Kamis, 22 Oktober 2026
15:28 WIB
TERKINI
Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal
Bahasa Melayu Malaysia

Bahasa Melayu Malaysia

dialek standar bahasa Melayu yang dituturkan di Malaysia

Bagikan:
Bahasa Melayu Malaysia
Bahasa Malaysia/Malaya
Bahasa Malaysia/Malaya Standar
بهاس ملايو مليسيا
Dituturkan di Malaysia
Penutur
B1: Sedikit
B2: Di0/1tuturkan oleh sebagian besar penduduk di1/0 Malaysia, walaupun kebanyakannya mempelajari dialek Malaysia/Malaya tempatan atau bahasa ibu lain terlebih dahulu[1]
Perincian data penutur

Jumlah penutur beserta (jika ada) metode pengambilan, jenis, tanggal, dan tempat.

Tampilkan klasifikasi manual
Bentuk awal
Alfabet Latin
Abjad Jawi[4]
Braille bahasa Melayu
Bahasa Isyarat Malaysia
Status resmi
Bahasa resmi di
 Malaysia (disebut juga bahasa Malaysia)
Diatur olehDewan Bahasa dan Pustaka[5]
Kode bahasa
ISO 639-3zsm
Glottologstan1306
IETFms-MY
Informasi penggunaan templat turunan
Sampel
Informasi berkas Video yang lain 
Penutur bahasa Melayu Malaysia di Langkawi
Sampel teks
Pasal 1 Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia dalam bahasa Melayu Malaysia. (Teks)
Semua manusia dilahirkan bebas dan sama rata dari segi maruah dan hak-hak. Mereka mempunyai pemikiran dan perasaan hati dan hendaklah bertindak di antara satu sama lain dengan semangat persaudaraan.
Terjemahan: ⓘ
Semua orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Mereka dikaruniai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam semangat persaudaraan.
Sampel teks lainnya
Lokasi penuturan
Malay_language_Spoken_Area_Map_v1.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
  Bahasa Melayu Malaysia
osm-intl,7,a,a,323x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Melayu_Malaysia&revid=30006726&groups=_be3a526d3afd5541c400a48993e710e8b00da58b&parser=parsoidTampilkan peta yang diperbesar
osm-intl,3,a,a,323x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Melayu_Malaysia&revid=30006726&groups=_be3a526d3afd5541c400a48993e710e8b00da58b&parser=parsoidTampilkan peta yang diperkecil
Perkiraan persebaran penuturan bahasa ini.
Koordinat: 3°5′24″N 101°42′0″E / 3.09000°N 101.70000°E / 3.09000; 101.70000 Sunting di Wikidata
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Tentang artikel
40px-Openstreetmap_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-Wikipedia-logo-v2.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Proyek pemetaan bahasa
ProyekWiki Bahasa
Artikel ini menggunakan peta yang dihasilkan dari OpenStreetMap dan juga jejaring peta (mapframe) yang dibuat oleh kontributor Wikipedia. Apabila Anda menemukan kesalahan informasi, galat, maupun kendala teknis lainnya dalam data peta, silahkan laporkan di sini. Apabila Anda tertarik dalam pengembangan proyek pemetaan bahasa, silakan bergabung ke ProyekWiki kami. Proyek ini sudah menghasilkan sebanyak 666 artikel bahasa dengan peta interaktif yang dapat diakses dan digunakan oleh para pembaca.
120px-Logo_ProyekWiki_Bahasa.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Melayu Malaysia adalah bentuk bahasa Melayu yang dibakukan dan digunakan sebagai bahasa kebangsaan resmi di Malaysia menurut baku yang ditetapkan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia. Bahasa Melayu Malaysia Baku lebih dari 80% kognitif dengan Bahasa Indonesia Baku yang seakar dan dituturkan oleh lebih dari 15 juta orang di Malaysia. Bahasa Melayu ini menjadi bahasa kebangsaan negara Malaysia menurut Pasal 152 Undang-Undang Dasar Perserikatan Malaysia, menyebut bahwa: "Bahasa kebangsaan ialah bahasa Melayu".[6][7] Bahasa ini dituturkan oleh sebagian besar penduduk Malaysia meskipun sebagian besarnya mempelajari bentuk bahasa Melayu tempatan atau bahasa asli lain terlebih dahulu.[8] Bahasa Melayu adalah mata pelajaran wajib di sekolah dasar dan menengah.[9]

Sejarah

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berpidato dalam Bahasa Melayu

Pada era kemerdekaan Malaysia, Tunku Abdul Rahman (Perdana Menteri pertama) memperkenalkan istilah "bahasa Malaysia" sebagai nama untuk bahasa kebangsaan Malaysia karena terpengaruh dengan negara tetangga, Indonesia. Istilah ini kemudian diterima dan dipakai secara meluas. Sebenarnya istilah bahasa Malaysia itu tidak disumbangkan oleh Tuanku Abdul Rahman, tetapi timbul secara spontan setelah tragedi 13 Mei 1969. Hal ini terbukti dalam pemberitaan media massa pada saat tersebut. Pada saat itu, ada semacam persetujuan banyak orang terhadap istilah bahasa Malaysia. Namun, Undang-Undang Dasar Malaysia tidak berubah.

Pada tahun 1986, istilah "Bahasa Malaysia" diubah menjadi "bahasa Melayu". Perubahan ini dilakukan selaras dengan apa yang termaktub dalam Pasal 152 Undang-Undang Dasar Federasi Malaysia, yaitu: "Bahasa kebangsaan ialah bahasa Melayu".[10][11]

Pada tahun 2007, terjadi kebingungan dalam kalangan masyarakat dan kabinet mengenai istilah bahasa resmi negara apakah "bahasa Melayu" atau "bahasa Malaysia" yang sebenarnya betul. Pada 4 Juni 2007, Kabinet Malaysia telah memutuskan untuk mengubah penggunaan istilah "bahasa Melayu" menjadi "bahasa Malaysia" karena ingin menanamkan semangat persatuan kaum dalam kalangan rakyat (tetapi tidak berhasil).[12][13][14] Kabinet mengarahkan semua kementerian, universitas, dan pusat pendidikan tinggi untuk memberi tahu departemen serta lembaga terkait untuk menggunakan istilah "bahasa Malaysia" dalam surat-menyurat, pemberitahuan, dan dokumen. Namun, hal itu tidak dapat dilaksanakan karena pasal 152 undang-undang dasar Malaysia jelas mengatakan bahasa resmi negara adalah bahasa Melayu dan bukannya bahasa Malaysia.

Perkara 152. Bahasa kebangsaan

(1) Bahasa kebangsaan ialah bahasa Melayu dan hendaklah dalam tulisan yang diperuntukkan melalui undang-undang oleh Parlimen: Dengan syarat bahawa- (a) tiada seorang pun boleh dilarang atau dihalang daripada menggunakan (selain bagi maksud rasmi), atau daripada mengajarkan atau belajar, apa-apa bahasa lain; dan (b) tiada apa-apa jua dalam Fasal ini boleh menjejaskan hak Kerajaan Persekutuan atau hak mana-mana Kerajaan Negeri untuk memelihara dan meneruskan penggunaan dan pengajian bahasa mana-mana kaum lain di dalam Persekutuan.

[Terjemahan: Pasal 152. Bahasa Kebangsaan (1) Bahasa kebangsaan adalah bahasa Melayu dan hendaknya ditulis dalam tulisan yang ditetapkan melalui undang-undang oleh parlemen.
Dengan syarat bahwa
(a) tidak seorang pun dapat dilarang atau dicegah untuk menggunakan (selain untuk tujuan resmi) atau untuk mengajarkan atau belajar bahasa lain apa pun,
(b) tidak ada apa pun dalam hal ini yang dapat memengaruhi hak pemerintah Federasi atau pun hak pemerintah negara bagian mana saja untuk melestarikan dan melanjutkan penggunaan dan pengkajian bahasa kaum lain di dalam Federasi
]

Pada tahun 2022, perdana menteri Malaysia yang ke-9 yaitu Ismail Sabri mendapat kritik dari Indonesia karena berhasrat ingin menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa resmi kedua ASEAN dengan memasukkan jumlah penutur bahasa Indonesia sebagai penutur bahasa Melayu.[15][16] Menteri Indonesia Nadiem Makarim dengan tegas menolak usulan Malaysia untuk menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa kedua ASEAN karena menurutnya bahasa Indonesia lebih layak.[17][18][19][20] Menurut Wakil Ketua Majelis Guru Besar Nasional (MPN), Profesor Dr Kamaruddin M. Said berkata " selagi Malaysia bersikeras menamakan bahasa resmi negara adalah bahasa Melayu dan bukannya bahasa Malaysia selagi itu Indonesia akan menolak kita".[21][22] Perbincangan ini sekaligus memengaruhi status nama bahasa resmi Malaysia yang jelas menyebut bahasa Melayu.[23][24][25]

Sistem penulisan

Penulisan bahasa Melayu telah mengalami beberapa perubahan dan menggunakan beberapa jenis sistem penulisan yang saling berganti. Sistem yang pertama dipakai adalah aksara Pallawa yang berasal dari India. Kemudian aksara Kawi dan aksara Rencong juga pernah digunakan. Dengan penyebaran agama Islam, penggunaan sistem tulisan Jawi berkembang di negeri-negeri Melayu sejak abad ke-15. Pada pengujung abad ke-19, sistem aksara Romawi mulai digunakan dalam penulisan bahasa Melayu.

Pada zaman pascamodern, bahasa Melayu biasanya ditulis dalam aksara Romawi. Aksara Romawi merupakan sistem penulisan resmi bahasa Melayu seperti yang termaktub dalam Undang-Undang Dasar Malaysia. Abjad Jawi kini sangat jarang digunakan tetapi tetap sebagai sistem tulisan alternatif terutama untuk upacara keagamaan.

Bahasa Melayu Malaysia kini menggunakan sistem Ejaan Rumi Baharu Bahasa Melayu yang telah diisytiharkan penggunaannya pada 16 Agustus 1972 oleh Perdana Menteri Malaysia, Abdul Razak Hussein dan Presiden Indonesia, Soeharto. Dengan persetujuan ini, bahasa Melayu di Malaysia dan bahasa Indonesia menggunakan sistem ejaan yang sama untuk sistem aksara Romawi untuk kedua bahasa tersebut.

Lingkup penggunaan

Bahasa Melayu dijadikan bahasa resmi tunggal Perserikatan dan negara-negara bagian di Semenanjung Malaya pada 1968, sedangkan di Sabah dan Sarawak, bahasa Melayu diakui sebagai bahasa resmi di samping bahasa Inggris.

Kata serapan

Sebagian besar kata bahasa Melayu Malaysia diserap dari bahasa Sanskerta, Tamil, Hindustan, Persia, Portugis, Belanda, rumpun bahasa Sinitik, Arab, dan belakangan ini, bahasa Inggris (khususnya banyak istilah ilmiah dan teknologi). Bahasa Melayu Malaysia juga telah dipengaruhi secara leksikal oleh bahasa Indonesia, sebagian besar melalui kepopuleran drama, sinetron, dan musik Indonesia.[26]

Penggunaan saat ini

Frasa sederhana

Di Malaysia, biasanya masyarakat Melayu bertegur sapa sesama sendiri dengan ucapan salam, tetapi ucapan formal seperti "Selamat pagi" atau "Selamat sejahtera" turut digunakan untuk penutur bukan Islam. Ucapan "Hai" juga sering digunakan ketika bertegur dengan sesama teman-teman, sebagaimana kata "Bye-bye" (Indonesia: dadah) ketika pamit untuk pergi.

Frasa bahasa MelayuIPATulisan Jawi
Selamat datang/səlamatdataŋ/سلامت داتڠ
Selamat jalan/səlamatdʒalan/سلامت جالن
Selamat tinggal/səlamattiŋgal/سلامت تيڠڬل
Terima kasih/tərimakasih/تريما كاسيه
Sama-sama/samasama/سام-سام
Selamat pagi/səlamatpagi/سلامت ڤاڬي
Selamat petang/səlamatpətaŋ/سلامت ڤتڠ
Selamat sejahtera/səlamatsədʒahtəra/سلامت سجهترا
Selamat malam/səlamatmalam/سلامت مالم
Jumpa lagi/dʒumpalagi/جومڤا لاڬي
Siapakah nama awak?/Nama awak siapa?/siapakahnamaawak/ atau /namaawaksiapa/سياڤاكه نام اوق؟/نام اوق سياڤا؟
Nama saya .../namasaja/ (diikuti dengan nama)نام ساي ...
Apa khabar?/apakabar/اڤ خبر؟
Khabar baik/kabarbaik/خبر باءيق
Saya sakit/sajasakit/ساي ساكيت
Ya/ja/يا
Tidak (tidak formal: "tak")/tidak/ atau /tak/تيدق
Ibu sayang engkau/kamu (awak)/ibusajaŋəŋkau/(ايبو سايڠ اڠكاو/كامو (اوق
Aku (Saya) cinta pada mu (awak)/akutʃintapadamu/(اكو (ساي) چينتا ڤد مو (اوق
Saya benci awak/sajabentʃiawak/ساي بنچي اوق
Saya tidak faham (tidak formal: "tak faham")/sajatidakfaham/ساي تيدق فهم
Saya tidak tahu (tidak formal: "tak tau" ataupun "sik tau" di Sarawak)/sajatidaktahu/ساي تيدق تاهو
(Minta) maaf/mintama'af/مينت) معاف)
Tumpang tanya/tumpaŋtaɲa/تومڤڠ تاڽ
(Minta) tolong/toloŋ/مينت) تولوڠ)
Apa/apa/اڤ
Tiada/tiada/تياد

Bahasa pasar serta penggunaan kontemporer

Bahasa Melayu Pasar turut termasuk sejumlah kata bahasa gaul (slang), terbentuk dari pengubahsuaian kata-kata dalam bahasa Melayu Baku Malaysia ataupun dicomot dari bahasa lain, sering digunakan terutama di kalangan masyarakat kota, yang mungkin sukar dipahami di kalangan generasi terdahulu, contohnya awek (gadis); balak (jejaka); usha (memperhatikan); skodeng (intip); cun (cantik); poyo/slenge (buruk) dll. Kata ganti yang baru turut direka dengan menggunakan gabungan kata ganti yang sudah ada dengan kata orang, contohnya kitorang (kita + orang, menggantikan kata kami); korang (kau + orang, untuk merujuk kepada banyak orang dan menggantikan kata kalian); diorang atau derang (dia + orang, menggantikan kata mereka).

Sejumlah penutur bahasa Melayu Malaysia, terutama di Kuala Lumpur, juga sering berganti bahasa (beralih kode) antara bahasa Melayu dengan bahasa Inggris, yang kemudian membentuk bahasa rujak (bahasa gado-gado). Contoh pinjaman kata yang digunakan adalah: Bestlah tempat ni (Bagus ya tempat ini); kau ni terror lah (Kamu ini hebat sekali). Akibatnya, fenomena ini melahirkan rasa kurang senang di kalangan pencinta bahasa di Malaysia, yang sering memperjuangkan penggunaan bahasa kebangsaan dengan betul.

Berikut merupakan beberapa kependekan yang sering digunakan oleh remaja Melayu Malaysia:

Kata tidak formalKata formalTulisan JawiArti
blehbolehبوليهbisa/boleh
koengkauاڠکاوkamu/engkau
napekenapa/mengapaکناڤkenapa/mengapa
gi/pipergiڤرݢيpergi
katdekat/diدکت/دdi
nemanaمانmana
tautahuتاهوtahu
jesahajaسهاجsaja
awekgadisݢاديسgadis/cewek
balakpemudaڤموداpemuda
skodengmengintaiمڠينتايmengintip
cuncantikچنتيکcantik
jommariماريyuk
poyo/selengeberlagakبرلاݢقberlagak/sok
blahberedarبرايدرpergi/berpindah tempat
mehmariماريayo/mari
apsalapa pasalاڤ ڤأسلada apa/kenapa
tak yahtidak payahتيدق ڤايهtidak usah
pastuselepas ituسلڤس ايتsetelah itu
ambikambilامبيلambil

Kosa kata

Berikut merupakan beberapa kosa kata yang sering digunakan:

Bahasa MalaysiaBahasa indonesiaBahasa Inggris
tualahanduktowel
kuihkuecake
peguampengacaralawyer
tayarbantire
apam balikkue terang bulan
martabak manis
pan cake
tilamkasurspringbed

Lihat juga

Rujukan

  1. ↑ Ethnologue report for language code: zsm. Ethnologue.com. Diakses pada 19-10-2010.
  2. ↑ Adelaar, K. Alexander (2000). "Malay: A Short History". Oriente Moderno. 19 (2): 234. JSTOR 25817713.
  3. ↑ Mukhlis Abu Bakar (2019). "Sebutan Johor-Riau dan Sebutan Baku dalam Konteks Identiti Masyarakat Melayu Singapura" [Sebutan Johor-Riau and Sebutan Baku in the Context of the Singapore Malay Identity]. Issues in Language Studies (dalam bahasa Melayu). 8 (2): 61–78. doi:10.33736/ils.1521.2019.
  4. ↑ "Kedah MB defends use of Jawi on signboards". The Star. 26-8-2008. Diarsipkan dari asli tanggal 25-10-2012. Diakses tanggal 19-11-2010. {{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=, |date=, and |archive-date=
  5. ↑ Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia
  6. ↑ "Teks PDF oleh Jabatan Pengajian Tinggi, Kementerian Pengajian Tinggi Malaysia-Perkara 152. Bahasa kebangsaan" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2012-11-08. Diakses tanggal 2022-04-21.
  7. ↑ Steinhauer, Hein (2005). "Colonial History and Language Policy in Insular Southeast Asia and Madagascar". Dalam Adelaar, Alexander; Himmelamnn, Nikolaus (ed.). The Austronesian languages of Asia and Madagascar. London: Routledge. hlm. 65–86. ISBN 9780700712861.
  8. ↑
  9. ↑ "Soalan Lazim Berkaitan Dasar Memartabatkan Bahasa Malaysia Memperkukuh Bahasa Inggeris (MBMMBI)" [Frequently Asked Questions Related to the Policy to Uphold Bahasa Malaysia and to Strengthen the English Language (MBMMBI)]. Portal Rasmi Kementerian Pendidikan Malaysia (dalam bahasa Melayu). Diarsipkan dari asli tanggal 2014-09-11. Diakses tanggal 3 November 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Perlembagaan Persekutuan Malaysia, Perkara 152
  11. ↑ "Teks PDF oleh Jabatan Pengajian Tinggi, Kementerian Pengajian Tinggi Malaysia-Perkara 152. Bahasa kebangsaan" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2012-11-08. Diakses tanggal 2022-04-21.
  12. ↑ https://www.bharian.com.my/kolumnis/2015/12/109757/kaum-cina-wajib-kuasai-bahasa-melayu
  13. ↑ https://www.utusan.com.my/rencana/2020/09/cakap-melayu-pun-masih-pelat/
  14. ↑ https://www.kosmo.com.my/2020/11/28/tidak-fasih-bahasa-melayu-memalukan/
  15. ↑ https://www.hmetro.com.my/mutakhir/2019/04/443334/bahasa-melayu-boleh-jadi-bahasa-kedua-dalam-asean
  16. ↑ https://www.bharian.com.my/berita/nasional/2022/04/941497/sokongan-indonesia-tingkat-peluang-bahasa-melayu-sebagai-bahasa-rasmi
  17. ↑ https://www.bharian.com.my/dunia/asean/2022/04/942658/menteri-indonesia-tolak-bahasa-melayu-jadi-bahasa-rasmi-kedua-asean
  18. ↑ https://www.sinarharian.com.my/article/196438/GLOBAL/Menteri-Indonesia-tolak-cadangan-bahasa-Melayu-bahasa-rasmi-kedua-ASEAN
  19. ↑ https://www.utusan.com.my/luar-negara/2022/04/menteri-indonesia-bantah-bahasa-melayu-dijadikan-bahasa-asean/
  20. ↑ https://www.bharian.com.my/berita/nasional/2022/04/948112/bantah-bahasa-melayu-jadi-bahasa-kedua-asean-bersifat-politik
  21. ↑ https://www.astroawani.com/berita-malaysia/indonesia-akan-tolak-selagi-malaysia-guna-istilah-bahasa-melayu-357992
  22. ↑ https://www.bharian.com.my/berita/nasional/2022/04/948219/guna-bahasa-melayu-supra-untuk-bahasa-rasmi-kedua-asean
  23. ↑ https://www.bharian.com.my/amp/berita/nasional/2022/05/958132/sejarah-bahasa-melayu-akan-lenyap-jika-diganti-nama-lain
  24. ↑ https://www.bharian.com.my/amp/berita/nasional/2022/04/942682/pada-asasnya-bahasa-indonesia-adalah-bahasa-melayu
  25. ↑ https://www.astroawani.com/berita-malaysia/bukan-bahasa-malaysia-tapi-bahasa-melayu-sebagai-bahasa-pengantar-asean-pm-362536
  26. ↑ Sneddon, James N. (2003). The Indonesian Language: Its History and Role in Modern Society (dalam bahasa Inggris). Sydney: UNSW Press. ISBN 0-86840-598-1.

Pranala luar

Templat:Bahasa Melayu Tempatan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan