Sabtu, 24 Oktober 2026
06:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Bahasa Poso Pesisir

bahasa daerah di Indonesia

Bagikan:
Bahasa Poso Pesisir
Dituturkan diIndonesia
Wilayah Sulawesi Tengah
EtnisPoso Pesisir
Penutur
96.535 (2022)[1]
    • Poso Pesisir
Tampilkan klasifikasi otomatis
Kode bahasa
ISO 639-3–
Glottologposo1239
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Tentang artikel
Pemberitahuan
Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.
Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.

{{PW Bahasa|importance=|class=}}

Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

00.24, Jumat, 23 Oktober, 2026 (UTC) • Sebanyak 1.636 artikel belum dinilai
Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Poso Pesisir (disebut juga Poso-Tojo atau Pantai Bare'e; bahasa Belanda:Strand-Bare'e) adalah sebuah bahasa daerah di Kabupaten Poso yang dituturkan oleh orang Poso Pesisir. Bahasa ini juga dianggap sebagai salah satu dialek dalam bahasa Pamona dan sangat dipengaruhi oleh bahasa Bugis yang dituturkan pendatang. Bahasa ini dituturkan di sepanjang pantai selatan Teluk Tomini.[2]

Ciri kebahasaan

Bahasa ini menggunakan negasi bare'e, ditandai dengan dialek sentral yang dipengaruhi oleh dialek Parigi,[a] dan juga karena 'kehilangan' banyak kata dan ungkapan Pamona seperti yang diucapkan di wilayah pedalaman. Seorang ahli bahasa dari Belanda, Nicolaus Adriani, menyebutkan bahwa:

Dialek Pantai Bare'e pada prinsipnya adalah bahasa orang Pamona yang telah menjadi Muslim (orang Poso Pesisir), dan orang-orang ini pada umumnya telah mengadopsi kebiasaan yang telah memaksa penggunaan istilah alternatif untuk tidak lagi diingat. Karena semua pikiran mereka disibukkan dengan perdagangan kecil, percakapan mereka juga lebih sempit dalam fokus dan kurang menarik dibandingkan dengan mereka yang hidup di pedalaman; Bahasa mereka lebih menjemukan dibanding bahasa Bare'e pedalaman dan gaya mereka jauh lebih tidak hidup dan penuh warna. Semakin jauh ke timur, semakin kental dialek ini memamerkan karakter-karakter tersebut. Kebiasaan paling kental terdapat di daerah Tojo, tempat dialek ini sangat dominan.[3]

Adriani kemudian menyebut bahwa orang Pamona sendiri tidak membedakan kedua dialek ini, hanya mengatakan bahwa orang-orang di pedalaman mengerti —dengan cara yang tidak diketahui— bahwa ucapan mereka berbeda dari orang Pamona yang hidup di pesisir pantai. Adriani menyebut dialek pesisir sebagai Strand-Bare'e, yang oleh Sneddon (1983) menjadikannya sebagai "Dialek Pantai Pamona". Kennedy (1935), menyebut dialek ini sebagai "Dialek Poso-Tojo"—jika memang varietas ini memang layak menyandang status sebagai dialek.[4]

Catatan

  1. ↑ Parigi adalah sebuah dialek dalam bahasa Kaili yang umumnya dituturkan di sepanjang pesisir pantai Teluk Tomini di sebelah barat daerah Pamona.

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-08-05. Diakses tanggal 13 Februari 2022.
  2. ↑ https://www.researchgate.net/publication/357347621_DAYA_HIDUP_BAHASA_PAMONA_DI_KABUPATEN_POSO/
  3. ↑ Adriani & Kruyt 1914, hlm. 18. sfn error: tanpa target: CITEREFAdrianiKruyt1914 (bantuan)
  4. ↑ Adriani 2012, hlm. 3. sfn error: tanpa target: CITEREFAdriani2012 (bantuan)

Bacaan lebih lanjut

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan