Bandar Udara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri Mutiara SIS Al-Jufri International Airport | |||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Informasi | |||||||||||
| Jenis | Publik | ||||||||||
| Pemilik | Pemerintah Indonesia | ||||||||||
| Pengelola | Kementerian Perhubungan | ||||||||||
| Melayani | Palu | ||||||||||
| Lokasi | Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia | ||||||||||
| Zona waktu | WITA (UTC+08:00) | ||||||||||
| Ketinggian dpl | 77,4 mdpl | ||||||||||
| Koordinat | 00°55′07″S 119°54′35″E / 0.91861°S 119.90972°E / -0.91861; 119.90972 | ||||||||||
| Situs web | www.bandaramutiarasaj.com | ||||||||||
| Peta | |||||||||||
Sulawesi daerah di Indonesia | |||||||||||
| Landasan pacu | |||||||||||
| |||||||||||
| Statistik (2017) | |||||||||||
| |||||||||||
Bandar Udara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri (IATA: PLW, ICAO: WAFF, WAML), sebelumnya Bandar Udara Masovu, adalah bandar udara yang terletak di Palu, ibu kota provinsi Sulawesi Tengah, pulau Sulawesi, Indonesia.[1][2] Sebagai bandara terbesar di Sulawesi Tengah, Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie menjadi pintu masuk utama ke kota Palu dan daerah sekitarnya. Nama bandara ini terdiri dari dua kata, yaitu "Mutiara" dan "SIS Al-Jufrie". "Mutiara" berarti mutiara dalam bahasa Indonesia, sedangkan "SIS Al-Jufrie" merupakan singkatan dari Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri (1892-1969), seorang tokoh agama keturunan Arab-Indonesia . Beliau adalah seorang ulama ,pendidik,sekaligus pendiri Al Khoirot di Sulawesi Tengah hingga wafatnya di Palu pada tahun 1969. SIS Al-Jufri juga merupakan tokoh agama dan pendiri organisasi keagamaan Alkhairaat yang tumbuh dan berkembang pesat di wilayah timur Indonesia. Bandara ini pada tahun 2025 menjadi Bandara Internasional dan akan memperpanjang runway dan siap terbang ke 28 negara.

Nama
Nama ini diberikan oleh Presiden Soekarno ketika berkunjung ke Palu pada 10 Oktober 1957, sebagai bentuk keprihatinan. Soekarno saat itu menanyakan nama lapangan terbang ini kepada Bupati Rajawali Pusadan. Ketika itu, lapangan terbang ini bernama Masovu yang artinya "Tanah berdebu".
Menurut Soekarno, Palu merupakan salah satu kota rangkaian mutiara khatulistiwa.
"Saya lihat dari atas tadi sebelum turun, Palu terlihat indah penuh pernik. Olehnya saya namakan Mutiara."[3]
Rencananya nama bandara ini akan diganti setelah selesai dipugar dari bandara yang hanya menerima penerbangan domestik menjadi bandara internasional. Nama bandara ini diusulkan untuk diganti menjadi Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie untuk menghormati pahlawan nasional asal Sulawesi Tengah, Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri.

Fasilitas
Bandar udara ini berada di ketinggian 86 meter (282 ft) di atas permukaan laut, memiliki dua landas pacu permukaan beraspal dan beton nomor designasi 15R/33L berukuran 2.500 x 45 meter dan 15L/33R berukuran 3.450 x 60 merer. Landasan pacu ini bisa di darati pesawat jet berbadan lebar.[1][4]
Pemerintah Sulawesi Tengah, sedang merombak bandar udara ini menjadi Bandar Udara internasional mengingat tingginya minat penduduk Sulawesi Tengah terhadap transportasi udara.
Maskapai Penerbangan dan Tujuan
Referensi
- 1 2 Airport information for WAML Diarsipkan 2011-08-06 di Wayback Machine from DAFIF (effective October 2006)
- ↑ Informasi bandar udara untuk PLW di Great Circle Mapper. Sumber: DAFIF.
- ↑ "Syafrun: Sebaiknya Tetap Mutiara". Harian Mercusuar. Diakses tanggal 2013-07-28.
- ↑ "Mutiara (PLW / WAML)". Directorate General of Civil Aviation. Diakses tanggal 17 Maret 2010.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Batik Air Buka Rute Baru Makassar – Palu". KONTAN.CO.ID. Diakses tanggal 25 Juni 2024.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Super Air Jet Buka Rute Baru Surabaya - Palu Mulai 19 Juli 2024". koranpagionline.com. Diakses tanggal 24 Juni 2024.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Siaran Pers Rute Charter Palu - Guangzhou Dibuka Wamenpar Akses Wisata Sulteng Makin Luas". kemenpar.go.id. 12 Februari 2026.
{{cite news}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong:|1=
Pranala luar
- (Inggris) World Aero Data[pranala nonaktif permanen]
| Sumatra |
| ||||
|---|---|---|---|---|---|
| Jawa |
| ||||
| Nusa Tenggara |
| ||||
| Kalimantan |
| ||||
| Sulawesi |
| ||||
| Maluku dan Papua |
| ||||
| |||||
Bandar udara di pulau Sulawesi | |
|---|---|
| Gorontalo | |
| Sulawesi Barat | |
| Sulawesi Selatan | |
| Sulawesi Tengah | |
| Sulawesi Tenggara | |
| Sulawesi Utara | |
Lihat juga: Daftar bandar udara di Indonesia *):Bandara Internasional | |
Bandar udara di Indonesia yang memiliki garbarata | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| InJourney |
| ||||
| Kementerian Perhubungan | |||||
Artikel bertopik bandar udara di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |