Sabtu, 31 Oktober 2026
20:48 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Jannatul Baqi

Jannatul Baqi

Bagikan:
Al-Baqīʿ
ٱلْبَقِيْع
250px-Al-Baqi_Cemetery_2021.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jannatul Baqi, 2021
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Jannatul_Baqi&revid=29837281&groups=_c3cc852ee20229ad2e2f69ad51ee85b02ba3140a&parser=parsoid
Peta interaktif Al-Baqīʿ
Rincian
Didirikan622
Lokasi
Madinah, wilayah Hijaz
NegaraArab Saudi
JenisPemakaman Islam
PemilikKerajaan Arab Saudi

Jannatul-Baqīʿ (bahasa Arab:ٱلْبَقِيْع) adalah tempat pemakaman umum Islam pertama di Madinah,[1] wilayah Hijaz,[2] sekarang Arab Saudi. Terletak di sebelah timur-tenggara Masjid Nabawi, di tempat tersebut dimakamkan para keluarga dan sahabat Nabi Islam, Muhammad, serta para tabiin dan tabiuttabiin. Juga disebut sebagai Baqīʿ al-Gharqad (bahasa Arab:بَقِيْع الْغَرْقَد).[1]

Tempat ini banyak diziarahi oleh umat Muslim, karena di tempat tersebut banyak dimakamkan sahabat dan keluarga Muhammad, sehingga menjadi salah satu dari dua pemakaman tersuci dalam banyak tradisi Islam, selain Jannatul Mu'alla. Banyak cerita bahwa Muhammad sering menziarahi pemakaman tersebut setiap kali melewatinya.

Sejarah

Ketika Muhammad tiba di Madinah dari Makkah, pada September 622, al-Baqi' dahulunya adalah tanah yang ditumbuhi pohon-pohon gharqad (Lycium shawii). Menurut catatan sejarah, setelah hijrahnya Muhammad, permukiman di Madinah mulai dibangun di sekitar Baqi', dan kemudian ditetapkan sebagai pemakaman umum. Lahan yang akan dijadikan tapak pemakaman dibersihkan, dan kelak dijadikan pemakaman Muslim yang meninggal di Madinah.[1] Al-Baqi' berlokasi di suatu tempat yang di sebelah timurnya adalah Nakhl, dan di sebelah baratnya berupa rumah penduduk. Sebelum dihancurkan, Baqi terletak di balik permukiman.[3]

Selama masa pembangunan Masjid Nabawi, pada lahan yang dibeli dari dua orang anak yatim saat pertama kali Nabi datang di Madinah, As'ad bin Zurarah, sahabat Nabi Muhammad, meninggal dunia. Muhammad memilih tanah tersebut sebagai pemakaman dan As'ad menjadi orang pertama yang dimakamkan dari Kaum Anshar.

Ketika Muhammad ikut Perang Badar, putrinya Ruqayyah jatuh sakit dan meninggal pada tahun 624. Ia dimakamkan di Baqi. Ia menjadi orang Ahlulbait pertama yang dimakamkan di tempat tersebut.

Setelah Muhammad pulang dari perang tersebut, Utsman bin Mazh'un meninggal pada 626.[1] Ia menjadi orang pertama dari Kaum Muhajirin yang dimakamkan di tempat tersebut.

Ketika putra Muhammad, Ibrahim meninggal, Muhammad memerintahkan agar Ibrahim dimakamkan di situ.[4] Di bawah perintah Muhammad, dua putri lainnya juga dimakamkan di dekat makam Utsman bin Mazh'un, yaitu Zainab dan Ummu Kultsum.[5]

Awalnya, khalifah ketiga Utsman bin 'Affan[6] dimakamkan di dekat pemakaman Yahudi. Perluasan pertama pemakaman ini dalam sejarah dilakukan oleh Muawiyah I, khalifah pertama Umayyah. Untuk menghormati jasa-jasa Utsman, Muawiyah memasukkan pemakaman Yahudi tersebut ke dalam Baqi. Kekhalifahan Umayyah juga membangun kubah pertama di atas makam Utsman. Sepanjang sejarah, banyak kubah dan struktur dibangun di atas makam-makam tokoh penting di Baqi.

Penghancuran Baqi

Artikel utama: Penghancuran al-Baqi

Bangunan yang berdiri di atas pemakaman tersebut dihancurkan[1] dua kali oleh pasukan Saudi pada 1806 dan 1925[7] (atau 1926).[1][8]

Penghancuran pertama

250px-Baghi_tomb.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemakaman sebelum dihancurkan tahun 1926

Sebelum berdirinya Negara Saudi Kedua pada abad ke-19, mereka mengambil alih Makkah dan Madinah pada 1806. Mereka menghancurkan banyak sekali bangunan keagamaan seperti kuburan dan tempat-tempat ibadah,[9] yang dibangun di dalam atau di sekitar Baqi,[10] untuk menegakkan tauhid dan memberantas syirik dan bid'ah.[1] Semuanya dihancurkan tanpa kecuali hingga menjadi tanah,[8][11] karena klaim terhadap praktik penyembahan kuburan.[12]

Penghancuran kedua

Wangsa Saud mengambil alih lagi kekuasaan Makkah dan Madinah pada 1924[8] atau 1925.[1] Pada tahun-tahun berikutnya, Raja Ibnu Saud memberi izin menghancurkan bangunan dan situs-situs sejarah atas perintah Qadi Abdullah bin Bulaihid, dan penghancuran dimulai pada 21 April 1926[8] (atau 1925)[7][13] oleh kelompok Ikhwan.[14] Batu-batu nisan (kijing) yang sederhana pun tak luput dari penghancuran.[1] Eldon Rutter memandang penghancuran tersebut ibarat sebuah gempa: "Semua yang ada di atas makam telah hancur dan hanya menyisakan gundukan tanah dan batu, kayu-kayu, batang besi, balok-balok batu, dan pecahan semen dan bata, yang berserakan."[8]

Penghancuran kedua ini dibahas dalam Majles-e Shora-ye Melli (Majelis Syura Iran) dan diutuslah perwakilan ke Hijaz untuk menginvestigasi. Pada,[kapan?] banyak upaya yang terus digodok oleh ulama dan tokoh politik Iran untuk mengembalikan bangunan di atas makam.[8] Sejumlah kelompok Sunni, Sufi, dan Syiah memprotes penghancuran makam tersebut[1][13] dan protes tersebut telah digaungkan selama bertahun-tahun.[1][15] Hari tersebut dianggap sebagai Yaum-e Gham ("Hari Dukacita").[13] Para tokoh intelektual Sunni merasa kecewa atas situasi pemakaman tersebut, tetapi Saudi menolak seluruh kritik tersebut dan menolak untuk memugar kembali bangunan di atas kuburan dan mausoleum.[8]

Tokoh yang dimakamkan

Tokoh terkenal dalam sejarah Islam

Tidak diketahui lokasi makamnya

Galeri

  • Makam Halimah
    Makam Halimah
  • Makam Fatimah (satu kubur di depan) dan Hasan, Ali Zainal Abidin, Muhammad al-Baqir, dan Ja'far ash-Shadiq (baris kedua kiri ke kanan, empat kubur sisi ke sisi), dan Abbas bin Abdul Muthalib (satu kubur di kanan)
    Makam Fatimah (satu kubur di depan) dan Hasan, Ali Zainal Abidin, Muhammad al-Baqir, dan Ja'far ash-Shadiq (baris kedua kiri ke kanan, empat kubur sisi ke sisi), dan Abbas bin Abdul Muthalib (satu kubur di kanan)
  • Makam istri-istri Muhammad
    Makam istri-istri Muhammad
  • Makam Ibrahim bin Muhammad
    Makam Ibrahim bin Muhammad
  • Makam Utsman bin Affan, dengan Masjid Nabawi di belakang, menghadap ke arah barat. Terlihat Kubah Hijau.
    Makam Utsman bin Affan, dengan Masjid Nabawi di belakang, menghadap ke arah barat. Terlihat Kubah Hijau.
  • Abdullah bin Ja'far dan Aqil bin Abi Thalib
    Abdullah bin Ja'far dan Aqil bin Abi Thalib
  • Malik bin Anas dan Nafi' al-Madani
  • Makam Ali Zainal Abidin
    Makam Ali Zainal Abidin

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Werner, Ende (2010). "Baqīʿ al-Gharqad". Dalam Fleet, Kate; Krämer, Gudrun; Matringe, Denis; Nawas, John; Rowson, Everett (ed.). Encyclopaedia of Islam, THREE. Brill Online. ISSN 1873-9830.
  2. ↑ Hopkins, Daniel J.; 편집부 (2001). Merriam-Webster's Geographical Dictionary. hlm. 479. ISBN 0-87779-546-0. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Juni 2016. Diakses tanggal 17 Maret 2013.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Muhammad Sadiq Najmi. history of tombs of Imam in Baqi and other monuments (dalam bahasa Persia). Mashar. hlm. 67–68.
  4. ↑ "Encyclopedia of Islam by the Turkish government".
  5. ↑ Sunan Abu Dawood. hlm. https://sunnah.com/abudawud:3206.
  6. ↑ Textual Sources for the Study of Islam, by Knappert, Jan, and Andrew Rippin
  7. 1 2 Mohammadi, Adeel (2014–2015). "The destruction of Jannat al-Baqi': A case of Wahhabi Iconoclasm" (PDF). Undergraduate Journal of Middle East Studies (8). Canada: 47–56. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2 Agustus 2019. Diakses tanggal 30 Juli 2016.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. 1 2 3 4 5 6 7 Bahramian, Ali; Gholami, Rahim (2013). "al-Baqīʿ". Dalam Madelung, Wilfred; Daftary, Farhad (ed.). Encyclopaedia Islamica (Edisi Third). Diakses tanggal 2 September 2016.{{cite encyclopedia}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ "Sahih Muslim 969a, 969b - The Book of Prayer - Funerals - كتاب الجنائز - Sunnah.com - Sayings and Teachings of Prophet Muhammad (صلى الله عليه و سلم)". sunnah.com. Diakses tanggal 2021-02-18.
  10. ↑ Ahmed, Irfan. "The Destruction Of The Holy Sites in Mecca and Medina". Islamica Magazine. No. 15. Diarsipkan dari asli tanggal 13 Juli 2011. Diakses tanggal 7 September 2016.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ "History of the Cemetery Of Jannat Al-Baqi". Al-Islam.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 April 2019. Diakses tanggal 9 September 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ Bahramian, Ali. "Baqi". The Great Islamic Encyclopedia (dalam bahasa Persia). Diakses tanggal 9 September 2016.{{cite encyclopedia}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. 1 2 3 Shahi, Afshin (4 Desember 2013). The Politics of Truth Management in Saudi Arabia (dalam bahasa Inggris). Routledge. ISBN 9781134653195. Diakses tanggal 14 September 2016.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ "The Destruction Heritage in Saudi Arabia" (PDF). The Center for Academic Shi'a Studies. Agustus 2015. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 10 April 2019. Diakses tanggal 14 September 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. ↑ Hassan, Sara (27 Juli 2015). "Protests at Saudi Embassy in Washington". American al-Jazeera. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Juni 2018. Diakses tanggal 7 September 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. ↑ Lady Fatima Diarsipkan 11 September 2017 di Wayback Machine, Islamic Insight, Accessed 1 September 2012.
  17. ↑ "Al Baqi Cemetery". Al-Mustafa International University (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2017-11-07. Diakses tanggal 20 Juni 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. ↑ "History of the Cemetery Of Jannat Al-Baqi". Al-Islam.org (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 April 2019. Diakses tanggal 20 Juni 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Al-Baqi'.

24°28′02″N 39°36′58″E / 24.4672°N 39.616°E / 24.4672; 39.616

.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan