Jumat, 16 Oktober 2026
04:35 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Balkanisasi

Balkanisasi

Bagikan:
330px-Balkans_Animation_1800-2008.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kawasan Balkan di bawah kekuasaan Utsmaniyah

Balkanisasi adalah sebuah istilah geopolitik, awalnya dipakai untuk menyebut proses fragmentasi atau pembagian suatu wilayah atau negara menjadi beberapa wilayah atau negara kecil yang sering bertentangan atau tidak kooperatif satu sama lain.[1] Istilah ini dianggap peyoratif.[2]

Istilah balkanisasi merujuk pada pembagian semenanjung Balkan, yang sebelumnya hampir seluruhnya dikuasai oleh Kekaisaran Utsmaniyah, menjadi beberapa negara kecil antara 1817 dan 1912.[3] Istilah ini menjadi umum setelah Perang Dunia Pertama,[4] dengan menyebut beberapa negara yang muncul setelah runtuhnya Kekaisaran Austria-Hungaria dan Kekaisaran Rusia.

330px-Bulgaria_during_World_War_I.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kampanye Bulgaria memperlihatkan kondisi kawasan Balkan pada Perang Dunia I

Istilah ini juga dipakai untuk menyebut bentuk lain disintegrasi, termasuk misalnya, pembagian Internet menjadi beberapa engklave,[5] pembagian subbidang dan pembuatan bidang baru dari sosiologi, dan pemisahan susunan kerja sama akibat meningkatnya jumlah entitas saingan independen yang terlibat dalam perang undian "beggar thy neighbour".

Balkanisasi kadang dipakai untuk menyebut divergensi bahasa pemrograman dan format berkas data (terutama XML). Istilah ini juga digunakan dalam penataan kota di Amerika Serikat untuk mendeskripsikan proses pembentukan permukiman tertutup.

Ada pula upaya memakai istilah balkanisasi dalam artian positif dengan menyetarakannya dengan kebutuhan desentralisasi dan penyeimbangan suatu kelompok atau masyarakat tertentu. Penelitian terkini terhadap aspek-aspek positif Balkanisasi dilakukan oleh Srđan Jovanović Weiss bersama Centre for Research Architecture[6] di Goldsmiths College.[7][8]

Negara-negara besar di Eropa, umumnya berupa hasil penyatuan beberapa daerah atau bangsa bersejarah, telah menghadapi ancaman balkanisasi. Semenanjung Iberia dan Spanyol sudah menghadapi ancaman balkanisasi sejak zaman Al-Andalus,[9] dengan beberapa gerakan separatis yang berdiri saat ini, termasuk Negara Basque dan independentisme Catalunya.

Pada bulan Januari 2007, terkait dukungan yang terus meningkat terhadap kemerdekaan Skotlandia, mantan Perdana Menteri Britania Raya Gordon Brown berbicara tentang "Balkanisasi Britania".[10] Gerakan kemerdekaan di Britania juga eksis di Inggris, Wales dan Cornwall.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Merriam-Webster Online Dictionary 1. to break up (as a region or group) into smaller and often hostile units.
  2. ↑ Vidanović, Ivan (2006). Rečnik socijalnog rada Udruženje stručnih radnika socijalne zaštite Srbije; Društvo socijalnih radnika Srbije; Asocijacija centra za socijalni rad Srbije; Unija Studenata socijalnog rada. ISBN 86-904183-4-2.(Serbia)
  3. ↑ "Balkanization" Encyclopædia Britannica
  4. ↑ Veliu, Liridona (2022). Richmond, Oliver P.; Visoka, Gëzim (ed.). Balkanization (dalam bahasa Inggris). Cham: Springer International Publishing. hlm. 80–90. doi:10.1007/978-3-030-77954-2_34. ISBN 978-3-030-77954-2.
  5. ↑ Google lays out browser aims, Financial Times, September 4, 2008
  6. ↑ See http://www.gold.ac.uk/architecture/
  7. ↑ "Srđan Jovanović Weiss at the Centre for Research Architecture". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-05-12. Diakses tanggal 2012-10-26.
  8. ↑ Shapes of Balkanization Diarsipkan 2015-06-19 di Wayback Machine - Exhibition at Akademie Schloss Solitude in Stuttgart, Germany 2006 by the Normal Architecture Office, a design practice founded by Srđan Jovanović Weiss
  9. ↑ McLean, Renwick (29 September 2005). "Catalonia steps up to challenge Spain". The New York Times.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ "BBC News |Politics| UK's existence is at risk - Brown". 13 Januari 2007.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Templat:Negara Balkan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan