Rabu, 30 September 2026
20:59 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Bambu cina

Bambu cina

bambu kecil untuk pagar halaman

Bagikan:
Bambu cina
250px-Bambus_multip_160518-0059_stgd.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bambu cina, Bambusa multiplex
dari Hutan Darmaga, Situgede, Bogor Barat
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Monocots
Klad: Commelinids
Ordo: Poales
Famili: Poaceae
Genus: Bambusa
Spesies:
B. multiplex
Nama binomial
Bambusa multiplex
Sinonim
  • Arundo multiplex Lour.[3] (basionym)
  • Bambusa multiplex (Lour.) Raeusch.[4] (nomen nudum)
  • Ludolfia glaucescens Willd.
  • Ischurochloa floribunda Buse
  • Bambusa nana Roxb.
  • Bambusa sterilis Kurz ex Miq.
  • Bambusa caesia Siebold & Zucc. ex Munro
  • Arundarbor aurea Kuntze
  • Triglossum arundinaceum Gamble
  • Bambusa alphonse-karrii Mitford ex Satow
  • Bambusa glaucescens (Willd.) Merr.
  • Bambusa argentea Nehrl.
  • Bambusa dolichomerithalla Hayata
  • Bambusa liukiuensis Hayata
  • Bambusa shimadae Hayata
  • Leleba amakusensis Nakai
  • Leleba elegans Koidz.
  • Bambusa strigosa T.H.Wen
  • Bambusa albifolia T.H.Wen & J.J.Hua
  • Bambusa pubivaginata W.T.Lin & Z.M.Wu

sinonim selengkapnya pada The Plant List.[5]

Bambu cina[6] atau buluh cina[7] (Bambusa multiplex) adalah sejenis bambu yang banyak ditanam orang karena kegunaannya, terutama untuk memagari halaman dan tepi jalan. Karena itu ia juga dikenal sebagai bambu pagar,[8] atau buluh pagar.[6] Nama-nama daerahnya, di antaranya, awi krisik (Sd.); pring gĕndani, pring cĕndani (Jw.), dan lain-lain.[7] Dalam bahasa Inggris ia disebut hedge bamboo[1][6] dengan pelbagai variasinya, atau menurut kultivarnya; dan juga Chinese dwarf bamboo.[6]

Pengenalan

250px-Bambus_multip_160518-0040_stgd.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rebung dan pelepah buluh

Bambu yang merumpun, padat dan rapat; rimpangnya bercabang simpodial. Rebungnya berwarna hijau, lokos; buluh yang muda tertutup lapisan lilin putih. Buluhnya tegak, mencapai tinggi 8 m, dengan ujung yang melengkung; mulai bercabang dekat di atas tanah, dengan lk. 7-9 cabang yang hampir sama besarnya pada satu buku. Panjang ruas 30-50 cm dan garis tengahnya (0,3–)1,5–2,5 cm, buluhnya berdinding tipis hingga lk. 5 mm (tetapi pejal pada var. riviereorum); hijau mengilap, dengan bulu-bulu miang yang kaku dan berwarna cokelat atau cokelat bungalan, terutama di sebelah bawah buku buluh; buku-bukunya sedikit menonjol, gundul.[8][9]

250px-Bambus_multip_160518-0051_stgd.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pelepah dan pangkal dedaunan

Pelepah buluh mudah rontok; serupa trapesium sempit, awalnya tersaput tipis serbuk putih, gundul, melengkung asimetris dengan ujung miring di sebelah luar. Kuping pelepah buluh amat kecil, tidak jelas, atau bentuk bingkai setinggi 1–2 mm, bulu kejurnya sependek 3 mm; ligula (lidah-lidah) menggerigi tak teratur, tinggi 1,5 mm, lokos. Daun pelepah buluh lekas gugur, tegak, menyegitiga sempit, pangkalnya hampir sama lebar dengan ujung pelepah, ujung daun pelepah meluncip, sisi luarnya berambut miang cokelat bungalan.[8][9]

Daun pada ranting bentuk pita, 5-13 × 0,6-1,5 cm, permukaan bawah agak berbulu, keputih-putihan, berkumpul 5-26 helai di ujung ranting; kuping pelepah daun kecil, dengan bulu-bulu kejur yang pendek; ligula menggerigi, tinggi lk. 1 mm.[8][9]

Agihan dan ekologi

250px-Bambus_multip_160518-0066_stgd.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ranting dan dedaunan

Bambu cina kemungkinan berasal dari wilayah Indochina dan Tiongkok selatan; akan tetapi kini telah menyebar di perbagai negara di wilayah tropis dan ugahari di dunia, termasuk Asia Tenggara.[6][10]

Bambu cina dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, hingga ketinggian 1.500 m dpl.[6]

Manfaat

250px-Starr_080117-2056_Bambusa_multiplex.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kultivar dengan buluh berwarna kuning

Bambu cina disukai dan kerap ditanam sebagai pagar halaman atau kebun. Buluhnya yang besar dipakai sebagai tangkai payung atau joran pancing. Di Indonesia dan Thailand buluh ini juga digunakan untuk bahan anyaman. Di Filipina, buluhnya telah dicoba dimanfaatkan sebagai pulp bahan kertas. Di Taiwan, bambu ini dipakai sebagai penghalang angin. Kultivar-kultivar berbatang pendek sering dipelihara sebagai tanaman pot yang menarik.[6]

Referensi

  1. 1 2 Ohrnberger, D. 1999. The Bamboos of the World: Annotated Nomenclature and Literature of the Species and the Higher and Lower Taxa: 266. Amsterdam :Elsevier.
  2. ↑ Linné, Carl von & al. 1830. Systema vegetabilium :secundum classes, ordines, genera, species. Cum characteribus, differentiis et synonymiis. Vol. 7(2) : 1350. Stuttgardtiae :Sumtibus J.G. Cottae [1817-1830].
  3. ↑ Loureiro, J. de. 1790. Flora cochinchinensis : sistens plantas in regno Cochinchina nascentes. Quibus accedunt aliae observatae in Sinensi imperio, ...: 58. Ulyssipone : Typis, et expensis academicis [1790].
  4. ↑ Raeuschel, E.A. 1797. Nomenclator botanicus omnes plantas ab illustr. Carolo a Linné descriptas aliisque botanicis temporis recentioris detectas enumerans. (ed. 3): 103. Lipsiae [Leipzig] :Apud Johann Gottlob Feind [1797]. OCLC 457447705.
  5. ↑ The Plant List: Bambusa multiplex Raeusch. ex Schult.
  6. 1 2 3 4 5 6 7 Dransfield, S. & E.A. Widjaja 1995. "Bambusa multiplex (Lour.) Raeuschel ex J.A. & J.H. Schultes". Diarsipkan 2016-09-20 di Wayback Machine. in Soejatmi Dransfield & E.A. Widjaja (Eds). Plant Resources of South-East Asia No. 7 Bamboos: 65-7. Bogor:PROSEA (Plant Resources of South-East Asia) Foundation. [Internet] Record from Proseabase. Accessed 13-Jun-2016
  7. 1 2 Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia I: 336-7. Badan Litbang Kehutanan, Departemen Kehutanan. Jakarta. (versi berbahasa Belanda -1922- I: 278-9, sebagai Bambusa nana Roxb.)
  8. 1 2 3 4 Widjaja, E.A. 2001. Identikit jenis-jenis bambu di Jawa: 30-2. Gb. 13 & L.f. 6. Bogor: Puslitbang Biologi LIPI.
  9. 1 2 3 Flora of China: 57. Bambusa multiplex
  10. ↑ GrassBase: Bambusa multiplex

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Bambusa multiplex.
Bambusa multiplex
Arundo multiplex
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan