Rabu, 14 Oktober 2026
13:13 WIB
TERKINI
Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas
Bahasa Melayu Kelantan-Pattani

Bahasa Melayu Kelantan-Pattani

bagian dari rumpun bahasa Austronesia

Bagikan:
Bahasa Melayu Kelantan-Pattani
بهاس ملايو كلنتن-ڤطاني
Baso Taning, Baso Kelaté
Dituturkan diMalaysia, Thailand
WilayahMalaysia:
Kelantan
Merapoh, Pahang
Besut dan Setiu, Terengganu
Baling, Sik dan Padang Terap, Kedah
Hulu Perak (Pengkalan Hulu dan Grik), Perak
Thailand:
Wilayah Patani, Provinsi Songkhla (Sabayoi, Chana, Nathawi, Thepha), Minburi (Min Buri), Lat Krabang, Khlongsamwa, Nong Chok)
EtnisMelayu Patani
Melayu Bangkok
Melayu Kelantan
Melayu Baling
Melayu Perak
Melayu Reman
Penutur
sekitar 3 juta di Thailand (2006)[1]
sekitar 2 juta di Malaysia
Perincian data penutur

Jumlah penutur beserta (jika ada) metode pengambilan, jenis, tanggal, dan tempat.[2]

Tampilkan klasifikasi manual
Aksara Latin, Aksara Thai, Aksara Jawi
Kode bahasa
ISO 639-3mfa (Pattani)
LINGUIST List
LINGUIST list sudah tidak beroperasi lagi
zlm-kel
Glottologpatt1249
IETFmfa
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam
CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman
NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Vulnerable

Bahasa Melayu Kelantan-Pattani diklasifikasikan sebagai bahasa rentan (VU) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL Ethnologue: C5 DevelopingBahasa Melayu Kelantan-Pattani dikategorikan sebagai C5 Developing menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini mengalami peningkatan jumlah penutur dari waktu ke waktu
Referensi: [3][4][5]
Informasi penggunaan templat turunan
Sampel
Sampel teks
Logo Wikipedia dalam bahasa Melayu Kelantan-Pattani yang berisi transkripsi "Wikipedia" (atas) ke dalam ortografi masing-masing dan slogan "Ensiklopedia Bebas" (bawah) yang diterjemahkan ke dalam bahasa tersebut.
Sampel teks lainnya
Lokasi penuturan
500px-Kelantan-Pattani_Malay_spoke_map.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lokasi penuturan Bahasa Melayu Kelantan-Pattani
osm-intl,7,a,a,323x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Melayu_Kelantan-Pattani&revid=28605942&groups=_7a12512636ad59849648fba23cb0c29fa3ee74e1&parser=parsoidTampilkan peta yang diperbesar
osm-intl,3,a,a,323x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Melayu_Kelantan-Pattani&revid=28605942&groups=_7a12512636ad59849648fba23cb0c29fa3ee74e1&parser=parsoidTampilkan peta yang diperkecil
Perkiraan persebaran penuturan bahasa ini.
Koordinat: 6°23′N 101°25′E / 6.383°N 101.417°E / 6.383; 101.417 Sunting di Wikidata
Artikel ini mengandung simbol fonetik IPA. Tanpa bantuan render yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode. Untuk pengenalan mengenai simbol IPA, lihat Bantuan:IPA.
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Tentang artikel
Pemberitahuan
Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.
Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.

{{PW Bahasa|importance=|class=}}

Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

06.13, Rabu, 14 Oktober, 2026 (UTC) • Sebanyak 1.635 artikel belum dinilai
Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Melayu Kelantan-Pattani (bahasa Thai:ภาษายาวี; Jawi di Pattani; baso Kelaté di Kelantan) adalah sebuah bahasa dalam rumpun Austronesia dan sub-rumpun Melayik yang dituturkan di negara bagian Kelantan dan provinsi tetangga dari bagian paling selatan Thailand yang berdekatan. Bahasa ini dituturkan sebagai bahasa utama untuk orang Melayu Thailand, juga sebagai basantara untuk etnis Thailand Selatan di area rural, orang Muslim dan non-Muslim Sam-Sam, dan kebanyakan juga dituturkan oleh keturunan campuran Melayu-Thailand.

Bahasa Melayu Kelantan-Pattani sangat berbeda dengan varietas bahasa Melayu lainnya karena isolasi secara geografis dari dunia Melayu sekitarnya oleh pegunungan tinggi, hutan hujan lebat dan Teluk Thailand. Di wilayah Thailand, bahasa ini juga dipengaruhi oleh bahasa Thailand.

Selain itu, bahasa Melayu Kelantan-Pattani juga sangatlah berbeda dengan Melayu baku, sehingga bahasa ini tidak dapat dipahami oleh penutur Melayu Baku, dan hal ini juga memengaruhi penutur di daerah Thailand yang tidak diajarkan varietas baku bahasa Melayu. Hal ini diperparah dengan tidak adanya seperti pengajaran Bahasa Melayu Baku sebagai subjek pembelajaran wajib dalam kurikulum sekolah seperti layaknya di Malaysia di daerah Thailand, sehingga ada kemungkinan pengaruh bahasa ini lebih sedikit yang berasal dari Bahasa Melayu Baku, tetapi berpotensi lebih banyak dari Thailand. Bahasa ini juga berbeda dari bahasa Melayu Kedah, Melayu Pahang, dan Melayu Terengganu yang letaknya berdekatan.

Nama

Bahasa ini sering disebut sebagai phasa Yawi (bahasa Thai:ภาษายาวี; IPA: [pʰāːsǎː jāːwīː]) di Thailand, nama ini berasal dari salah pengertian sekaligus pandanan nama dari abjad Arab yang dimodifikasi untuk menulis bahasa Melayu, yakni aksara Jawi (Jawi: جاوي; IPA: [ɟaˈwi]). Bahasa ini juga dikenal di Thailand sebagai phasa Malayu Pattani (bahasa Thai:ภาษามลายูปัตตานี; IPA: [pʰāːsǎː mālāːjūː pàttāːnīː]), nama ini juga mirip dengan penamaan di bahasa Melayu, yakni bahasa Melayu Patani (Jawi: بهاس ملايو ڤطاني, Rumi: bahasa Melayu Patani, pengucapan setempat: [baˈsɔˈnːajuˈtːaniŋ]). Selain itu, bahasa ini juga sering dikenal sebagai bahasa Patani di Pattani.

Dalam bahasa Melayu Kelatan itu sendiri, bahasa ini dikenal sebagai baso Kelaté dan juga baso Besut atau Kecek Kelaté-Besut di daerah Besut dan Setiu di negara bagian Terengganu.

Fonologi

Terdapat 21 konsonan dan 12 vokal dalam bahasa Melayu Kelantan-Pattani.[6] Fonem /r/ dan /z/ hanya terjadi dalam kata pinjam ataupun penamaan.

Konsonan

Nawawit (1986)
Dwibibir Rongga-gigi langit-langit langit-langit belakang Celah-suara
Sengau m n ɲ ŋ
Letup nirsuara p t c k ʔ
Bersuara b d ɟ ɡ
Geseran Nirsuara s h
Bersuara z ɣ
Semivokal w j
Sisian l
Getar r

Vokal

Nawawit (1986)
Depan Madya Belakang
lisan sengau lisan sengau lisan sengau
Tertutup i ɨ u ũ
Tengah e̞ o
Terbuka ɛ ɛ̃ a ã ɔ ɔ̃
Adi Yasran (2010), Teoh (1994)
Depan Madya Belakang
Tertutup i u
Tengah e ə o
Terbuka a

Catatan:

  • Vokal takbulat tertutup madya /ɨ/ kemungkinan merupakan pepet /ə/ menurut (1994) dan Adi Yasran (2005)
  • Sebelum fonem koda akhiran /k/ dan /h/ dan kata-kata dengan vokal akhiran terbuka, /a/ diucapkan sebagai:
    • Vokal takbulat terbuka belakang [ɑ] menurut Adi Yasran (2006, 2010)[7][8] dan Zaharani (2006)[7]
    • Vokal bulat setengah terbuka belakang [ɔ] menurut Nawanit (1986)
    • Vokal hampir-terbuka madya [ɐ] menurut Teoh (1984)[9]
  • Banyak sumber, seperti Adi Yasran (2010) dan Teoh and Yeoh (1988) yang menyatakan bahwa vokal sengau dalam bahasa Melayu Kelantan-Pattani Malay tidak terhitung sebagai fonem.

Referensi

  1. ↑ Bahasa Melayu Kelantan-Pattani di Ethnologue (ed. ke-18, 2015)
  2. ↑ Ethnologue https://www.ethnologue.com/language/mfa. {{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  3. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  5. ↑ "Bahasa Melayu Kelantan-Pattani". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
  6. ↑ Nawanit Yupho 1989, hlm. 126–127.
  7. 1 2 Adi Yasran Abdul Aziz & Zaharani Ahmad, hlm. 76.
  8. ↑ Adi Yasran Abdul Aziz 2010, hlm. 1.
  9. ↑ Adi Yasran Abdul Aziz 2010, hlm. 14–15.

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan