Selasa, 20 Oktober 2026
18:58 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Kleinstaaterei

Kleinstaaterei

Bagikan:
250px-Map_of_the_Holy_Roman_Empire%2C_1789_en.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Kekaisaran Romawi Suci pada tahun 1789.

Kleinstaaterei (Jerman:[ˌklaɪnʃtaːtəˈʁaɪ]) adalah istilaha peyoratif dalam bahasa Jerman yang mengacu kepada perpecahan wilayah Jerman dan sekitarnya pada masa Kekaisaran Romawi Suci (terutama seusai Perang Tiga Puluh Tahun) dan pada masa Konfederasi Jerman pada paruh pertama abad ke-19.[1] Pada masa tersebut, Jerman terdiri dari banyak sekali kepangeranan, keuskupan, dan kota kekaisaran bebas, dan wilayah beberapa negara hanya terbatas pada suatu kota atau bahkan biara. Jumlah negara-negara Jerman pada abad ke-18 diperkirakan bervariasi antara 294 hingga 348[2] atau bahkan lebih. Selain itu, banyak negara Jerman yang memiliki wilayah yang terpencar-pencar yang biasanya didapat dari pernikahan politik. Ditambah lagi sebagian besar negara memiliki paling tidak satu atau dua enklave atau eksklave. Pada musim panas tahun 1789, Wilhelm von Humboldt muda bersama teman-temannya meninggalkan ibu kota Kepangeranan Braunschweig-Wolfenbüttel di Braunschweig dan pergi ke Prancis untuk mengamati peristiwa revolusi di sana. Untuk mencapai perbatasan Prancis, mereka harus masuk dan keluar dari enam kadipaten, empat keuskupan, dan satu kota kekaisaran bebas (Aachen).[3]

Penggunaan pada Masa Modern

Saat ini, istilah Kleinstaaterei terkadang digunakan oleh media Jerman dan pihak lainnya sebagai kiasan untuk menggambarkan sistem politik federalisme Jerman secara kritis, yang tampaknya merujuk pada ketidakefisiensiannya dalam memutuskan reformasi dalam bidang politik, yang menjadi tanggung jawab dari "Länder" dan karenanya berada di bawah naungan 16 administratif yang berbeda. Pada tahun 2010, Kleinstaaterei paling sering disebut dalam permasalahan kebijakan pendidikan, misalnya dalam berbagai kesulitan yang disebabkan oleh sistem pendidikan yang berbeda bagi anak-anak yang berpindah dari satu Land ke yang lainnya.[4]

Catatan kaki

  1. ↑ Historian J. Whaley defines Kleinstaaterei as "A (pejorative) term coined in the early 19th century to denote the extreme territorial fragmentation of the Reich". J. Whaley, Germany and the Holy Roman Empire (1493-1806), Oxford University Press, 2011, vol. 2, hlm. 653 (Glossary).
  2. ↑ The Times, Atlas of European History, Harper Collins, 1994, hlm. 127
  3. ↑ E. D. Brose, German History 1789-1871, From the Holy Roman Empire to the Bismarckian Reich, Berghahn Books, 1997, hlm. 4.
  4. ↑ https://en.wikipedia.org/wiki/Kleinstaaterei
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan