barque"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
250px-Cuauht%C3%A9moc_1.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Contoh kapal barque yang sedang mengembangkan layarnya

Barque, atau dikenal juga dengan nama barc atau bark, adalah kapal layar dengan tiga tiang atau lebih dengan tiang depan, tiang utama, dan tiang-tiang lainnya menggunakan layar segi empat, dan hanya tiang paling belakang (biasanya disebut mizzen) yang mungkin menggunakan layar segitiga. Kadang bahkan hanya sebagian dari layar di tiang mizzen yang menggunakan layar segitiga karena bagian atasnya tetap menggunakan layar segi empat.

Di Indonesia, salah satu contoh kapal jenis barque adalah KRI Bima Suci.

Etimologi

Kata "barque" berasimilasi ke dalam Bahasa Iggris, dari kata dari Bahasa Perancis, untuk merujuk kepada daerah Barca Latin, yang mencakup Occitan, Catalan, Spanyol, hingga Italia. Istilah Barca Latin bisa jadi merupakan percabangan dari istilah Celtic Barc (per Thurneysen) atau Greek Baris (per Diez), untuk merujuk kepada jenis japal dari Mesir. Meskipun demikian, Kamus Bahasa Inggris Oxford menyatakan bahwa hal tersebut tidak mungkin.

Kata barc tampaknya muncul dari Bahasa Celtic. Bentuk ini kemudian diadopsi dari Bahasa Inggris, kemungkinan masuk lewat orang-orang Irlandia, pada saat kata yang diadopsi dari Bahasa Latin adalah Barca, yang kemudian berkembang menjadi kata barge atau barque dalam Bahasa Perancis.

Dalam Bahasa Latin, Spanyol, dan Italia sendiri, kata barca merujuk kepada kapal kecil, bukan kapal besar. Pengaruh Bahasa Perancis terhadap Bahasa Inggris membuat kedua kata ini dipakai sekaligus, sekalipun maknanya berbeda.

Sebelum Abad ke-19, barge telah dihubungkan dengan jenis kapal kecil di perairan samudera atau kepulauan, atau kapal dayung cepat yang dibawa oleh kapal perang dan biasanya disimpan untuk penggunaan oleh perwira pemimpin pelayaran. Namun beberapa waktu kemudian, bark kemudian merujuk kepada kapal layar yang didetailkan berikutnya. Di Inggris, pada pertengahan Abad ke 19, pengejaannya sudah mulai dipinjam dari Bahasa Perancis. Meskipun demikian, Francis Bacon menggunakan ejaan q mulai 1592, Shakespeare sendiri masih menggunakan kata barke di dalam karyanya, Sonnet 116 pada tahun 1609. Dalam era pelayaran, kata ini juga digunakan sebagai singaktan dari barca-longa di Laut Mediterania.

Konvensi dalam pengejaan modern kemudian membedakan kedua homophone ini. Jika dieja bargue, maka ia merujuk kepada kapal. Sementara jika dieja bark, maka ia merujuk kepada kulit pohon atau gonggongan anjing.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan