Minggu, 25 Oktober 2026
08:12 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Bahasa Pamona Timur

Bagikan:

Bahasa Pamona Timur atau dialek Timur (bahasa Inggris:Eastern dialect) adalah salah satu dialek dalam bahasa Pamona. Dialek ini —yang menggunakan negasi taa— dituturkan di sepanjang Teluk Tomini bagian timur laut di Tojo, di pedalaman sepanjang Sungai Bongka, dan dari sana ke selatan hingga ke Teluk Tolo. Dialek ini juga dituturkan di Kepulauan Togean. Dialek ini dapat dibagi menjadi dua wilayah subdialek: di daratan, dialek Ampana, termasuk Wana (yang memiliki tare'e 'tidak ada' sebagai negasi untuk eksistensi); dan di kepulauan, dialek Togean (yang menggunakan tanjo'u 'tidak ada'). To Wana dikenal sebagai salah satu dari sedikit suku bangsa Sulawesi yang menolak mengadopsi cara-cara modern, dan dalam beberapa tahun terakhir bahkan telah menjadi daya tarik bagi pengunjung Cagar Alam Morowali.[1]

Ahli bahasa dari Belanda, Nicolaus Adriani, tidak melihat alasan untuk membedakan dialek Ampana dan Wana secara linguistik, dengan menuliskan bahwa Ampana, yang diberi nama sesuai dengan negasinya, juga diucapkan oleh To Wana ("penghuni hutan"), yang tinggal di jalur atas Sungai Bongka. Dialek Togean dan Ampana, di sisi lain sangat berbeda. Dari empat dialek utama Pamona yang dikemukakan Adriani, Ampana adalah yang paling berbeda, dan dalam konsepsi asli dipandang sebagai bahasa yang terpisah:[1]

Menurut persepsi orang-orang Pamona, Ampana adalah bahasa yang terpisah, atau paling tidak: Ampana menggunakan bahasa Taa dan bukan bahasa Bare'e. Di bawah ini, kita akan kembali sedikit mengulas Ampana: biarkan saja anggapan yang telah menyebut bahwa bahasa ini sama dengan bahasa Bare'e dan dianggap sebagai dialeknya, dan biarkan juga anggapan yang menyebut bahwa bahasa ini merupakan bahasa yang terpisah dari bahasa Bare'e.[2]

Referensi

  1. 1 2 Adriani 2012, hlm. 4. sfn error: tanpa target: CITEREFAdriani2012 (bantuan)
  2. ↑ Adriani & Kruyt 1914, hlm. 19. sfn error: tanpa target: CITEREFAdrianiKruyt1914 (bantuan)

Bacaan lebih lanjut

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan