Minggu, 20 September 2026
12:19 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Orang Lidia

kelompok etnik kuno

Orang Lidia adalah kelompok etnik yang menghuni Lidia, daerah di Anatolia barat. Mereka menuturkan bahasa Lidia, yang termasuk bagian dari rumpun bahasa Indo-Eropa cabang Anatolia.

Hanya sedikit yang diketahui mengenai asal-usul mereka, seperti diperlihatkan oleh bahasa mereka, dan masih menjadi perdebatan para sejarawan dan arkeolog.[1] Kebudayaan Lidia bertahan, barangkali, sampai setidaknya tidak lama sebelum era Masehi. Kebudayaan Lidia dicatat oleh Strabo di Kibyra di Anatolia barat daya pada zamannya (abad pertama SM).

Catatan kaki

  1. Ivo Hajnal. "Lydian: Late Hittite or Neo-Luwian?" (PDF). Institut für Sprachen und Literaturen, Universität Innsbruck. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2011-05-31. Diakses tanggal 2011-08-04.; M. Giorgieri, M. Salvini, M.C. Tremouille, P. Vannicelli (1999). Licia e Lidia prima dell’Ellenizzazione. Consiglio Nazionale delle Ricerce, Rome.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)

Referensi

Wikimedia Commons memiliki media mengenai People of Lydia.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan