Rabu, 21 Oktober 2026
20:11 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Bahasa Bali Aga

Bahasa Bali Aga

dialek bahasa Bali

Bagikan:
Bahasa Bali Aga/Mula
ᬩᬲ​ᬩᬮᬶ​ᬅᬕ
Basa Bali Aga
dialek dataran tinggi
Dituturkan diIndonesia
WilayahBali
EtnisBali Aga/Mula
Penutur
63.000
Tampilkan klasifikasi manual
Tampilkan klasifikasi otomatis
Dialek
Sub-dialek meliputi:
Kode bahasa
ISO 639-3–
Glottologhigh1274
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam
CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman
NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
Bahasa Bali Aga/Mula
ᬩᬲ​ᬩᬮᬶ​ᬅᬕ
Basa Bali Aga
belum diklasifikasikan dalam tingkatan manapun pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan
Referensi: [4][5]
Informasi penggunaan templat turunan
Sampel
Pranala luar berkas tidak valid? (Diskusikan) Sunting pranala berkas eksternal ini
Logo YouTube
Video sampel dari media eksternal untuk bahasa Bali Aga/Mula
ᬩᬲ​ᬩᬮᬶ​ᬅᬕ
Basa Bali Aga
"Bahasa Bali Aga (Desa Sukawana Kintamani)" di YouTube(Video lainnya)
Informasi berkas Video yang lain 
Seorang pria yang berbicara mengunakan Bahasa Bali Aga/Mula, direkam di Kintamani.
Lokasi penuturan
500px-Bali_Aga_dialect_map.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta persebaran rumpun bahasa Bali dataran tinggi
osm-intl,a,a,a,323x300.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Bali_Aga&revid=30021206&groups=_d0519c47f3068a82030e01e3605942b08dff758d&parser=parsoidPerkiraan lokasi penuturan Bahasa Bali Aga
Koordinat: 8°13′44.4000″S 115°20′49.2000″E / 8.229000000°S 115.347000000°E / -8.229000000; 115.347000000 Sunting di Wikidata
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Tentang artikel
Pemberitahuan
Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.
Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.

{{PW Bahasa|importance=|class=}}

Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

04.29, Rabu, 21 Oktober, 2026 (UTC) • Sebanyak 1.636 artikel belum dinilai
Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Bali Aga/Mula (bahasa Bali:ᬩᬲ​ᬩᬮᬶ​ᬅᬕ, translit. Basa Bali Aga) atau Dialek Bali Aga/Mula (disingkat sebagai DBA) merupakan sebuah dialek bahasa Bali yang dituturkan oleh masyarakat suku Bali Aga/Mula yang berada di daerah pegunungan, terutama pegunungan Kintamani, Bangli, Buleleng, dan Karangasem, serta indikasi penuturan di Nusa Penida, Klungkung. Karena mayoritas penuturnya berada di dataran tinggi Bali maka dialek ini juga bisa disebut sebagai dialek dataran tinggi.[1]

Menurut Bawa (1983), dialek Bali Aga bersama dengan dialek Bali Daratan (disingkat DBD) merupakan dua dialek utama dalam bahasa Bali. Perbedaan kedua dialek ini terletak pada variasi kosakata, fonologi, dan tingkatan kebahasaan. Pada dialek Bali Aga, tingkatan kebahasaan (dalam artian 'bahasa halus' dengan 'bahasa kasar') hanya berupa bentuk bahasa kasar saja, sementara dialek daratan mengenal bentuk halus dan kasar.[1][6]

Terdapat sebuah sub-dialek dari Bali Aga yang juga dikenal sebagai Bahasa Bali Sembiran atau Bahasa Bali Kapara yang termasuk dalam kelompok timur, dituturkan di Desa Sembiran, yakni sebuah desa yang terletak di Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, sub-dialek ini dituturkan oleh kurang lebih 4.883 jiwa penutur yang mendiami wilayah desa tersebut.[1] Dialek lain bahasa Bali yang dituturkan di wilayah Nusa Penida dan sekitarnya, yakni bahasa Bali Nusa Penida (atau disebut juga sebagai basa Nosa atau dialek NP), seringkali digolongkan menjadi sub-dialek dari dialek Bali Aga. Hal ini karena dialek NP memiliki persamaan ciri kebahasaan dengan dialek Bali Aga yang oleh Jendra, dkk (1997).[3]

Klasifikasi

Dialek Bali Aga merupakan sebuah dialek dari Bahasa Bali yang sendirinya termasuk dalam cabang Melayu-Polinesia dari rumpun bahasa Austronesia. Dalam rumpun Melayu-Polinesia, bahasa Bali berada di sub-cabang Bali-Sasak-Sumbawa.[7]

Dialek lain bahasa Bali yang dituturkan di wilayah Nusa Penida dan sekitarnya, yakni bahasa Bali Nusa Penida (atau disebut juga sebagai basa Nosa atau dialek NP), seringkali digolongkan menjadi sub-dialek dari dialek Bali Aga. Hal ini karena dialek NP memiliki persamaan ciri kebahasaan dengan dialek Bali Aga yang oleh Jendra, dkk. (1997) dijabarkan sebagai berikut:[3]

  • Distribusi fonem /h/ pada awal dan tengah kata;
  • Masih ditemukannya akhiran /-ñə/ dan /-cə/ yang merupakan alofoni morfem dari akhiran /-ə/;
  • Intonasi pembicaraan penutur cenderung memiliki tempo yang cepat dan tekanan yang lebih keras;
  • Kosakata dalam dialek Nusa Penida memiliki kemiripan dengan kosakata yang ada di dialek Aga dan sub-dialeknya yang lain.

Meskipun demikian, terdapat perbedaan lain yang cukup mencolok antara kedua dialek, yakni hilangnya atau berkurangnya distribusi fonem /a/ pada posisi akhir kata.[3]

Tata bahasa

Berikut ini perbandingan beberapa cara pengucapan kata dalam dialek Bali Aga dan Bali standar:

Pengucapan Bali Aga Pengucapan Bali standar Glosa
suba sube sudah
meja meje meja
lima lima lima
dua due dua
onya onye semua
apa ape apa
baca bace baca
dina dine hari
nyama nyama saudara

Pengucapan Bali Aga yang masih mengucapkan akhiran a tetap a sementara Bali standar mengucapkan a sebagai schwa (ə) membuat dialek ini lebih mirip dengan pengucapan bahasa Bahasa Indonesia/Melayu.

Persebaran

Dalam Bawa (1983:394), dialek Bali Aga (DBA) dikelompokkan menjadi tiga daerah penuturan utama, yakni wilayah timur, utara, serta barat yang dirinci sebagai berikut:[6]

Sub-dialek Desa Sembiran (disebut juga dialek Agas Sembiran atau DBAS) termasuk dalam kelompok timur yang dituturkan oleh kurang lebih 4.883 penutur yang mendiami wilayah desa tersebut.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 Putu Evi Wahyu Citrawati; Wayan Teguh; Putu N. Widarsini; Gede Eka Wahyu (September 2019). "Morfologi Bahasa Bali Aga Dialek Sembiran, di Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng". Linguistika. 26 (2). Universitas Udayana. ISSN 0854-9613.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Adelaar, K. Alexander (2005). "The Austronesian languages of Asia and Madagascar: a historical perspective". Dalam Adelaar, K. Alexander; Himmelmann, Nikolaus (ed.). The Austronesian languages of Asia and Madagascar. London: Routledge. hlm. 1–42.
  3. 1 2 3 4 I Ketut Serawan (17 Mei 2020). ""Basa Nosa", Bahasa Bali Dialek Nusa Penida yang Mirip Dialek Bali Aga?".{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  6. 1 2 Bawa, I Wayan, dkk. (1983). "Bahasa Bali di Daerah Bali: Sebuah Pemerian Geografi Dialek". Jakarta: Disertasi Fakultas Sastra UI.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  7. ↑ Adelaar, K. Alexander (2005). "The Austronesian languages of Asia and Madagascar: a historical perspective". Dalam Adelaar, K. Alexander; Himmelmann, Nikolaus (ed.). The Austronesian languages of Asia and Madagascar. London: Routledge. hlm. 1–42.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan